Kompas.com - 03/10/2021, 14:16 WIB
Foto yang diambil pada 7 Desember 2017 ini menunjukkan para buruh India memuat batu bara ke truk di sebuah tambang terbuka di Dhanbad, Negara Bagian Jharkhand, India timur. Ratusan juta orang di India terpaksa hidup dengan dampak dari energi paling kotor, batu bara, di mana pemerintah menyalahkan kurangnya dana untuk meningkatkan produksi listrik dari sumber yang lebih hijau. AFPFoto yang diambil pada 7 Desember 2017 ini menunjukkan para buruh India memuat batu bara ke truk di sebuah tambang terbuka di Dhanbad, Negara Bagian Jharkhand, India timur. Ratusan juta orang di India terpaksa hidup dengan dampak dari energi paling kotor, batu bara, di mana pemerintah menyalahkan kurangnya dana untuk meningkatkan produksi listrik dari sumber yang lebih hijau.

NEW DELHI, KOMPAS.com – Pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) di India saling berebut pasokan batu bara karena stok di dalam negeri mencapai tingkat yang sangat rendah.

Pada 29 September, 16 dari 135 PLTU batu bara di India kehabisan stok “emas hitam” menurut laporan Central Electricity Authority (CEA).

Lebih dari setengah dari total PLTU di India memiliki stok batu bara yang hanya mampu bertahan selama kurang dari tiga hari.

Baca juga: Dilanda Krisis Energi, Pejabat China Teriak Minta Batu Bara Indonesia

PLTU batu bara berkontribusi lebih dari 70 persen output listrik India. PLTU juga merupakan konsumen batu bara terbesar di India.

Padahal, permintaan energi listrik dari sektor industri di India sedang melonjak setelah gelombang kedua Covid-19 menerjang negara tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain itu, kesenjangan harga yang melebar antara harga batu bara dalam negeri yang lebih rendah dibandingkan harga global, membuat konsumen batu bara menghindari impor.

Perusahaan Coal India yang dikelola negara memproduksi lebih dari 80 persen batu bara di India sebagaimana dilansir Reuters, Sabtu (2/10/2021).

Baca juga: China Setop Pendanaan Proyek Batu Bara di Luar Negeri, Indonesia Akan Terdampak

Pada Rabu (29/9/2021), perusahaan mengatakan bahwa kenaikan harga batu bara global dan melonjaknya biaya pengiriman membuat PLTU yang biasanya mengimpor batu bara mengurangi produksinya.

Kondisi membuat PLTU yang biasa menggunakan batu bara dalam negeri semakin tertekan karena diminta untuk meningkatkan output.

India adalah importir, konsumen, dan produsen batu bara terbesar kedua. Negara ini memiliki cadangan batu bara terbesar keempat di dunia.

Di sisi lain, perusahaan analis dan penelitian CRISIL memperkirakan harga batu bara termal dari Australia dan Indonesia akan meningkat selama sisa tahun fiskal ini.

Baca juga: Sumbang Emisi Terbesar, PLTU Batu Bara Harus Dipensiunkan Lebih Cepat

Halaman:

Video Pilihan

Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rusia Umumkan Kasus Pertama Varian Omicron: 2 Warga dari Afrika Selatan

Rusia Umumkan Kasus Pertama Varian Omicron: 2 Warga dari Afrika Selatan

Global
Giliran Argentina Laporkan Kasus Pertama Varian Omicron

Giliran Argentina Laporkan Kasus Pertama Varian Omicron

Global
100-an Kucing Ditemukan Mati di Sebuah Rumah di Perancis

100-an Kucing Ditemukan Mati di Sebuah Rumah di Perancis

Global
Siapakah Orang Pertama yang Menerbangkan Pesawat?

Siapakah Orang Pertama yang Menerbangkan Pesawat?

Internasional
Pria Nekat Ingin Masuk Kandang Singa untuk Ambil Berlian, Pengunjung Ikut Panik

Pria Nekat Ingin Masuk Kandang Singa untuk Ambil Berlian, Pengunjung Ikut Panik

Global
Aung San Suu Kyi Dipenjara 4 Tahun, PBB: Persidangan Palsu, Bermotif Politik

Aung San Suu Kyi Dipenjara 4 Tahun, PBB: Persidangan Palsu, Bermotif Politik

Global
Aung San Suu Kyi Dipenjara 4 Tahun, Inggris Kecam Junta Myanmar

Aung San Suu Kyi Dipenjara 4 Tahun, Inggris Kecam Junta Myanmar

Global
Pencipta Asterix Wafat Tinggalkan Komik yang Belum Selesai, Akan Diteruskan Putrinya

Pencipta Asterix Wafat Tinggalkan Komik yang Belum Selesai, Akan Diteruskan Putrinya

Global
Sejarah Penerbangan Dunia, dari Balon Udara hingga Roket

Sejarah Penerbangan Dunia, dari Balon Udara hingga Roket

Internasional
Menilik Simulasi Sidang Model ASEAN yang Diikuti Anak Muda Indonesia Secara Virtual

Menilik Simulasi Sidang Model ASEAN yang Diikuti Anak Muda Indonesia Secara Virtual

Global
Hilang Hampir Seminggu di Pedalaman, 2 Remaja Ini Selamat Tanpa Air Minum

Hilang Hampir Seminggu di Pedalaman, 2 Remaja Ini Selamat Tanpa Air Minum

Global
Nikahi Lagi Mantan Istri yang Sakit Parah, Chen Siap Donasi Ginjal dan Jual Rumah

Nikahi Lagi Mantan Istri yang Sakit Parah, Chen Siap Donasi Ginjal dan Jual Rumah

Global
75.000 Orang Meninggal, Oktober Bulan Paling Mematikan dalam Pandemi Covid-19 Rusia

75.000 Orang Meninggal, Oktober Bulan Paling Mematikan dalam Pandemi Covid-19 Rusia

Global
KBRI Beijing Gelar Media Gathering, Ini yang Disampaikan Dubes RI untuk China

KBRI Beijing Gelar Media Gathering, Ini yang Disampaikan Dubes RI untuk China

Global
Resmi, Aung San Suu Kyi Dipenjara 4 Tahun oleh Junta Myanmar

Resmi, Aung San Suu Kyi Dipenjara 4 Tahun oleh Junta Myanmar

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.