Kompas.com - 25/09/2021, 17:41 WIB

KOMPAS.com - 1.086 orang dalam satu pesawat.
Pemandangan yang jarang sekali terjadi.

Tapi pada 1991, ketika Israel melakukan Operasi Solomon, ribuan orang Yahudi diangkut dari Ethiopia dalam sekali penerbangan.

Boing 747 milik maskapai Israel, EL AL, menampung 1.088 orang itu, dengan selamat sentausa. Ini pun dikenal jadi penerbangan dengan penumpang terbanyak sepanjang masa.

Baca juga: Aktivitas Gunung La Palma Terus Meningkat, Penerbangan Dihentikan, Tiga Kota Evakuasi

Jewish Agency menyebut, Operasi Solomon dilakukan Israel pada 24 Mei 1991. Tujuannya mengevakuasi 14.500 orang Yahudi Ethiopia yang menghadapi persekusi berdarah sejak 1977.

Pemerintah Israel mengerahkan 35 pesawat komersial, militer, serta pesawat pemerintah Ethiopia.

Operasi ini berlangsung kurang dari 36 jam. Untuk mengangkut semua orang Yahudi Ethiopia itu, dibutuhkan 40 kali penerbangan.

Termasuk yang dilakukan pesawat EL AL Boeing 747.

Baca juga: Topan Chanthu Terjang Shanghai China, Ratusan Penerbangan Dihentikan, 28.000 Orang Dievakuasi

Pesawat ini sebenarnya hanya bisa memuat sekitar 600 penumpang. Tapi lantas disulap sedemikian rupa agar bisa membawa hampir dua kali lipatnya.

Kursi-kursi di dalamnya dicopot, dan 1.086 orangnya berdesakan di dalamnya.

Hal ini kemudian memecahkan rekor dunia penerbangan dengan jumlah penumpang terbanyak dan tercatat dalam Guiness Worlds Records.

Yang gila, saat mendarat, jumlah penumpang bertambah dua orang, dari 1.086 menjadi 1.088.
Ini karena ada dua bayi yang lahir dalam pesawat.

Baca juga: Kena Covid-19 di Negara Ini, Turis Dapat Fasilitas Penerbangan Jet Pribadi Gratis

Hingga hari ini, Operasi Solomon tak hanya dikenang dengan rekor penumpang terbanyak yang pernah diangkut pesawat komersial.

Evakuasinya juga tercatat sebagai operasi penyelamatan tercepat dan sukses dalam sejarah.

Persekusi kaum Yahudi pun bisa terselamatkan. Mereka mendarat di Israel denga selamat.

Sejarah ditentukan di udara. Dan Boeing 747, jadi saksi penting kejadian penting ini.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rusia Peringatkan Risiko Bentrokan Langsung dengan Barat Setelah AS Tambah Bantuan Militer ke Ukraina

Rusia Peringatkan Risiko Bentrokan Langsung dengan Barat Setelah AS Tambah Bantuan Militer ke Ukraina

Global
Protes Pengerahan Kapal Induk AS, Korea Utara Tembakkan Rudal Balistik Lagi ke Arah Jepang

Protes Pengerahan Kapal Induk AS, Korea Utara Tembakkan Rudal Balistik Lagi ke Arah Jepang

Global
Rangkuman Hari ke-224 Serangan Rusia ke Ukraina: Putin Ubah Dekrit Mobilisasi Parsial, Batas Harga Minyak Rusia Disepakati

Rangkuman Hari ke-224 Serangan Rusia ke Ukraina: Putin Ubah Dekrit Mobilisasi Parsial, Batas Harga Minyak Rusia Disepakati

Global
[POPULER GLOBAL] Penyebab Gagalnya Rudal 'Balasan' Korsel untuk Korut | Doa Raja Arab Saudi untuk Korban Tragedi Kanjuruhan

[POPULER GLOBAL] Penyebab Gagalnya Rudal "Balasan" Korsel untuk Korut | Doa Raja Arab Saudi untuk Korban Tragedi Kanjuruhan

Global
Penculikan Satu Keluarga di California, Pelaku Ditahan dalam Kondisi Kritis, Korban Belum Ditemukan

Penculikan Satu Keluarga di California, Pelaku Ditahan dalam Kondisi Kritis, Korban Belum Ditemukan

Global
400 Orang Lebih Menangkan Jackpot Lotre Filipina, Pengawas Kaget: Kok Bisa?

400 Orang Lebih Menangkan Jackpot Lotre Filipina, Pengawas Kaget: Kok Bisa?

Global
Kontroversi Pangkalan Militer AS di Okinawa Jepang dan Perubahan Pandangan Warganya karena China

Kontroversi Pangkalan Militer AS di Okinawa Jepang dan Perubahan Pandangan Warganya karena China

Global
Pasca-skandal Joe Rogan, Spotify Fokus Saring Konten Berbahaya

Pasca-skandal Joe Rogan, Spotify Fokus Saring Konten Berbahaya

Global
Solidaritas Kematian Mahsa Amini, Aktris Perancis Ramai-ramai Potong Rambut

Solidaritas Kematian Mahsa Amini, Aktris Perancis Ramai-ramai Potong Rambut

Global
Putin Resmi Caplok 15 Persen Wilayah Ukraina, 22 Persen Ditambah Crimea

Putin Resmi Caplok 15 Persen Wilayah Ukraina, 22 Persen Ditambah Crimea

Global
Azerbaijan Temukan Kuburan Massal Berisi Jasad Tentaranya di Nagorno-Karabakh

Azerbaijan Temukan Kuburan Massal Berisi Jasad Tentaranya di Nagorno-Karabakh

Global
Seniman Inggris Coreti Rumahnya dengan Doodle, Habiskan 2.296 Pena

Seniman Inggris Coreti Rumahnya dengan Doodle, Habiskan 2.296 Pena

Global
1 Dekade Xi Jinping Reformasi Militer China, Dulu Diremehkan Kini Disegani

1 Dekade Xi Jinping Reformasi Militer China, Dulu Diremehkan Kini Disegani

Global
Paris Boikot Siaran Pertandingan Piala Dunia Qatar 2022, Ini Alasannya

Paris Boikot Siaran Pertandingan Piala Dunia Qatar 2022, Ini Alasannya

Global
Masalah Ekonomi Melanda China, Ini 5 Indikasinya

Masalah Ekonomi Melanda China, Ini 5 Indikasinya

Global
komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.