Kompas.com - 16/09/2021, 14:59 WIB
Ilustrasi rudal balistik. Gambar yang berasal dari tangkapan layar tayangan kanal televisi Korea Utara, KRT, menunjukkan rudal balistik antar benua (ICBM) terbaru yang dipunyai Korea Utara, dipamerkan dalam parade militer untuk merayakan 75 tahun Partai Buruh di Lapangan Kim Il Sung, Pyongyang, pada 10 Oktober 2020. KRT via APIlustrasi rudal balistik. Gambar yang berasal dari tangkapan layar tayangan kanal televisi Korea Utara, KRT, menunjukkan rudal balistik antar benua (ICBM) terbaru yang dipunyai Korea Utara, dipamerkan dalam parade militer untuk merayakan 75 tahun Partai Buruh di Lapangan Kim Il Sung, Pyongyang, pada 10 Oktober 2020.

SEOUL, KOMPAS.com – Korea Selatan berharap supaya China dapat mendukung proses perdamaian di Semenanjung Korea dan upaya denuklirisasi Korea Utara.

Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in saat bertemu dengan Menteri Luar Negeri China Wang Yi.

Menurut kantor kepresidenan Korea Selatan, pembicaraan antara Moon dan Wang tersebut berlangsung selama 40 menit sebagaimana dilansir Sputniknews, Kamis (16/9/2021).

Baca juga: Korea Selatan Sukses Luncurkan Rudal Balistik Kapal Selam Buatan Sendiri

Dalam pertemuan tersebut, Moon mencatat peran dan kontribusi Beijing terhadap proses perdamaian di Semenanjung Korea.

Dia juga menekankan bahwa China perlu membawa Korea Utara ke dalam dialog denuklirisasi secepatnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“(Presiden) meminta China untuk terus memainkan peran konstruktif dalam memimpin Korea Utara untuk melanjutkan dialog,” tulis kantor kepresidenan Korea Selatan.

Baca juga: Korea Selatan Kembangkan Rudal Balistik dengan Jangkauan Seluruh Wilayah Korea Utara

Di sisi lain, Wang menegaskan kembali dukungan China untuk denuklirisasi Semenanjung Korea dan kemajuan dalam hubungan antar-Korea.

Dia juga berjanji bahwa Beijing akan terus memainkan peran konstruktif.

Pertemuan itu terjadi sebelum Korea Utara pada 15 September meluncurkan dua rudal balistik ke arah Laut Timur.

Rudal itu terbang sekitar 800 kilometer pada ketinggian 60 kilometer atau lebih.

Baca juga: AS Tegaskan Tak Tarik Pasukannya dari Korea Selatan

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rachel Levine, Transpuan Pertama Berpangkat Jenderal Bintang Empat di AS

Rachel Levine, Transpuan Pertama Berpangkat Jenderal Bintang Empat di AS

Global
7 Perancang Busana yang Berperan Membentuk Sejarah

7 Perancang Busana yang Berperan Membentuk Sejarah

Internasional
Peta Bintang Tertua di Dunia Berusia 3.600 Tahun, Dianggap Simbol Kepercayaan Orang Eropa Kuno

Peta Bintang Tertua di Dunia Berusia 3.600 Tahun, Dianggap Simbol Kepercayaan Orang Eropa Kuno

Global
Rusia Nyatakan Gerakan Media Sosial “Male State” sebagai Kelompok Ekstremis

Rusia Nyatakan Gerakan Media Sosial “Male State” sebagai Kelompok Ekstremis

Global
Daftar Tren Fashion Berpengaruh Era 1960-2000an

Daftar Tren Fashion Berpengaruh Era 1960-2000an

Internasional
NASA Rilis Rekaman Suara 'Menakutkan' dari Mars

NASA Rilis Rekaman Suara "Menakutkan" dari Mars

Global
Tiga Anjing Terjebak Lava Gunung Berapi di La Palma Coba Diselamatkan Pakai Drone

Tiga Anjing Terjebak Lava Gunung Berapi di La Palma Coba Diselamatkan Pakai Drone

Global
Tak Sinkron dengan Paris Agreement, Produksi Bahan Bakar Fosil Negara Kaya Justru Melonjak pada 2030

Tak Sinkron dengan Paris Agreement, Produksi Bahan Bakar Fosil Negara Kaya Justru Melonjak pada 2030

Global
Pembelot Korea Utara Kabur dari Penjara, China Tawarkan Ratusan Juta untuk Menangkapnya

Pembelot Korea Utara Kabur dari Penjara, China Tawarkan Ratusan Juta untuk Menangkapnya

Global
Berupaya Bentuk Tentara Bayaran, Mantan Pasukan Jerman Ditahan

Berupaya Bentuk Tentara Bayaran, Mantan Pasukan Jerman Ditahan

Global
AS Mengaku Tidak Tahu Cara Menghadapi Rudal Hipersonik China dan Rusia

AS Mengaku Tidak Tahu Cara Menghadapi Rudal Hipersonik China dan Rusia

Global
Rusia Cegat Bomber AS di Laut Hitam

Rusia Cegat Bomber AS di Laut Hitam

Global
Daftar Tren Fashion Berpengaruh Era 1900-1950an

Daftar Tren Fashion Berpengaruh Era 1900-1950an

Internasional
Taliban Beri Uang dan Tanah ke Keluarga Pelaku Bom Bunuh Diri Penyerang Pasukan AS

Taliban Beri Uang dan Tanah ke Keluarga Pelaku Bom Bunuh Diri Penyerang Pasukan AS

Global
Kasus Covid-19 Inggris Naik Lagi, Lambatnya Vaksinasi Covid-19 untuk Anak-anak Disorot

Kasus Covid-19 Inggris Naik Lagi, Lambatnya Vaksinasi Covid-19 untuk Anak-anak Disorot

Global

Video Pilihan

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.