Kompas.com - 23/09/2021, 05:59 WIB
Anggota Taliban mengawasi jalannya demo perempuan Afghanistan di luar Universitas Kabul, Sabtu (11/9/2021). AP PHOTO/BERNAT ARMANGUEAnggota Taliban mengawasi jalannya demo perempuan Afghanistan di luar Universitas Kabul, Sabtu (11/9/2021).

KABUL, KOMPAS.com – Minoritas Syiah di Afghanistan, komunitas Hazara, menyatakan akan melanjutkan konfrontasi bersenjata dengan Taliban jika kelompok itu mengingkari janji mereka dan tidak menahan diri dari tirani.

Pernyataan itu disampaikan mantan Wakil Presiden Afghanistan Karim Khalili yang merupakan salah satu pemimpin komunitas Hazara.

“Sejauh ini, kita telah melihat kabinet sementara (Taliban), yang sama sekali tidak inklusif,” ujar Khalili pada Rabu (22/9/2021) sebagaimana dilansir TASS.

Baca juga: Kisah Kontestan “Idol Afghanistan” yang Kabur dari Taliban Demi Bisa Tetap Bernyanyi

Dia menambahkan, kelanjutan arah Afghanistan yang dipandu Taliban tidak dapat diterima oleh kekuatan (politik) dan kelompok etnik lainnya.

“Situasi ini pasti akan menjadi tak tertahankan bagi (etnik) Tajik dan (etnik) Uzbek, dan mereka, bersama dengan Hazara, akan kembali ke medan perang,” ancam Khalili.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Khalili berharap, dengan adanya tekanan dari komunitas global, Taliban tidak memaksakan kehendaknya kepada seluruh penduduk sehingga perang saudara dapat dihindari.

“Kami masih berjuang untuk itu dan berharap bahwa Taliban akan belajar dari (pengalaman) 1990-an dan akan siap untuk mendirikan pemerintahan yang inklusif dan menahan diri dari tirani,” lanjut Khalili.

Baca juga: Pemimpin Perlawanan Anti-Taliban Lari ke Tajikistan Setelah Taliban Kuasai Lembah Panjshir

"Kita tidak boleh dipaksa untuk menempuh jalan perlawanan bersenjata untuk melindungi kehidupan dan hak-hak dasar rakyat kita," tambah Khalili.

Menurut Khalili, perkembangan di Afghanistan bukan hanya masalah internal tetapi juga bi9sa berkembang menjadi ancaman keamanan global.

Dia juga mengungkapkan harapannya agar situasi di Afghanistan tidak akan mengembalikan negara tersebut kembali menjadi tempat berkembang biak kelompok teroris.

“Yang tidak hanya menghancurkan negara, tetapi juga menimbulkan ancaman bagi keamanan internasional,” sambung Khalili.

Baca juga: Amir Qatar Ingatkan Para Pemimpin Dunia tentang Pentingnya Melanjutkan Dialog Damai dengan Taliban

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Sumber TASS
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Video Pilihan

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.