Kompas.com - 27/09/2021, 19:07 WIB
Petugas keamanan berjaga di luar Institut Virologi Wuhan di Wuhan, ketika anggota tim WHO yang menyelidiki asal-usul Covid-19 melakukan kunjungan ke institut di Wuhan di provinsi Hubei tengah China pada 3 Februari 2021. AFP PHOTO/HECTOR RETAMALPetugas keamanan berjaga di luar Institut Virologi Wuhan di Wuhan, ketika anggota tim WHO yang menyelidiki asal-usul Covid-19 melakukan kunjungan ke institut di Wuhan di provinsi Hubei tengah China pada 3 Februari 2021.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Badan Kesehatan Dunia (WHO) akan memulai penyelidikan baru terhadap asal-usul Covid-19, dan memastikan apakah terjadi kebocoran lab Wuhan.

Tim ahli baru akan dibentuk, meliputi ahli biosekuriti, keamanan laboratorium, genetika, dan bagaimana virus menyebar ke manusia, menurut laporan The Wall Street Journal.

Melansir Daily Mail pada Senin (27/9/2021), tim ahli WHO akan memastikan apakah Covid-19 berasal dari laboratorium Wuhan. Klaim itu sejak akhir 2019 telah dibantah oleh China.

Bersama dengan itu, tim ahli WHO juga akan memeriksa apakah Covid-19 berasal dari negara lain.

Baca juga: Bagaimana Kelanjutan Penyelidikan Asal-usul Covid-19?

Gerakan penyelidikan kedua oleh WHO ini terjadi setelah Presiden AS Joe Biden memerintahkan badan intelijen negerinya untuk menyelidiki teori "kebocoran lab Wuhan" penyebab pandemi Covid-19.

Seorang juru bicara WHO mengatakan "prioritas tim baru perlu data dan akses di negara tempat laporan pertama diidentifikasi".

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Penyelidikan sebelumnya merekomendasikan China untuk memeriksa kasus virus corona paling awal, dengan tim mengklaim dalam laporan akhirnya bahwa data yang diberikan oleh "Negeri Tirai Bambu" tidak mencukupi.

Berita itu muncul ketika kematian dan kasus Covid-19 di AS meningkat pada Minggu (26/9/2021), dibandingkan dengan angka pekan sebelumnya.

Baca juga: Biden: China Masih Pegang Informasi Penting soal Asal Usul Covid-19

Kasus infeksi Covid-19 di AS melonjak menjadi 32.417 dan kematian akibat virus naik 3,5 persen dibandingkan Minggu sebelumnya dengan 58 kematian terungkap. Minggu sebelumnya (19/9/2021) ada 29.612 kasus baru dan 56 kematian.

Data terpisah menunjukkan infeksi Covid-19 di Inggris menurun pekan lalu, meskipun ada kekhawatiran bahwa masa ajaran sekolah baru akan memicu lonjakan kasus musim gugur lebih cepat.

Satu dari 90 orang di Inggris memiliki Covid-19, dengan sekitar 620.100 orang terinfeksi secara total, menurut pengujian oleh Kantor Statistik Nasional (ONS).

Kasus infeksi Covid-19 turun 18 persen dari dua minggu sebelumnya, ketika satu dari 70 dinyatakan positif dan perkiraan total infeksi mencapai 754.000.

Survei mingguan ONS, berdasarkan pengujian swab acak dari 150.000 orang, dipandang oleh Pemerintah sebagai ukuran epidemi yang paling dapat diandalkan.

Baca juga: Penyelidikan Asal-usul Covid-19: Intelijen AS Masih Kebingungan

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber Daily Mail
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Video Pilihan

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.