Kompas.com - 23/09/2021, 06:30 WIB
Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz saat menghadiri pertemuan Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) di Mekkah, Kamis (30/5/2019). REUTERS / BANDAR ALGALOUD / HANDOUTRaja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz saat menghadiri pertemuan Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) di Mekkah, Kamis (30/5/2019).

NEW YORK, KOMPAS.com – Penguasa Arab Saudi Raja Salman bin Abdulaziz berpidato melalui video yang ditayangkan dalam Sidang Umum PBB di New York, AS, pada Rabu (22/9/2021).

Dalam pidatonya tersebut, Raja Salman menyatakan kerajaannya mendukung upaya untuk mencegah Iran memperoleh senjata nuklir.

“Kerajaan menekankan pentingnya menjaga Timur Tengah bebas dari senjata pemusnah massal. Atas dasar ini kami mendukung upaya internasional yang bertujuan mencegah Iran memiliki senjata nuklir,” ujar Raja Salman.

Baca juga: Lewat Sidang Umum PBB 2021, Iran Ingin Pembicaraan Nuklir Dilanjutkan

Pidato tersebut disampaikannya ketika para pemimpin dunia bersiap untuk melanjutkan pembicaraan dengan Iran untuk mengembalikan kesepakatan nuklir 2015.

Iran dan Arab Saudi telah menjadi saingan selama bertahun-tahun sebagaimana dilansir Reuters.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kedua negara memutuskan hubungan diplomatik pada 2016. Tetapi tahun ini, keduanya telah mengadakan pembicaraan yang bertujuan untuk mengurangi ketegangan.

“Iran adalah negara tetangga, dan kami berharap pembicaraan awal kami dengannya akan menghasilkan hasil nyata untuk membangun kepercayaan berdasarkan penghormatan kedaulatan dan tidak mencampuri urusan dalam negeri,” kata Raja Salman.

Baca juga: Menkes Brasil Positif Covid-19 Setelah Dampingi Presiden Bolsonaro dalam Sidang Umum PBB

Sebelumnya, Presiden Iran Ebrahim Raisi menyerukan agar dilanjutkannya pembicaraan nuklir antara Teheran dengan kekuatan dunia yang akan mengarah pada penghapusan sanksi AS.

Menurut kantor berita semi-resmi Iran, Mehr News, pada Selasa, Menteri Luar Negeri Arab Saudi bertemu dengan Menteri Luar Negeri Iran dalam Sidang Umum PBB.

Selain membahas nuklir Iran, Raja Salman juga menyinggung pemberontak Houthi di Yaman dalam pidatonya pada Sidang Umum PBB.

Dia menuturkan, Houthi menolak inisiatif damai untuk mengakhiri perang. Raja Salman juga menyatakan Arab Saudi akan mempertahankan diri terhadap rudal balistik dan drone bersenjata.

Baca juga: Sidang Umum Ke-76 PBB: Korsel Minta Deklarasi Berakhirnya Perang Korea

Halaman:

Video Pilihan

Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Misteri “Gua Neraka” Tempat Lahirnya Pesta Halloween

Kisah Misteri “Gua Neraka” Tempat Lahirnya Pesta Halloween

Global
Cerita Mahasiswa Indonesia Betah Kuliah di Australia, Ini Berbagai Sebabnya...

Cerita Mahasiswa Indonesia Betah Kuliah di Australia, Ini Berbagai Sebabnya...

Global
Undian Petani Stroberi Australia Berhadiah Rp 1 Miliar Tidak Ada Pemenangnya

Undian Petani Stroberi Australia Berhadiah Rp 1 Miliar Tidak Ada Pemenangnya

Global
Bosan Dengar Komplain Istrinya, Suami Buat Rumah Bisa Berputar 360 Derajat

Bosan Dengar Komplain Istrinya, Suami Buat Rumah Bisa Berputar 360 Derajat

Global
Uni Eropa Denda Polandia Rp 17 Miliar per Hari, Ini Sebabnya

Uni Eropa Denda Polandia Rp 17 Miliar per Hari, Ini Sebabnya

Global
Deplu AS Terbitkan Paspor Gender-X untuk Non-Binari, Interseks, dan Tanpa Konformitas Gender

Deplu AS Terbitkan Paspor Gender-X untuk Non-Binari, Interseks, dan Tanpa Konformitas Gender

Global
Mengapa Socrates Membenci Demokrasi?

Mengapa Socrates Membenci Demokrasi?

Global
Sealand, Negara Terkecil di Dunia, Wilayahnya Seperti Kilang Minyak

Sealand, Negara Terkecil di Dunia, Wilayahnya Seperti Kilang Minyak

Global
Anechoic Chamber, Ruang Paling Sunyi di Dunia yang Bisa Membuat Gila

Anechoic Chamber, Ruang Paling Sunyi di Dunia yang Bisa Membuat Gila

Global
Jika Mau Tegas, ASEAN Harusnya Mengakui NUG Myanmar Bukan Junta Militer

Jika Mau Tegas, ASEAN Harusnya Mengakui NUG Myanmar Bukan Junta Militer

Global
Kasus Nur Sajat, Kenapa Buron di Malaysia dan Pindah ke Australia

Kasus Nur Sajat, Kenapa Buron di Malaysia dan Pindah ke Australia

Global
Tali Pengamannya Dipotong Seseorang, Dua Tukang Cat Tergantung Setinggi 26 Lantai di Luar Gedung

Tali Pengamannya Dipotong Seseorang, Dua Tukang Cat Tergantung Setinggi 26 Lantai di Luar Gedung

Global
Biden Salah Ucap soal Taiwan, Timbulkan Kekhawatiran di China dan Asia

Biden Salah Ucap soal Taiwan, Timbulkan Kekhawatiran di China dan Asia

Global
Sekitar 180.000 Nakes di Dunia Meninggal akibat Covid-19, 2.000 dari Indonesia

Sekitar 180.000 Nakes di Dunia Meninggal akibat Covid-19, 2.000 dari Indonesia

Global
Iran Desak Taliban Agar Lebih Ramah Terhadap Negara Tetangga Afghanistan

Iran Desak Taliban Agar Lebih Ramah Terhadap Negara Tetangga Afghanistan

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.