Kompas.com - 01/10/2021, 06:07 WIB
Pengungsi melarikan diri dari konflik di wilayah Tigray, Etiopia, menuju Sudan. Foto diambil pada 14 November 2020. REUTERS/EL TAYAEB SIDDIG via DW INDONESIAPengungsi melarikan diri dari konflik di wilayah Tigray, Etiopia, menuju Sudan. Foto diambil pada 14 November 2020.

ADDIS ABABA, KOMPAS.com – Etiopia mengusir tujuh staf senior PBB dari negaranya karena menganggap mereka campur tangan dalam urusan dalam negeri.

Ancaman tersebut dikeluarkan Kementerian Luar Negeri Etiopia pada Kamis (30/9/2021) sebagaimana dilansir AFP.

Pengumuman itu disampaikan setelah para pekerja bantuan PBB tersebut berbicara mengenai akses kemanusiaan ke wilayah Tigray yang dilanda konflik.

Baca juga: Situs Warisan Dunia Abad Pertengahan di Ethiopia Jatuh di Tangan Pemberontak Tigray

Kementerian Luar Negeri Etiopia mengatakan, pihaknya mengeluarkan persona non grata untuk tujuh orang tersebut di Etiopia karena ikut campur dalam urusan dalam negeri.

"Menurut surat yang ditujukan kepada masing-masing dari tujuh orang yang tercantum di bawah ini, semuanya harus meninggalkan wilayah Etiopia dalam 72 jam ke depan," tulis Kementerian Luar Negeri Etiopia di Facebook.

Pernyataan itu menyebutkan tujuh staf yang bekerja untuk berbagai badan PBB. Salah satu staf yang diusir adalah koordinator kemanusiaan PBB untuk Etiopia, Grant Leaity.

Baca juga: Sekitar 50 Mayat Orang Tigray Ditemukan Mengambang di Sungai Sudan

Konflik Tigray

Tigray, wilayah paling utara Etiopia, telah terperosok dalam konflik sejak November 2020.

PBB sebelumnya memperkirakan bahwa 400.000 orang menghadapi situasi kritis seperti kelaparan di sana. Ketakutan akan kematian akibat kelaparan di sana juga semakin meningkat.

Organisasi internasional tersebut menambahkan, wilayah Tigray masih berada di bawah blokade de facto.

Baca juga: Etiopia Umumkan Gencatan Senjata Sepihak di Tigray

PBB juga memperingatkan adanya malapetaka ketika pertempuran antara pasukan Etiopia melawan Front Pembebasan Rakyat Tigray (TPLF) telah menyebar ke daerah-daerah tetangga.

Pada September, Leaity mengutarakan bahwa stok bantuan, uang tunai, dan bahan bakar di Tigray sangat minim. Bahkan stok makanan di sana telah habis pada akhir Agustus.

Pihak berwenang Etiopia dan TPLF masing-masing saling menuduh menghalangi penyaluran bantuan yang berusaha mencapai Tigray.

Ketika perang telah meluas dan merenggut ribuan nyawa, krisis kemanusiaan di sana semakin dalam.

Baca juga: Serangan Udara Etiopia di Pasar Tigray: 64 Orang Tewas, 180 Luka-luka

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Korea Utara Mengaku Luncurkan Rudal Lagi, Total 6 Uji Coba dalam Sebulan

Korea Utara Mengaku Luncurkan Rudal Lagi, Total 6 Uji Coba dalam Sebulan

Global
Israel Sediakan Vaksin Covid-19 Dosis Keempat untuk Orang Rentan 18 Tahun ke Atas

Israel Sediakan Vaksin Covid-19 Dosis Keempat untuk Orang Rentan 18 Tahun ke Atas

Global
Ukraina Sebut Pasukan Rusia Tak Cukup Lancarkan Serangan Besar-besaran

Ukraina Sebut Pasukan Rusia Tak Cukup Lancarkan Serangan Besar-besaran

Global
Petinggi Perusahaan di Jepang Kaget Ibu Kota Negara Indonesia Dipindah ke Kalimantan

Petinggi Perusahaan di Jepang Kaget Ibu Kota Negara Indonesia Dipindah ke Kalimantan

Global
Omicron Mengganas, Mayoritas Kasus Covid-19 di Inggris Infeksi Ulang

Omicron Mengganas, Mayoritas Kasus Covid-19 di Inggris Infeksi Ulang

Global
Hanya Tawarkan Helm untuk Ukraina, Jerman Diolok-olok Warganya Sendiri

Hanya Tawarkan Helm untuk Ukraina, Jerman Diolok-olok Warganya Sendiri

Global
Film Dokumenter Ungkap Pembantaian Warga Palestina oleh Israel

Film Dokumenter Ungkap Pembantaian Warga Palestina oleh Israel

Global
Presiden Terpilih Honduras Ingin Pertahankan Hubungan dengan Taiwan

Presiden Terpilih Honduras Ingin Pertahankan Hubungan dengan Taiwan

Global
POPULER GLOBAL: Warga Afghanistan Jual Anak dan Ginjal untuk Makan | AS Cari Bantuan ke Qatar Amankan Gas ke Eropa

POPULER GLOBAL: Warga Afghanistan Jual Anak dan Ginjal untuk Makan | AS Cari Bantuan ke Qatar Amankan Gas ke Eropa

Global
Separatis Ukraina Desak Rusia Kirim Senjata Modern untuk Perang, Bukan Senapan Era Soviet

Separatis Ukraina Desak Rusia Kirim Senjata Modern untuk Perang, Bukan Senapan Era Soviet

Global
Kremlin: AS Tidak Bahas Pandangan Rusia di Proposal untuk Ukraina

Kremlin: AS Tidak Bahas Pandangan Rusia di Proposal untuk Ukraina

Global
Ukraina Sambut Baik Rencana Rusia Lanjutkan Pembicaraan pada Awal Februari

Ukraina Sambut Baik Rencana Rusia Lanjutkan Pembicaraan pada Awal Februari

Global
Untidar Magelang Perkuat Kemitraan Global Lewat Kerja Sama dengan Perguruan Tinggi Belarus

Untidar Magelang Perkuat Kemitraan Global Lewat Kerja Sama dengan Perguruan Tinggi Belarus

Global
Kisah Misteri Brother Home, Penampungan Brutal yang Simpan Rahasia Kelam Korea Selatan

Kisah Misteri Brother Home, Penampungan Brutal yang Simpan Rahasia Kelam Korea Selatan

Global
IOC Akan Temui Peng Shuai, Bintang Tenis China yang 'Hilang', di Olimpiade Beijing

IOC Akan Temui Peng Shuai, Bintang Tenis China yang "Hilang", di Olimpiade Beijing

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.