Kompas.com - 04/10/2021, 15:48 WIB
Foto dari Kementerian Pertahanan Korea Selatan memperlihatkan seorang petugas militer yang tak disebut namanya melakukan uji coba panggilan dengan petugas Korea Utara, melalui hotline lintas perbatasan yang dibuka kembali setelah lebih dari setahun terputus, pada Senin (4/10/2021). KEMENTERIAN PERTAHANAN KOREA SELATAN via APFoto dari Kementerian Pertahanan Korea Selatan memperlihatkan seorang petugas militer yang tak disebut namanya melakukan uji coba panggilan dengan petugas Korea Utara, melalui hotline lintas perbatasan yang dibuka kembali setelah lebih dari setahun terputus, pada Senin (4/10/2021).

SEOUL, KOMPAS.com - Korea Utara dan Korea Selatan memulihkan kembali hotline lintas perbatasan, kata Seoul pada Senin (4/10/2021).

Pemulihan hotline Korut-Korsel ini juga ditandai dengan para petugas yang saling menelepon untuk pertama kalinya sejak Agustus 2020.

Hotline Korsel-Korut dipulihkan kembali beberapa hari setelah Pyongyang memicu kekhawatiran internasional, dengan serangkaian uji coba rudal dalam rentang beberapa minggu.

Baca juga: Setelah Rudal Hipersonik, Korea Utara Tes Rudal Anti-pesawat

Dewan Keamanan PBB sampai mengadakan pertemuan darurat untuk membahas uji coba tersebut.

Kementerian Unifikasi Seoul mengonfirmasi, para pejabat dari kedua Korea melakukan panggilan telepon pertama mereka sejak Agustus pada Senin pagi.

"Dengan pemulihan jalur komunikasi Selatan-Utara, pemerintah mengevaluasi bahwa landasan untuk memulihkan hubungan antar-Korea telah disediakan," kata kementerian itu dalam pernyataan yang dikutip AFP.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Pemerintah berharap... untuk segera melanjutkan dialog dan memulai diskusi praktis guna memulihkan hubungan antar-Korea," tambahnya.

Sebelumnya, pada hari yang sama Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong Un menyatakan niat untuk memulihkan jalur komunikasi utara-selatan yang terputus," tulis kantor berita Pemerintah Korea Utara, KCNA.

Mereka juga melaporkan, langkah itu merupakan upaya membangun perdamaian abadi di semenanjung Korea.

Kedua Korea sudah mengisyaratkan pencairan hubungan pada akhir Juli dengan mengumumkan pemulihan komunikasi lintas batas, yang terputus selama lebih dari setahun.

Namun pemulihan itu hanya berlangsung sebentar karena Korea Utara berhenti menjawab telepon dua minggu kemudian.

Baca juga: Kim Yo Jong: Korut Terbuka untuk Akhiri Perang Korea dengan Korsel

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.