Perubahan Iklim Ternyata Memperburuk Krisis Sumber Daya Alam

Kompas.com - 07/10/2021, 14:31 WIB
Ilustrasi pemanasan global diprediksi dapat menyebabkan gelombang panas yang intensi di Asia Tenggara. SHUTTERSTOCK/nexus 7Ilustrasi pemanasan global diprediksi dapat menyebabkan gelombang panas yang intensi di Asia Tenggara.

KOMPAS.com – Perubahan iklim rupanya memperburuk krisis sumber daya alam dan konflik yang terjadi di dunia.

Laporan tersebut diungkapkan oleh lembaga think tank Institute for Economics and Peace (IEP) sebagaimana dilansir Reuters, Kamis (7/10/2021).

Kerawanan pangan, kekurangan air, serta bencana alam, dikombinasikan dengan pertumbuhan penduduk yang tinggi memicu konflik dan menggusur orang-orang di daerah rentan.

Baca juga: Puluhan Pemimpin Agama Serukan untuk Peduli Perubahan Iklim

IEP menggunakan data dari PBB dan sumber-sumber lain untuk memprediksi negara dan wilayah yang paling berisiko dalam Daftar Ancaman Ekologis.

Direktur IEP untuk Eropa, Timur Tengah, dan Afrika Utara Serge Stroobants mengatakan, laporan tersebut mengidentifikasi 30 negara yang menjadi fokus.

Fokus tersebut didasarkan pada tiga kriteria yang berkaitan dengan kelangkaan sumber daya serta lima fokus pada bencana termasuk banjir, kekeringan, dan kenaikan suhu.

Baca juga: Aktivis Greta Thunberg Sindir Keras Janji Pemimpin Dunia soal Perubahan Iklim

Dia menuturkan, perubahan iklim memperburuk kelangkaan sumber daya alam dan tentunya kerusakan ekologis.

Menurut laporan tersebut, Afghanistan mendapat skor terburuk.

Konflik yang berlangsung di sana merusak kemampuan negara tersebut untuk mengatasi risiko terhadap pasokan air, makanan, perubahan iklim, banjir, dan kekeringan yang bergantian.

Baca juga: Sidang Umum Ke-76 PBB: Fokus Melawan Perubahan Iklim dan Pandemi Covid-19

Konflik tersebut pada gilirannya menyebabkan degradasi sumber daya lebih lanjut menurut temuan tersebut.

Selain itu, beberapa wilayah juga mengalami hal serupa contohnya di Sahel dan Tanduk Afrika, yang telah mengalami konflik yang semakin parah selama dekade terakhir.

“Dengan ketegangan yang sudah meningkat, perubahan iklim akan menimbulkan efek yang lebih besar pada banyak masalah ini,” bunyi laporan itu.

Baca juga: PBB Kritik Rencana Ratusan Negara Termasuk Indonesia Atasi Perubahan Iklim

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber Reuters
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

KABAR DUNIA SEPEKAN: Tsunami Terjang Tonga | Profil Dokter Muhammad Mohiuddin yang Cangkok Jantung Babi

KABAR DUNIA SEPEKAN: Tsunami Terjang Tonga | Profil Dokter Muhammad Mohiuddin yang Cangkok Jantung Babi

Global
Xi Jinping Telepon Jokowi, Bahas Apa?

Xi Jinping Telepon Jokowi, Bahas Apa?

Global
Dilema Warga Pasca Erupsi Gunung di La Palma, Bergulat dengan Tumpukan Abu

Dilema Warga Pasca Erupsi Gunung di La Palma, Bergulat dengan Tumpukan Abu

Global
20 Miliarder Baru Muncul di Asia Akibat Pandemi Covid-19

20 Miliarder Baru Muncul di Asia Akibat Pandemi Covid-19

Global
Ribuan Paket Robek Penuhi Jalur Kereta AS, Masalah Pencurian Kontainer Kargo Terungkap

Ribuan Paket Robek Penuhi Jalur Kereta AS, Masalah Pencurian Kontainer Kargo Terungkap

Global
Ingin Kembali Dapat Perlindungan Polisi Inggris, Pangeran Harry Ajukan Tuntutan Hukum

Ingin Kembali Dapat Perlindungan Polisi Inggris, Pangeran Harry Ajukan Tuntutan Hukum

Global
Pelaku Penyanderaan Sinagoga di AS Sempat Tuntut 'Lady Al-Qaeda' Dibebaskan dari Penjara

Pelaku Penyanderaan Sinagoga di AS Sempat Tuntut 'Lady Al-Qaeda' Dibebaskan dari Penjara

Global
Filipina Borong 32 Helikopter Black Hawk Senilai Rp 8,8 Triliun

Filipina Borong 32 Helikopter Black Hawk Senilai Rp 8,8 Triliun

Global
Kecanduan Gula dan 'Junk Food', Ribuan Monyet Makin Agresif Teror Kota di Thailand

Kecanduan Gula dan "Junk Food", Ribuan Monyet Makin Agresif Teror Kota di Thailand

Global
 Separuh Dunia Terdampak, Kenapa Letusan Gunung Berapi Tonga Begitu Dahsyat?

Separuh Dunia Terdampak, Kenapa Letusan Gunung Berapi Tonga Begitu Dahsyat?

Global
Pria India Ciptakan Gambar Terbesar di Dunia, Luasnya Capai 629 Meter Persegi

Pria India Ciptakan Gambar Terbesar di Dunia, Luasnya Capai 629 Meter Persegi

Global
Ini Tanggapan Novak Djokovic Setelah Kalah Banding dan Akan Dideportasi dari Australia

Ini Tanggapan Novak Djokovic Setelah Kalah Banding dan Akan Dideportasi dari Australia

Global
Iseng Buka Google Maps, Pria Ini Tak Sengaja Temukan Objek Mirip UFO

Iseng Buka Google Maps, Pria Ini Tak Sengaja Temukan Objek Mirip UFO

Global
Rasakan Sensasi Kemasukan Air, Telinga Pria Ini Ternyata Kemasukan Kecoa

Rasakan Sensasi Kemasukan Air, Telinga Pria Ini Ternyata Kemasukan Kecoa

Global
Kalah Banding, Novak Djokovic Akan Dideportasi dan Batal Tampil di Australia Open

Kalah Banding, Novak Djokovic Akan Dideportasi dan Batal Tampil di Australia Open

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.