Kompas.com - 03/10/2021, 18:41 WIB
Potongan video dari kantor berita China CCTV yang dirilis AFP menunjukkan seorang tentara China merentangkan tangan, sementara serombongan balatentara India mendatanginya. China merilis video detik-detik militer dua negara terlibat adu jotos di Lembah Galwan pada Juni 2020. China mengakui empat tentaranya tewas, sementara India 20 personelnya terbunuh. AFP VIDEO/CCTVPotongan video dari kantor berita China CCTV yang dirilis AFP menunjukkan seorang tentara China merentangkan tangan, sementara serombongan balatentara India mendatanginya. China merilis video detik-detik militer dua negara terlibat adu jotos di Lembah Galwan pada Juni 2020. China mengakui empat tentaranya tewas, sementara India 20 personelnya terbunuh.

NEW DELHI, KOMPAS.com - Panglima militer India pada Sabtu (2/10/2021) mengatakan, China mengirim pasukan ke perbatasan mereka yang disengketakan dalam jumlah yang cukup besar.

Untuk menanggapinya, India juga mengerahkan tentara dengan jumlah yang sama ke perbatasan tersebut menurut pemberitaan AFP.

Ketegangan tinggi antara dua negara bersenjata nuklir ini adalah lanjutan dari bentrokan di Lembah Galwan yang strategis pada Juni 2020.

Baca juga: Lembah Galwan, Kawasan Tinggi dan Sangat Dingin, Mengapa Diperebutkan?

Setelah konflik tersebut, India dan China mengerahkan puluhan ribu pasukan tambahan ke Lembah Galwan yang terletak di Ladakh, Himalaya.

Kemudian dalam ketegangan terbaru, Jenderal Manoj Mukund Naravane mengatakan kepada wartawan di Ladakh, bahwa kehadiran pasukan China di sepanjang perbatasan 3.500 kilometer itu meningkat dalam jumlah yang cukup besar dan menjadi masalah yang memprihatinkan.

Naravane berkata, militer India sedang membangun pasukannya di sepanjang perbatasan sebagai tanggapan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kami juga mengerahkan persenjataan canggih. Kami kuat, cukup siap untuk menghadapi segala kemungkinan," katanya seperti dikutip surat kabar Times of India.

India dan China sudah mengadakan pembicaraan militer tingkat tinggi sejak bentrokan pada Juni 2020, dan Naravane menyebut pertemuan lain diharapkan terlaksana minggu depan.

Baca juga: Terungkap, Inilah Bangunan Baru yang Didirikan China di Lembah Galwan

Komentarnya muncul beberapa hari setelah juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Hua Chunying, menuduh tentara India secara ilegal melintasi perbatasan ke wilayah China.

Akan tetapi, tuduhan tersebut menurut India tidak memiliki dasar fakta.

Media lokal pekan lalu melaporkan, mengutip sumber yang tidak disebutkan namanya, bahwa hampir 100 tentara China melintasi perbatasan ke negara bagian Uttarakhand selama beberapa jam pada akhir Agustus.

India dan China, yang terlibat dalam perang perbatasan besar pada 1962, sejak lama saling menuduh berupaya menduduki wilayah di sepanjang perbatasan tidak resmi mereka, yang dikenal sebagai Garis Kontrol Aktual.

Baca juga: Secara Sepihak, China Klaim Lembah Galwan yang Diperebutkan dengan India

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.