Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jelang Pemilu Jerman, Turki Sangat Kehilangan Angela Merkel Sang Pelindung

Kompas.com - 26/09/2021, 21:41 WIB
Aditya Jaya Iswara

Editor

ANKARA, KOMPAS.com - Para pemimpin Turki akan mengamati dengan seksama pemilu Jerman pada 26 September, yang menandai berakhirnya masa jabatan panjang Kanselir Angela Merkel.

Merkel mempunyai jalinan kerja yang kuat dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, ketika hubungannya dengan para pemimpin Barat lainnya tegang karena berbagai masalah termasuk mengenai isu migrasi.

Pemekaran universitas Turki-Jerman di Istanbul dengan cepat adalah salah satu tanda yang paling tampak dari hubungan baik yang terjalin antara pemimpin kedua negara tersebut.

Baca juga: Preview Pemilu Jerman: Siapa Kanselir Baru Pengganti Angela Merkel?

“Mereka menjalin hubungan, itu bagian yang terpenting, karena tidak mudah menjalin hubungan dengan Erdogan, dan mereka melakukannya."

"Menurut saya, itu hubungan kerja terbaik yang dijalin Turki dalam hubungan luar negerinya saat ini,” kata Sezin Oney, Kolumnis untuk media Turki Duvar News Portal, dikutip Kompas.com dari VOA Indonesia.

Kerja sama itu berupa kesepakatan pengungsi 2016 antara Ankara dan Uni Eropa yang membuat Turki menampung jutaan pengungsi Suriah dengan imbalan bantuan miliaran dollar AS, sehingga menyatukan Erdogan dan Merkel.

“Sangat jelas Merkel adalah orang yang benar-benar akan maju dan berbicara dengan Erdogan. Jadi, faktor tersebut sangat menentukan," kata Zeynep Alemdar dari Universitas Okan Istanbul.

Tetapi para pengkritik menyebut perjanjian pengungsi itu sebagai kesepakatan yang kotor. Mereka menuduh tekad Merkel untuk mempertahankan perjanjian itu merupakan bagian dari upaya untuk meredam kritik terhadap catatan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) Turki yang memburuk.

Berlin menyatakan, pihaknya terus mengangkat masalah HAM dengan Turki, tetapi hal itu dilakukannya di belakang layar.

Dengan diadakannya pemilu Jerman untuk mengakhiri kekuasaan Merkel, para analis memperkirakan, Turki akan kehilangan kanselir Jerman itu yang dilihat oleh banyak orang di sini sebagai pelindungnya di Uni Eropa.

Baca juga: Jelang Lengsernya Kanselir Jerman Angela Merkel, Akankah Muncul Instabilitas Politik dan Ekonomi Dunia?

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com