Kondisi Myanmar Tak Banyak Berubah, ASEAN Berembuk Soal Larangan Kepala Junta Militer Hadiri KTT

Kompas.com - 07/10/2021, 14:22 WIB
Pemimpin junta militer Myanmar, Min Aung Hlaing, (27/3/2021). AP via DW INDONESIAPemimpin junta militer Myanmar, Min Aung Hlaing, (27/3/2021).

BANDAR SERI BEGAWAN, KOMPAS.com - Negara-negara Asia Tenggara sedang mendiskusikan apakah akan mengecualikan kepala junta militer Myanmar dari pertemuan puncak ASEAN, karena lambatnya kemajuan rencana mengatasi gejolak setelah kudeta di negara itu awal tahun ini.

ASEAN telah berada di bawah tekanan untuk mengatasi kerusuhan setelah perebutan kekuasaan militer pada Februari dan tindakan keras berikutnya terhadap perbedaan pendapat.

Baca juga: Kondisi Myanmar Sekarang: Warga Miskin Tunggu Bantuan Makanan dan Ekonomi Terjun Bebas

Tetapi anggota blok 10 negara itu telah menyuarakan kekecewaan atas keengganan junta Myanmar untuk mematuhi rencana lima poin yang dicapai oleh para pemimpin kelompok itu pada April dalam KTT ASEAN Myanmar di Jakarta, untuk menyelesaikan kekacauan tersebut.

Ini termasuk mengizinkan kunjungan utusan khusus ke negara itu.

Kondisi itu mendorong Malaysia dan negara-negara lain, selama panggilan video oleh menteri luar negeri ASEAN pada Senin (4/10/2021), menyodorkan kemungkinan untuk tidak mengundang pemimpin junta militer Myanmar Min Aung Hlaing ke pertemuan puncak bulan ini.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Saya dapat mengatakan bahwa kami sekarang sedang berdiskusi secara mendalam tentang masalah ini," kata Menteri Luar Negeri Kedua Brunei Erywan Yusof, yang terpilih sebagai utusan khusus pada Agustus setelah berbulan-bulan negosiasi, melansir AFP pada Rabu (6/10/2021)

"Yang penting adalah melihat kemajuan dalam konsensus lima poin," katanya kepada wartawan di Bandar Seri Begawan, ibu kota Brunei, yang memegang kursi bergilir ASEAN tahun ini.

Dia mengatakan Myanmar telah menyetujui rencana tersebut, tapi keengganan junta untuk mematuhinya "sama saja dengan kemunduran".

Baca juga: Malaysia Kecewa Myanmar Tak Izinkan Utusan ASEAN Temui Aung San Suu Kyi

Ditanya apakah tindakan akan diambil di KTT untuk menangguhkan Myanmar, Erywan mengatakan ini tidak sedang dibahas.

Erywan mengaku mengunjungi Myanmar dan sedang menunggu program dari junta, yang akan mencakup rencana perjalanannya dan orang-orang yang akan dia temui.

Halaman:

Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pria Ini Kendarai Sepeda Listrik Sambil Juggling demi Pecahkan Rekor Dunia

Pria Ini Kendarai Sepeda Listrik Sambil Juggling demi Pecahkan Rekor Dunia

Global
Buku Ini Dikembalikan ke Perpustakaan Pasca-Dipinjam 110 Tahun, Berapa Dendanya?

Buku Ini Dikembalikan ke Perpustakaan Pasca-Dipinjam 110 Tahun, Berapa Dendanya?

Global
Sejarah Konflik dalam Hubungan Israel dengan Negara Arab

Sejarah Konflik dalam Hubungan Israel dengan Negara Arab

Internasional
30 November 2013: Paul Walker Meninggal Pasca-kecelakaan

30 November 2013: Paul Walker Meninggal Pasca-kecelakaan

Global
Di Ambang Invasi Rusia, Ukraina Kini Merasa Jauh Lebih Kuat tapi Tak Mau Perang

Di Ambang Invasi Rusia, Ukraina Kini Merasa Jauh Lebih Kuat tapi Tak Mau Perang

Global
Ukraina: Rusia Sudah Siap Invasi, Bisa Terjadi dalam Sekejap Mata

Ukraina: Rusia Sudah Siap Invasi, Bisa Terjadi dalam Sekejap Mata

Global
Presiden China Xi Jinping Janji Beri 1 Miliar Dosis Vaksin Covid-19 ke Afrika

Presiden China Xi Jinping Janji Beri 1 Miliar Dosis Vaksin Covid-19 ke Afrika

Global
Pria AS Diduga Tembak Mati 4 Anaknya dan Nenek Mereka

Pria AS Diduga Tembak Mati 4 Anaknya dan Nenek Mereka

Global
Pfizer Mulai Racik Vaksin Covid-19 Khusus untuk Varian Omicron

Pfizer Mulai Racik Vaksin Covid-19 Khusus untuk Varian Omicron

Global
UPDATE Gempa Peru M 7,5: 12 Korban Luka, 117 Rumah Hancur, 2.400 Orang Kehilangan Tempat Tinggal

UPDATE Gempa Peru M 7,5: 12 Korban Luka, 117 Rumah Hancur, 2.400 Orang Kehilangan Tempat Tinggal

Global
Jelang Hari AIDS Sedunia, Tingkat Infeksi Belum Melambat Sesuai Target

Jelang Hari AIDS Sedunia, Tingkat Infeksi Belum Melambat Sesuai Target

Global
Vaksin Sekarang Mungkin Kurang Efektif Lawan Omicron, tapi Masih Ampuh Cegah Varian Lainnya

Vaksin Sekarang Mungkin Kurang Efektif Lawan Omicron, tapi Masih Ampuh Cegah Varian Lainnya

Global
Maraknya SMS Penipuan di Australia Rugikan Warga Rp 870 Miliar, Pemerintah Bertindak

Maraknya SMS Penipuan di Australia Rugikan Warga Rp 870 Miliar, Pemerintah Bertindak

Global
POPULER GLOBAL: Gejala Varian Omicron dan Gambar 3D Pertamanya

POPULER GLOBAL: Gejala Varian Omicron dan Gambar 3D Pertamanya

Global
Kenapa Israel dan Amerika Serikat Berhubungan Baik?

Kenapa Israel dan Amerika Serikat Berhubungan Baik?

Internasional
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.