Adik Kim Jong Un Marah, Peringatkan Kehancuran Hubungan Dua Korea Setelah Sama-sama Uji Rudal Balistik

Kompas.com - 16/09/2021, 13:32 WIB
Kim Yo Jong adik perempuan Kim Jong Un, saat menghadiri upacara peletakan karangan bunga di Ho Chi Minh Mausoleum di Hanoi, Vietnam, pada 2 Maret 2019. Jorge Silva/REUTERSKim Yo Jong adik perempuan Kim Jong Un, saat menghadiri upacara peletakan karangan bunga di Ho Chi Minh Mausoleum di Hanoi, Vietnam, pada 2 Maret 2019.

SEOUL, KOMPAS.com - Adik pemimpin Korea Utara Kim Jong Un pada Rabu (15/9/2021) mengkritik presiden Korea Selatan dan mengancam "kehancuran total" hubungan bilateral, setelah kedua negara menguji rudal balistik dalam selang waktu beberapa jam.

Peluncuran rudal menegaskan kembalinya ketegangan antara saingan bertetangga ini, ketika pembicaraan untuk melucuti program nuklir Korea Utara terhenti.

Baca juga: Usai Uji Coba Misil Jelajah, Korea Utara Disebut Luncurkan Rudal Balistik

Adik Kim, Kim Yo Jong, mengkritik Presiden Korea Selatan Moon Jae-in atas komentar yang dibuatnya saat mengamati uji coba rudal negara Korea Selatan, termasuk uji coba rudal balistik yang diluncurkan dari kapal selam.

Presiden Korea Selatan mengatakan, kemampuan rudal Korea Selatan yang berkembang akan berfungsi sebagai "pencegahan yang pasti" terhadap provokasi Korea Utara.

Tes itu dilakukan beberapa jam setelah militer Korea Selatan dan Jepang mengatakan, Korea Utara menembakkan dua rudal balistik ke laut.

Dalam sebuah pernyataan oleh media pemerintah, Yo Jong memarahi Moon karena menggambarkan demonstrasi senjata Korea Utara sebagai provokasi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dia pun memperingatkan "kehancuran total" hubungan bilateral jika Seoul melanjutkan apa yang digambarkannya sebagai fitnah Korea Utara.

Baca juga: Sejumlah Skenario yang Bisa Runtuhkan Rezim Korea Utara, Apa Saja?

Korea Utara, menurutnya, sedang mengembangkan kemampuan militernya untuk pertahanan diri, tanpa menargetkan negara tertentu, seperti halnya Korea Selatan.

Korea Utara sering menuduh Selatan munafik karena memperkenalkan senjata modern, sambil menyerukan pembicaraan untuk meredakan ketegangan antara negara-negara yang terpecah.

"Jika presiden ikut dalam fitnah dan fitnah (terhadap Korut), ini akan diikuti dengan tindakan balasan, dan hubungan Utara-Selatan akan didorong ke arah kehancuran total," katanya melansir AP.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Video Pilihan

Sumber AP
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Video Pilihan

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.