Kompas.com - 21/09/2021, 19:56 WIB
Juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid berbicara dalam konferensi pers pertamanya di Kabul, Afghanistan, pada Selasa, 17 Agustus 2021. Dalam pernyataannya, Taliban berjanji akan menghormati hak perempuan, mengampuni yang pernah melawan mereka, hingga menjamin Afghanistan takkan menjadi markas teroris asing. AP PHOTO/RAHMAT GULJuru bicara Taliban Zabihullah Mujahid berbicara dalam konferensi pers pertamanya di Kabul, Afghanistan, pada Selasa, 17 Agustus 2021. Dalam pernyataannya, Taliban berjanji akan menghormati hak perempuan, mengampuni yang pernah melawan mereka, hingga menjamin Afghanistan takkan menjadi markas teroris asing.

KABUL, KOMPAS.com - Taliban menjanjikan akan membayar gaji pegawai negeri sipil Afghanistan yang sudah menunggak selama berbulan-bulan.

Dengan kembalinya milisi ke kekuasaan sejak 15 Agustus, harga-harga makanan maupun bahan bakar meningkat.

Kondisi itu diperparah dengan sedikitnya lapangan pekerjaan yang bisa diakses oleh publik, belum lagi masalah perbankan.

Baca juga: Taliban Berjanji Perempuan Bakal Kembali ke Sekolah Secepatnya

Bank sentral Afghanistan hanya bisa mengakses sebagian kecil pembiayaan, karena mereka terputus dari perbankan internasional.

Ditambah dengan cadangan mata uang asingnya diblokir, bank sentral tidak mempunyai cukup uang untuk diedarkan ke publik.

Setiap minggu, publik hanya dijatah sekitar 200 dollar AS (Rp 2,8 juta) per orang, membuat antrean mengular di bank.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dalam konferensi pers, juru bicara Taliban Zabihhullah Mujahid mengaku mereka mempunyai dana untuk membayar gaji pegawai yang menunggak.

Tetapi, butuh waktu. "Kami tengah mengupayakan mekanisme guna membayar gaji pegawai," ujar Mujahid dilansir AFP Selasa (21/9/2021).

Mujahid menerangkan, milisi akan membayarkan tunggakan pegawai negeri sipil setempat dalam beberapa hari ke depan.

Baca juga: Dituduh Curi Handphone, Pria Ini Diikat dan Dicambuk oleh Taliban

Tantangan di bawah pemerintahan milisi dirasakan sejumlah pebisnis di Herat, yang mengaku dihantam kenaikan pajak.

Halaman:

Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.