Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Israel Tunda Penggusuran Desa Berpenduduk 200 Orang di Tepi Barat

Kompas.com - 30/09/2021, 05:41 WIB
Danur Lambang Pristiandaru

Penulis

Sumber AFP

TEL AVIV, KOMPAS.com – Pengadilan tinggi Israel menyetujui penundaan penggusuran desa Khan al-Ahmar di daerah Tepi Barat yang diduduki.

Keputusan tersebut diumumkan pada Rabu (29/9/2021) setelah pemerintah Israel terperosok dalam pertempuran hukum dengan kelompok sayap kanan Israel atas usulan pembongkaran Khan al-Ahmar.

Khan al-Ahmar terletak di sebelah timur Yerusalem, searah dengan jalan menuju Laut Mati sebagaimana dilansir AFP.

Baca juga: Politisi Palestina, Khalida Jarrar, Akhirnya Dibebaskan dari Penjara Israel Setelah Hampir 2 Tahun

Tiga tahun lalu, muncul rencana untuk merelokasi penduduk desa tersebut dan bangunannya akan digusur karena dianggap dibangun secara ilegal.

Namun, kesepakatan dalam menentukan lokasi alternatif untuk merelokasi penduduk menemui jalan buntu.

Nasib Khan al-Ahmar lantas menarik perhatian internasional. Negara-negara Eropa berseru kepada Israel untuk tidak melanjutkan rencana penggusuran desa tersebut.

Pada Oktober 2018, kantor mantan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu membekukan rencana pembongkaran Khan al-Ahmar.

Baca juga: Israel Ingin Perkuat Hubungan dengan UEA dan Bahrain

Pada 2019, kelompok sayap kanan Israel yang mendukung pemukiman Yahudi, Regavin, mengajukan petisi ke Mahkamah Agung.

Petisi tersebut berisi tuntutan agar pemerintah Israel menegakkan komitmen sebelumnya untuk menggusur Khan al-Ahmar.

Pemerintah Israel lantas berulang kali meminta lebih banyak waktu untuk menyampaikan tanggapannya. Pengadilan lalu menetapkan 5 September 2021 sebagai tenggat waktu.

Pada 5 September, pemerintah Israel meminta pengadilan untuk memperpanjang tenggat waktu selama enam bulan lagi dengan alasan adanya kemajuan dalam masalah tersebut.

Baca juga: Proses Perbaikan Gaza Pasca Serangan 11 Hari Israel Akan Dimulai Oktober, Ini Rinciannya

Padai Rabu, panel tiga hakim akhirnya memperpanjang penundaan penggusuran Khan al-Ahmar.

Hakim Noam Sohlberg mengatakan, pengadilan menerima klaim pemerintah Israel dan meminta update mengenai masalah tersebut pada Maret.

Di sisi lain, komunitas internasional memperingatkan Israel bahwa menghancurkan desa yang berpenduduk sekitar 200 jiwa tersebut merupakan pelanggaran hukum internasional.

Baca juga: Mengenal Deklarasi Balfour, Pemicu Utama Konflik Israel-Palestina

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Sumber AFP
Video rekomendasi
Video lainnya

Terkini Lainnya

Asosiasi Dokter Korea Selatan: Jika Pemerintah Tak Mengalah, Sistem Perawatan Kesehatan Bisa Runtuh

Asosiasi Dokter Korea Selatan: Jika Pemerintah Tak Mengalah, Sistem Perawatan Kesehatan Bisa Runtuh

Global
DPR AS Gelar Pemungutan Suara untuk Beri Persetujuan Bantuan ke Ukraina

DPR AS Gelar Pemungutan Suara untuk Beri Persetujuan Bantuan ke Ukraina

Global
Jerman Akan Kirim Fregat 'Hamburg' untuk Lindungi Kapal-kapal di Laut Merah

Jerman Akan Kirim Fregat "Hamburg" untuk Lindungi Kapal-kapal di Laut Merah

Global
Kapal Terbalik di India, 7 Orang Tewas

Kapal Terbalik di India, 7 Orang Tewas

Global
Jumlah Korban Tewas di Gaza Tembus 34.049 Orang, Gencatan Senjata Dinantikan

Jumlah Korban Tewas di Gaza Tembus 34.049 Orang, Gencatan Senjata Dinantikan

Global
Apa Sebenarnya Penyebab Ledakan Pangkalan Militer di Irak?

Apa Sebenarnya Penyebab Ledakan Pangkalan Militer di Irak?

Global
Warga Ini Sudah Masak Banyak dan Pasang Tenda untuk Halal Bihalal Lebaran, Ternyata Teman-temannya Ingkar Datang

Warga Ini Sudah Masak Banyak dan Pasang Tenda untuk Halal Bihalal Lebaran, Ternyata Teman-temannya Ingkar Datang

Global
Arab Saudi dan Beberapa Negara Menyesal Upaya Palestina Jadi Anggota PBB Gagal

Arab Saudi dan Beberapa Negara Menyesal Upaya Palestina Jadi Anggota PBB Gagal

Global
Dalam Sehari, 2 Calon Wali Kota di Meksiko Dilaporkan Tewas

Dalam Sehari, 2 Calon Wali Kota di Meksiko Dilaporkan Tewas

Global
Korea Utara Kembali Uji Coba Hulu Ledak Superbesar

Korea Utara Kembali Uji Coba Hulu Ledak Superbesar

Global
Perang di Sudan, PBB: 800 Ribu Warga Berada dalam Bahaya Ekstrem

Perang di Sudan, PBB: 800 Ribu Warga Berada dalam Bahaya Ekstrem

Global
Hari Ini, Pemimpin Hamas Adakan Pembicaraan dengan Turkiye

Hari Ini, Pemimpin Hamas Adakan Pembicaraan dengan Turkiye

Global
Rangkuman Hari ke-786 Serangan Rusia ke Ukraina: Drone Ukraina Gempur Belgorod | Zelensky Terus Desak NATO

Rangkuman Hari ke-786 Serangan Rusia ke Ukraina: Drone Ukraina Gempur Belgorod | Zelensky Terus Desak NATO

Global
Drone Ukraina Serang Belgorod, 2 Warga Sipil Tewas

Drone Ukraina Serang Belgorod, 2 Warga Sipil Tewas

Global
Konsulat Iran di Paris Diancam Akan Diledakkan, Polisi Turun Tangan

Konsulat Iran di Paris Diancam Akan Diledakkan, Polisi Turun Tangan

Global
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com