Kompas.com - 03/10/2021, 14:46 WIB
Foto tangkapan layar yang diambil dari tayangan stasiun televisi Korea Utara, KCTV, pada 1 Agustus 2019, yang memperlihatkan siluet Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un sedang melihat peluncuran rudal balistik di lokasi yang tidak diketahui. AFP PHOTO / HANDOUT / KCTVFoto tangkapan layar yang diambil dari tayangan stasiun televisi Korea Utara, KCTV, pada 1 Agustus 2019, yang memperlihatkan siluet Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un sedang melihat peluncuran rudal balistik di lokasi yang tidak diketahui.

PYONGYANG, KOMPAS.com – Korea Utara mengatakan pada Minggu (3/10/2021) bahwa Dewan Keamanan PBB menerapkan standar ganda atas kegiatan militer negara-negara anggota.

Pernyataan tersebut disampaikan Direktur Departemen Organisasi Internasional Kementerian Luar Negeri Korea Utara Jo Chol Su sebagaimana diwartakan KCNA.

Sebelumnya, Dewan Keamanan PBB menggelar rapat tertutup pada Jumat (1/10/2021) atas permintaan Amerika Serikat (AS).

Baca juga: Setelah Rudal Hipersonik, Korea Utara Tes Rudal Anti-pesawat

Rapat tersebut membahas peluncuran rudal yang dilakukan Korea Utara sebagaimana dilansir Reuters.

Pertemuan itu terjadi sehari setelah Pyongyang menembakkan rudal anti-pesawat yang baru mereka kembangkan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Rudal itu adalah yang terbaru dari serangkaian uji coba misil yang dilancarkan Pyongyang, termasuk peluncuran rudal hipersonik, rudal balistik, dan rudal jelajah.

Baca juga: Uji Coba Terbaru, Korea Utara Luncurkan Rudal Anti-pesawat

Jo Chol Su mengatakan, rapat Dewan Keamanan PBB tersebut secara terbuka mengabaikan kedaulatan negaranya.

Dia menuding Dewan Keamanan PBB memiliki standar ganda soal uji coba senjata yang dilakukan negara-negara anggota PBB.

Pasalnya, Dewan Keamanan PBB diam seribu bahasa ketika AS menggelar latihan gabungan dan melakukan uji coba senjata.

Jo Chol Su juga menuturkan dewan tersebut mempermasalahkan kegiatan “bela diri” yang dilakukan Korea Utara.

Baca juga: Naik Pangkat, Adik Perempuan Kim Jong Un Tempati Pos Teratas di Pemerintahan Korea Utara

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

4 Negara Sekitar Indonesia Umumkan Kasus Varian Omicron, Terbaru Malaysia dan Singapura

4 Negara Sekitar Indonesia Umumkan Kasus Varian Omicron, Terbaru Malaysia dan Singapura

Global
POPULER GLOBAL: Obat Covid GSK Diyakini Ampuh Lawan Omicron | Cadangan Migas Natuna

POPULER GLOBAL: Obat Covid GSK Diyakini Ampuh Lawan Omicron | Cadangan Migas Natuna

Global
Benarkah Impor Makanan dari Australia Bisa Turunkan Harga Pangan di Indonesia?

Benarkah Impor Makanan dari Australia Bisa Turunkan Harga Pangan di Indonesia?

Global
Angela Merkel Pamit, Diiringi Lagu Punk dan Hati Lapang

Angela Merkel Pamit, Diiringi Lagu Punk dan Hati Lapang

Global
Kremlin: Ukraina Ingin Merebut Crimea Sama Saja Ancaman bagi Rusia

Kremlin: Ukraina Ingin Merebut Crimea Sama Saja Ancaman bagi Rusia

Global
Kronologi Masuknya Varian Omicron di Malaysia, Lebih Dulu daripada Pengumuman WHO

Kronologi Masuknya Varian Omicron di Malaysia, Lebih Dulu daripada Pengumuman WHO

Global
Belajar Tak Kenal Usia, Nenek 104 Tahun Berhasil Membaca dan Menulis

Belajar Tak Kenal Usia, Nenek 104 Tahun Berhasil Membaca dan Menulis

Global
Kata CDC Afrika soal Omicron: Tetap Tenang, Tak Perlu Panik

Kata CDC Afrika soal Omicron: Tetap Tenang, Tak Perlu Panik

Global
Tesla Boyong Kantor Pusat ke Pabrik Raksasa di Texas

Tesla Boyong Kantor Pusat ke Pabrik Raksasa di Texas

Global
Australia Tunda Kedatangan Pelajar dari Indonesia, tapi Ada yang Bisa Datang

Australia Tunda Kedatangan Pelajar dari Indonesia, tapi Ada yang Bisa Datang

Global
KBRI Roma Terus Tingkatkan Potensi Kerja Sama Indonesia-Italia di Berbagai Bidang

KBRI Roma Terus Tingkatkan Potensi Kerja Sama Indonesia-Italia di Berbagai Bidang

Global
Genjot Ekspor Kopi Indonesia ke Rusia, KBRI Moskwa Gelar Festival Kopi Ketiga

Genjot Ekspor Kopi Indonesia ke Rusia, KBRI Moskwa Gelar Festival Kopi Ketiga

Global
China Senggol Natuna, Berapa Cadangan Migasnya?

China Senggol Natuna, Berapa Cadangan Migasnya?

Global
Pemicu Pembekuan Darah dari Vaksin AstraZeneca Ditemukan, Begini Paparan Peneliti...

Pemicu Pembekuan Darah dari Vaksin AstraZeneca Ditemukan, Begini Paparan Peneliti...

Global
Varian Omicron: WHO Peringatkan Asia-Pasifik soal Potensi Lonjakan Covid

Varian Omicron: WHO Peringatkan Asia-Pasifik soal Potensi Lonjakan Covid

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.