Belum Divaksin, Presiden Brasil Ngeyel Bakal Hadir di Sidang Umum PBB

Kompas.com - 17/09/2021, 10:42 WIB
Presiden Brasil Jair Bolsonaro berpidato dalam upacara penandatanganan undang-undang yang memperluas kemampuan pemerintah federal untuk memperoleh vaksin, di istana kepresidenan Planalto di Brasilia, Brasil, Rabu (10/3/2021). AP PHOTO/ERALDO PERESPresiden Brasil Jair Bolsonaro berpidato dalam upacara penandatanganan undang-undang yang memperluas kemampuan pemerintah federal untuk memperoleh vaksin, di istana kepresidenan Planalto di Brasilia, Brasil, Rabu (10/3/2021).

BRASILIA, KOMPAS.com - Presiden Brasil Jair Bolsonaro mengumumkan, dia bakal hadir di Sidang Umum PBB (UNGA) meski belum mendapat vaksin Covid-19.

Bolsonaro mengabaikan aturan kota New York sebagai tuan rumah, yang mewajibkan para pemimpin dan diplomat dunia menunjukkan bukti vaksinasi.

"Pekan depan, saya akan hadir di UNGA, di mana saya bakal memberikan pidato," kata Bolsonaro dalam siaran di media sosialnya Selasa (14/9/2021).

Baca juga: Presiden Brasil Jair Bolsonaro: Saya Akan Dibunuh, Ditangkap, atau Terpilih Kembali

Jair Bolsonaro mengatakan, pidatonya nanti akan dia bawakan secara tenang, obyektif, dan berfokus kepada kepentingan mereka.

Presiden Brasil sejak Januari 2019 itu menerangkan, dia akan membahas pendekatan mereka soal Covid-19, energi, dan bisnis agrikultur.

Pada Rabu (15/9/2021), kantor pemerintah New York merilis panduan bagi para delegasi dunia yang bakal hadir di Sidang Umum PBB.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dilansir AFP Jumat (17/9/2021), aturan tersebut mewajibkan mereka menunjukkan bukti vaksin Covid-19 sebelum masuk ke ruangan.

Surat yang ditandangani komisi kesehatan New York menyatakan, debat PBB diklasifikan sebagai "pusat pertemuan", artinya pesertanya harus divaksin.

Beberapa jam kemudian, Sekretaris Jenderal Antonio Guterres berujar dia tak bisa menerapkan aturan itu ke kepala negara.

Bolsonaro, yang sempat terinfeksi virus corona, sempat berkoar dia akan menjadi "orang Brasil" terakhir yang divaksin, menunjukkan keenggannya.

"Negeri Samba" dengan totalpopulasi 213 juta jiwa menjadi negara keempat di dunia untuk dosis yang sudah diberikan.

Tetapi Bolsonaro mengeklaim dia tidak membutuhkan injeksi vaksin, karena rata-rata antibodinya masih berada di level tinggi.

Baca juga: Profil Pemimpin Dunia: Jair Bolsonaro, Presiden Brasil

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!


Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Video Pilihan

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.