Untuk Setiap Korban Meninggal Covid-19, India Bakal Bayar Rp 9,6 Juta

Kompas.com - 05/10/2021, 10:14 WIB
Kerabat dan relawan bersiap untuk mengkremasi orang-orang yang meninggal karena Covid-19 di area yang telah diubah menjadi krematorium di New Delhi, India, Sabtu (1/5/2021). India pada Sabtu mencetak rekor global harian lainnya dengan 401.993 kasus baru, menjadikan total kasus Covid-19 di sana lebih dari 19,1 juta. AP PHOTO/AMIT SHARMAKerabat dan relawan bersiap untuk mengkremasi orang-orang yang meninggal karena Covid-19 di area yang telah diubah menjadi krematorium di New Delhi, India, Sabtu (1/5/2021). India pada Sabtu mencetak rekor global harian lainnya dengan 401.993 kasus baru, menjadikan total kasus Covid-19 di sana lebih dari 19,1 juta.

NEW DELHI, KOMPAS.com - Pengadilan tinggi India menyetujui keputusan pemerintah untuk membayar korban meninggal Covid-19 sebesar Rp 9,6 juta per kematian.

Perintah mahkamah agung "Negeri Bollywood" muncul setelah pengacara korban mengajukan kompensasi berdasarkan aturan manajemen bencana.

Berdasarkan data resmi yang dipaparkan pemerintah, ada 447.000 orang yang mengembuskan napas terakhir karena virus corona.

Baca juga: Korban Meninggal Covid-19 di AS Capai 700.000 Orang, Biden Minta Vaksinasi Ditingkatkan

Tetapi, para pakar menduga jumlah sebenarnya korban meninggal Covid-19 mencapai 10 kali lipat lebih banyak dari data pemerintah.

Dugaan tersebut muncul dari perhitungan setelah memeriksa kematian yang berbeda, kemudian dibandingkan data tahun sebelumnya.

Pada Senin (4/10/2021), Hakim MR Shah menegaskan kerabat korban meninggal harus mendapatkan kompensasi.

Dilansir BBC, Hakim Shah menyatakan pemerintah India harus membayarkannya menggunakan skema apapun yang dipikirkan.

Mahkamah agung menekankan, pemberian ganti rugi tersebut harus dilakukan 30 hari setelah keluarga korban mengajukan aplikasi.

Pada Juni, sebuah petisi mendesak pengadilan untuk mengintervensi dalam pemberian skema ganti rugi bagi korban Covid-19.

Baca juga: Korban Meninggal Covid-19 di India Capai 400.000 Orang

Para pengaju petisi berargumen, corona secara khusus adalah bencana sehingga ganti rugi harus diberikan kepada korban.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang

Video Pilihan

Sumber BBC
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penembakan di Universitas Heidelberg Jerman Lukai Beberapa Orang, Pelaku Tewas

Penembakan di Universitas Heidelberg Jerman Lukai Beberapa Orang, Pelaku Tewas

Global
Piala Afrika: 6 Orang Tewas Terinjak-injak Saat Berebut Masuk Stadion Olembe

Piala Afrika: 6 Orang Tewas Terinjak-injak Saat Berebut Masuk Stadion Olembe

Global
POPULER GLOBAL: Penumpang Gelap di Roda Pesawat | Presiden Armenia Mundur

POPULER GLOBAL: Penumpang Gelap di Roda Pesawat | Presiden Armenia Mundur

Global
Temui Perwakilan Barat di Norwegia, Taliban Minta Aset Dicairkan

Temui Perwakilan Barat di Norwegia, Taliban Minta Aset Dicairkan

Global
Efek Ghozali: Bagaimana Cara Menjual NFT dan Apakah Transaksinya Aman?

Efek Ghozali: Bagaimana Cara Menjual NFT dan Apakah Transaksinya Aman?

Internasional
Wanita Ini Memaksa Seorang Ibu untuk Menjual Anaknya dengan Menawarkan Rp7,1 Miliar

Wanita Ini Memaksa Seorang Ibu untuk Menjual Anaknya dengan Menawarkan Rp7,1 Miliar

Global
Setelah Kisahnya Tersebar, Rohana Mengaku Dapat Tawaran Kuliah dari 2 Universitas di Malaysia

Setelah Kisahnya Tersebar, Rohana Mengaku Dapat Tawaran Kuliah dari 2 Universitas di Malaysia

Global
NASA: Letusan Gunung Api Tonga Ratusan Kali Lebih Kuat dari Bom Atom Hiroshima

NASA: Letusan Gunung Api Tonga Ratusan Kali Lebih Kuat dari Bom Atom Hiroshima

Global
China Cabut Lockdown di Xi'an Jelang Olimpiade Beijing

China Cabut Lockdown di Xi'an Jelang Olimpiade Beijing

Global
Pemburu Harta Karun Amatir Berhasil Gali Tumpukan Emas Celtic Berusia 2.000 Tahun

Pemburu Harta Karun Amatir Berhasil Gali Tumpukan Emas Celtic Berusia 2.000 Tahun

Global
Jean-Jacques Savin, Petualang Perancis Tewas dalam Misi Mendayung Solo Melintasi Atlantik

Jean-Jacques Savin, Petualang Perancis Tewas dalam Misi Mendayung Solo Melintasi Atlantik

Global
Selama 2021, China Menghukum Lebih dari 600.000 Pejabat, Ini Alasannya

Selama 2021, China Menghukum Lebih dari 600.000 Pejabat, Ini Alasannya

Global
UEA Cegat 2 Rudal Balistik yang Ditembakkan Houthi dari Yaman

UEA Cegat 2 Rudal Balistik yang Ditembakkan Houthi dari Yaman

Global
China Terbangkan 39 Pesawat Tempur ke ADIZ Taiwan, Terbanyak Kedua yang Tercatat

China Terbangkan 39 Pesawat Tempur ke ADIZ Taiwan, Terbanyak Kedua yang Tercatat

Global
Usai Mundur dari Pilpres Italia, Silvio Berlusconi Masuk Rumah Sakit Lagi

Usai Mundur dari Pilpres Italia, Silvio Berlusconi Masuk Rumah Sakit Lagi

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.