Pakar: China dan Pakistan Tawarkan Dukungan ke Pemimpin Taliban

Kompas.com - 17/09/2021, 21:06 WIB
Taliban berpatroli di pasar Kota Tua Kabul, Afghanistan, Selasa, 14 September 2021. AP/BERNAT ARMANGUE via VOA INDONESIATaliban berpatroli di pasar Kota Tua Kabul, Afghanistan, Selasa, 14 September 2021.

KABUL, KOMPAS.com - Dengan kepergian AS dari Afghanistan setelah 20 tahun, beberapa pakar mengatakan China dan Pakistan masuk ke negara itu untuk memberikan dukungan langsung dan prospek investasi jangka panjang bagi pemerintah Taliban di Kabul.

Wartawan VOA Cindy Saine melaporkan mengenai apa artinya ini bagi kawasan dan kepentingan keamanan AS.

Sebagian warga Afghanistan menjual harta bendanya untuk membiayai pelarian mereka dari kekuasaan Taliban, atau hanya untuk membeli makanan.

Baca juga: Melihat Kehidupan Warga Afghanistan Sebulan Setelah Taliban Berkuasa

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres mengatakan negara itu menghadapi krisis kemanusiaan.

“Bantuan kemanusiaan tidak akan menyelesaikan masalah jika ekonomi Afghanistan ambruk, dan kita tahu risikonya sangat besar dan ada kekurangan uang tunai yang besar-besaran,” jelas Antonio Guterres.

Sekjen PBB Antonio Guterres.REUTERS via VOA INDONESIA Sekjen PBB Antonio Guterres.
Komunitas internasional, Senin lalu menjanjikan 1,2 miliar dollar AS lebih bantuan kemanusiaan dan pembangunan untuk Afghanistan. Pejabat sementara menteri luar negeri Taliban juga meminta akses pada aset luar negerinya senilai 10 miliar dollar, yang sebagian besar telah dibekukan di Amerika.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Amir Khan Muttaqi, Penjabat Menteri Luar Negeri Taliban mengatakan,“Kami yakin AS adalah negara besar; mereka harus berbesar hati. Afghanistan adalah negara miskin dan tidak boleh diperlakukan dengan kejam."

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Video Pilihan

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.