TKI 3 Tahun Kerja Paksa Tak Dibayar di Malaysia, Dianiaya dan Ditendang Wajahnya

Kompas.com - 28/09/2021, 11:08 WIB
Ilustrasi penyiksaan pada perempuan. ShutterstockIlustrasi penyiksaan pada perempuan.

AYER TAWAR, KOMPAS.com - Seorang perempuan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang menjadi Asisten Rumah Tangga (ART) di Ayer Tawar, Perak, Malaysia, diyakini menjadi korban pelecehan dan kerja paksa oleh majikannya.

TKI itu kemudian diselamatkan oleh aparat setempat dalam operasi pada Kamis (23/9/2021).

Kasus ini dilaporkan oleh Kementerian Sumber Daya Manusia Malaysia, yang mengatakan bahwa selain melakukan berbagai bentuk pelecehan, majikan TKI itu juga dilaporkan tidak membayar gajinya selama tiga tahun dengan total sekitar 25.000 ringgit (Rp 85,2 juta) pada 2018-2021.

Baca juga: TKI Parti Liyani Akhirnya Pulang ke Indonesia Setelah 4 Tahun

Pernyataan Kementerian Sumber Daya Manusia Malaysia tentang kasus TKI yang dianiaya dan tidak digaji selama tiga tahun di Ayer Tawar, Perak, Malaysia.KEMENTERIAN SUMBER DAYA MANUSIA MALAYSIA via WORLD OF BUZZ Pernyataan Kementerian Sumber Daya Manusia Malaysia tentang kasus TKI yang dianiaya dan tidak digaji selama tiga tahun di Ayer Tawar, Perak, Malaysia.
Kementerian tersebut melanjutkan, "Majikan/tersangka juga mengeksploitasi korban dengan mengancamnya karena dia bukan pekerja berdokumen dan seringkali memarahinya jika dia ingin kembali ke negaranya."

Mereka menjelaskan, penyelamatan wanita tersebut merupakan bagian dari operasi penyelamatan terpadu oleh Departemen Tenaga Kerja (JTK), Satgas MAPO, dan kepolisian, yang dilakukan menyusul pengaduan dan informasi dari KBRI Kuala Lumpur pada Senin (20/9/2021).

"Korban dianiaya secara fisik, yaitu ditendang di wajah saat meminta gajinya."

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dilaporkan bahwa perempuan tersebut masuk ke Malaysia secara legal dengan izin kerja sebagai ART pada Juni 2003 melalui agen yang dikenalnya.

Setelah dia mendapatkan pekerjaan, dana 350 ringgit (Rp 1,19 juta) per bulan dipotong dari gaji korban selama empat bulan sebagai pembayaran kepada agen.

Baca juga: Bunuh Majikan, TKI Daryati Terbebas dari Hukuman Mati di Singapura

Pernyataan lanjutan Kementerian Sumber Daya Manusia Malaysia tentang kasus TKI yang dianiaya dan tidak digaji selama tiga tahun di Ayer Tawar, Perak, Malaysia.KEMENTERIAN SUMBER DAYA MANUSIA MALAYSIA via WORLD OF BUZZ Pernyataan lanjutan Kementerian Sumber Daya Manusia Malaysia tentang kasus TKI yang dianiaya dan tidak digaji selama tiga tahun di Ayer Tawar, Perak, Malaysia.
"Korban tidak mengetahui hal ini karena menyerahkan semuanya kepada agen dan tidak ada kontrak tertulis mengenai proses kerja, termasuk pembayaran kepada agen," demikian bunyi keterangan tersebut yang dikutip dari World of Buzz, Senin (27/9/2021)

Dikatakan juga bahwa izin kerja resmi perempuan itu berakhir pada Juni 2020. Oleh karena itu, ia diklasifikasikan sebagai kerja paksa karena bekerja tanpa bayaran, ditolak kembali ke negara asalnya, dan dianiaya.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kabar Dunia Sepekan: Covid-19 Merebak Lagi di China | Kotoran Manusia Jatuh dari Pesawat

Kabar Dunia Sepekan: Covid-19 Merebak Lagi di China | Kotoran Manusia Jatuh dari Pesawat

Global
Media Asing Soroti Keterlibatan Inggris dalam Pembantaian 1965-1966 di Indonesia

Media Asing Soroti Keterlibatan Inggris dalam Pembantaian 1965-1966 di Indonesia

Global
Sejarah Shuttlecock dalam Permainan Badminton

Sejarah Shuttlecock dalam Permainan Badminton

Internasional
Sejarah Sistem Poin Badminton dari 1877-Sekarang

Sejarah Sistem Poin Badminton dari 1877-Sekarang

Internasional
Sejarah BWF, Induk Bulu Tangkis Dunia dari Proses Unifikasi

Sejarah BWF, Induk Bulu Tangkis Dunia dari Proses Unifikasi

Internasional
Peraturan dan Teknik Dasar Badminton, Tak Boleh Asal Pukul

Peraturan dan Teknik Dasar Badminton, Tak Boleh Asal Pukul

Internasional
Sejarah Badminton, Dimainkan Sejak Ribuan Tahun Lalu

Sejarah Badminton, Dimainkan Sejak Ribuan Tahun Lalu

Internasional
Penemuan Mumi Khuwy Ungkap Mumifikasi Canggih dari Kerajaan Lama Mesir yang Tak Terduga

Penemuan Mumi Khuwy Ungkap Mumifikasi Canggih dari Kerajaan Lama Mesir yang Tak Terduga

Global
Video Sorak-sorai Warga Melbourne Setelah Lockdown Terlama di Dunia Akhirnya Dibuka

Video Sorak-sorai Warga Melbourne Setelah Lockdown Terlama di Dunia Akhirnya Dibuka

Global
Sejarah Chichen Itza, Kota dari Peradaban Suku Maya di Yucatan

Sejarah Chichen Itza, Kota dari Peradaban Suku Maya di Yucatan

Internasional
Gubernur Baru Iran Ditampar di Atas Panggung Saat Menyampaikan Pidato Pelantikan

Gubernur Baru Iran Ditampar di Atas Panggung Saat Menyampaikan Pidato Pelantikan

Global
Perusahaan Hong Kong Sewakan Perjalanan Bus untuk Penumpang Tidur

Perusahaan Hong Kong Sewakan Perjalanan Bus untuk Penumpang Tidur

Global
Protes Pekerjaan, Para Pramugari Italia Tanggalkan Pakaian Dalam

Protes Pekerjaan, Para Pramugari Italia Tanggalkan Pakaian Dalam

Global
Tampilkan Klip Mesum saat Laporan Cuaca, TV AS Ini Diprotes Warga

Tampilkan Klip Mesum saat Laporan Cuaca, TV AS Ini Diprotes Warga

Global
Kasus Alec Baldwin: Kenapa Peluru Kosong Berbahaya dan Apa Itu Senjata Properti

Kasus Alec Baldwin: Kenapa Peluru Kosong Berbahaya dan Apa Itu Senjata Properti

Global

Video Pilihan

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.