Kasus Covid-19 Melonjak, Singapura Tutup Pembelajaran Tatap Muka

Kompas.com - 18/09/2021, 18:04 WIB
Warga Singapura terlihat menyantap makan siang mereka di bangku-bangku Orchard Road, Sabtu siang (7/8/2021). Sesuai dengan peraturan lockdown parsial yang sedang diterapkan di Singapura, pusat-pusat makanan seperti restoran, food court, kedai kopi, dan hawker diizinkan beroperasi hanya untuk take away atau membawa pulang makanan hingga 9 Agustus KOMPAS.com/ERICSSENWarga Singapura terlihat menyantap makan siang mereka di bangku-bangku Orchard Road, Sabtu siang (7/8/2021). Sesuai dengan peraturan lockdown parsial yang sedang diterapkan di Singapura, pusat-pusat makanan seperti restoran, food court, kedai kopi, dan hawker diizinkan beroperasi hanya untuk take away atau membawa pulang makanan hingga 9 Agustus

SINGAPURA, KOMPAS.com – Buntut melonjaknya kasus Covid-19, Singapura memutuskan untuk menutup pembelajaran tatap muka (PTM).

Pembelajaran siswa sekolah dasar di negara tersebut akan dialihkan kembali ke daring menjelang ujian nasional.

Pernyataan tersebut disampaikan Kementerian Pendidikan Singapura pada Sabtu (18/9/2021) menyusul munculnya 935 kasus Covid-19 baru pada Jumat (17/9/2021).

Baca juga: Singapura Catat Kasus Covid-19 Harian Terburuk, Rencana Pembukaan Kembali Dihentikan

Melansir Reuters, jumlah tersebut merupakan yang tertinggi di “Negeri Singa” sejak April tahun lalu.

Siswa sekolah dasar kelas 1 hingga 5 akan berpindah ke pembelajaran berbasis online mulai 27 September hingga 6 Oktober.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara siswa sekolah dasar kelas 6 akan mengambil cuti belajar selama beberapa hari mulai 25 September sebelum mengikuti ujian nasional.

Baca juga: PM Singapura Dapat Rp 3,9 Miliar dari Menang Gugatan Pencemaran Nama Baik

Keputusan tersebut diambil untuk meminimalkan risiko penularan Covid-19 di sekolah dan mengurangi jumlah siswa yang dikarantina.

Menteri Pendidikan Singapura Chan Chun Sing mengatakan, keputusan tersebut diambil untuk melindungi siswa yang belum memenuhi syarat secara medis untuk vaksinasi.

“Dan memberikan ketenangan pikiran yang lebih besar kepada orang tua dan siswa,” kata Chan.

Baca juga: Jumlah Kasus Melonjak Lagi, Strategi Hidup Bersama Covid-19 Singapura Terancam

Peningkatan kasus Covid-19 terjadi setelah negara tersebut memberlakukan pelonggaran pembatasan Covid-19.

Melonjaknya kasus juga mendorong Singapura untuk meberlakukan pelonggaran lanjut.

Sementara itu, lebih dari 80 populasi Singapura sudah diberi vaksin Covid-19.

Negara ini juga sedang mempertimbangkan untuk memvaksinasi anak-anak berusia di bawah 12 tahun pada awal 2022.

Baca juga: Singapura Akan Suntikkan Booster Vaksin Covid-19 ke Orang Tua dan Imunitas Lemah

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Video Pilihan

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.