Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kekeringan Parah Ancam Pasokan Listrik, Warga Brasil Diminta Berhenti Gunakan Lift dan Mandi Air Dingin

Kompas.com - 26/09/2021, 08:03 WIB
Bernadette Aderi Puspaningrum

Penulis

Sumber Newsweek

BRASILIA, KOMPAS.com - Kekeringan parah membuat waduk di Brasil mengalami krisis air hingga hampir habis. Pasokan energi di negara, yang hampir dua pertiga listriknya berasal dari pembangkit listrik tenaga air, pun terancam.

Melansir Newsweek pada Sabtu (25/9/2021),"Negeri Samba" terancam krisis energi terburuk dalam beberapa dekade, hingga Presiden Brasil Jair Bolsonaro terpaksa meminta bantuan warganya.

Dia memohon warga Brasil berhenti menggunakan lift jika memungkinkan dan mandi air dingin yang disebutnya "jauh lebih sehat".

Baca juga: Menkes Brasil yang Positif Covid-19 Sempat Salaman dengan PM Inggris

"Bantu kami," pinta Bolsonaro di siaran Facebook mingguannya, pada 23 September.

Kekeringan adalah yang terburuk yang pernah dialami negara itu dalam 91 tahun, yang mengharuskan dilakukannya penjatahan listrik.

Tingkat waduk di wilayah tenggara dan barat tengah lebih rendah daripada 2001 ketika negara tersebut terakhir mengalami krisis listrik; listrik dijatah selama delapan bulan.

Sejak itu, negara tersebut memasang pembangkit listrik termoelektrik sebagai pasokan cadangan yang lebih mahal, tetapi para ahli mengatakan itu tidak cukup.

Minggu ini, gubernur Minas Gerais, negara bagian terpadat kedua di Brasil, memperingatkan listrik bisa habis "kapan saja."

"Sistem (pembangkit) itu tidak dibuat untuk berfungsi dengan situasi seperti ini," kata Roberto Brandao, peneliti senior di kelompok studi sektor kelistrikan Universitas Federal Rio de Janeiro.

"Satu-satunya alasan mengapa kita tidak melihat masalah yang lebih besar adalah karena krisis ekonomi beberapa tahun terakhir, dan konsumsi yang lebih rendah dari yang diharapkan."

Baca juga: Menkes Brasil Positif Covid-19 Setelah Dampingi Presiden Bolsonaro dalam Sidang Umum PBB

Kekeringan tahun ini terjadi pada akhir hampir satu dekade curah hujan yang lebih rendah dari biasanya. Beberapa ahli menghubungkan cuaca ekstrem seperti ini dengan perubahan iklim.

Deforestasi hutan hujan Amazon juga mengurangi penguapan uap air, yang kemudian mengalir melalui aliran udara untuk menyediakan curah hujan yang jauh.

Lawan Bolsonaro menyalahkannya atas tanggapan yang tertunda terhadap masalah yang ditandai oleh para ahli beberapa bulan lalu. Yang lain mengatakan ini bukan masalah yang dapat diselesaikan dari satu tahun ke tahun berikutnya, atau oleh satu pemerintahan.

"Terus terang, sektor (energi Brasil) tidak dirancang untuk menghadapi (kondisi) hidrologi yang buruk seperti itu," kata Brandao, yang memperkirakan kemungkinan penjatahan listrik tahun ini.

Menteri Energi Brasil Bento Albuquerque, sebelumnya mengatakan Bolsonaro telah diberitahu tentang krisis air yang mengancam pada Oktober tahun lalu, telah menepis kritik.

Brasil memperkenalkan tarif listrik "kelangkaan air", meningkatkan impor energi dari Argentina dan Uruguay, mempercepat proyek infrastruktur yang dapat mendistribusikan listrik dari timur laut yang kurang terkena dampak ke selatan, dan membentuk komite nasional yang dapat dengan cepat membalikkan aturan regional untuk mengoptimalkan daya dan penggunaan air.

Baca juga: Dilarang Masuk Restoran karena Belum Vaksin, Presiden Brasil Kepergok Makan Berdiri di Pinggir Jalan AS

 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya

Terkini Lainnya

Swedia Janjikan Bantuan Militer Rp 20,26 Triliun ke Ukraina

Swedia Janjikan Bantuan Militer Rp 20,26 Triliun ke Ukraina

Global
Tank-tank Israel Terus Menuju Jantung Kota Rafah, Perang Bisa Berlanjut Sepanjang Tahun

Tank-tank Israel Terus Menuju Jantung Kota Rafah, Perang Bisa Berlanjut Sepanjang Tahun

Global
Polandia Minta Barat Izinkan Ukraina Pakai Senjata Pasokan untuk Serang Wilayah Rusia

Polandia Minta Barat Izinkan Ukraina Pakai Senjata Pasokan untuk Serang Wilayah Rusia

Global
Ikuti Rusia, Belarus Tangguhkan Partisipasi di Perjanjian Pasukan Konvensional Eropa

Ikuti Rusia, Belarus Tangguhkan Partisipasi di Perjanjian Pasukan Konvensional Eropa

Global
 Temuan Terbaru Penyelidikan Insiden Turbulensi Parah Singapore Airlines

Temuan Terbaru Penyelidikan Insiden Turbulensi Parah Singapore Airlines

Global
Rusia Bergeser ke Arah Ekonomi Perang, AS Mulai Siapkan Sanksi Khusus

Rusia Bergeser ke Arah Ekonomi Perang, AS Mulai Siapkan Sanksi Khusus

Global
WHO Beri Peringatan Keras, Serangan Israel ke Rafah Bisa Hancurkan Rumah Sakit Terakhir

WHO Beri Peringatan Keras, Serangan Israel ke Rafah Bisa Hancurkan Rumah Sakit Terakhir

Global
Korsel Sebut Korea Utara Terbangkan Balon Isi Sampah dan Kotoran ke Perbatasan

Korsel Sebut Korea Utara Terbangkan Balon Isi Sampah dan Kotoran ke Perbatasan

Global
Terkait Berita Presiden Lai Dikecam Publik, Berikut Klarifikasi Kantor Perwakilan Taiwan di Indonesia

Terkait Berita Presiden Lai Dikecam Publik, Berikut Klarifikasi Kantor Perwakilan Taiwan di Indonesia

Global
Kredibilitas Biden Dipertanyakan Setelah Serangan Brutal Israel ke Rafah

Kredibilitas Biden Dipertanyakan Setelah Serangan Brutal Israel ke Rafah

Global
Melihat Dampak dari Mengakui Palestina sebagai Negara

Melihat Dampak dari Mengakui Palestina sebagai Negara

Internasional
Israel Klaim Senjatanya Sendiri Tak Mungkin Picu Kebakaran Besar yang Tewaskan 45 Orang di Rafah

Israel Klaim Senjatanya Sendiri Tak Mungkin Picu Kebakaran Besar yang Tewaskan 45 Orang di Rafah

Global
Bagaimana Rencana 'The Day After' Bisa Bantu Mengakhiri Perang di Gaza

Bagaimana Rencana "The Day After" Bisa Bantu Mengakhiri Perang di Gaza

Internasional
Jelang Pemilu, Meksiko Akan Kerahkan 27.000 Tentara dan Garda Nasional

Jelang Pemilu, Meksiko Akan Kerahkan 27.000 Tentara dan Garda Nasional

Global
Saat Politikus AS Nikki Haley Tulis 'Habisi Mereka' di Rudal Israel...

Saat Politikus AS Nikki Haley Tulis "Habisi Mereka" di Rudal Israel...

Global
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com