Gerak Cepat, 50 Persen Lebih Penduduk Jepang Terima Vaksin Covid-19 Penuh, November Akan Longgarkan Pembatasan

Kompas.com - 13/09/2021, 10:03 WIB
Orang-orang yang memakai masker untuk membantu melindungi diri dari penyebaran virus corona berjalan melintasi persimpangan di Tokyo, Senin, 30 Agustus 2021. AP PHOTO/KOJI SASAHARAOrang-orang yang memakai masker untuk membantu melindungi diri dari penyebaran virus corona berjalan melintasi persimpangan di Tokyo, Senin, 30 Agustus 2021.

TOKYO, KOMPAS.com - Pemerintah Jepang mengumumkan lebih dari 50 persen penduduknya telah menerima vaksin Covid-19 lengkap.

Peluncuran vaksin Jepang dimulai pada pertengahan Februari, beberapa bulan di belakang banyak negara kaya. Keterlambatan terjadi karena persyaratan pengujian klinis dan proses persetujuan yang panjang.

Baca juga: Khawatir Peningkatan Militer China, Jepang dan Vietnam Sepakat Transfer Alat Pertahanan

Sementara itu inokulasi untuk pasien lanjut usia yang dimulai pada April, juga diperlambat oleh kekurangan pasokan vaksin impor.

Tetapi kecepatan vaksinasi Jepang meningkat pada akhir Mei, dan sejak itu mencapai 1 juta dosis per hari.

“Sekitar 60 persen populasi Jepang diperkirakan akan divaksinasi penuh pada akhir September, setara dengan tingkat saat ini di Eropa,” ujar Menteri Ekonomi Jepang Yasutoshi Nishimura, yang bertanggung jawab atas tindakan Covid-19, mengatakan dalam acara bincang-bincang mingguan televisi publik NHK pada Minggu (12/9/2021) melansir AP.

Pemerintah “Negeri Sakura” sedang mempelajari peta jalan untuk melonggarkan pembatasan Covid-19 sekitar November, ketika sebagian besar penduduk diperkirakan akan divaksinasi sepenuhnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pada tahap itu, orang yang divaksinasi sepenuhnya dan mereka yang dites negatif akan dimungkinkan untuk bepergian, berkumpul untuk pesta atau menghadiri acara massal.

Baca juga: POPULER GLOBAL: Mantan Bintang Sepak Bola Meninggal Setelah 39 Tahun Koma | Dokter Putuskan Tolak Rawat Pasien Tidak Vaksin Covid-19

Kemajuan vaksinasi membantu mengurangi kasus serius dan kematian di antara orang tua.

Tetapi infeksi dari varian virus menyebar secara eksplosif pada Agustus, di antara generasi muda yang sebagian besar masih belum divaksinasi, sistem perawatan kesehatan yang sangat kewalahan.

Jepang Jumat (10/9/2021) memperpanjang keadaan darurat yang sedang berlangsung di Tokyo dan 18 daerah lainnya hingga 30 September.

Langkah-langkah tersebut berfokus pada permintaan agar restoran tutup lebih awal dan tidak menyajikan alkohol.

Jepang banyak hal melebihi negara maju lainnya dalam membatasi penyakit dan kematian tanpa penguncian. Covid-19 Jepang mencatat lebih dari 1,65 juta kasus dan 16.700 kematian.

Baca juga: Jepang Temukan Orang Ketiga yang Meninggal Setelah Terima Vaksin Covid-19 Terkontaminasi

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang
Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!


Video Pilihan

Sumber AP
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Perhiasan Tertua di Dunia Ditemukan di Maroko Berusia 150.000 Tahun

Perhiasan Tertua di Dunia Ditemukan di Maroko Berusia 150.000 Tahun

Global
Dituduh Berhubungan Seks dengan Kambing, Pria Malaysia Terancam Hukuman Cambuk dan Penjara

Dituduh Berhubungan Seks dengan Kambing, Pria Malaysia Terancam Hukuman Cambuk dan Penjara

Global
Daftar Negara Blok Barat dan Blok Timur dalam Perang Dingin

Daftar Negara Blok Barat dan Blok Timur dalam Perang Dingin

Global
Kisah Kelam Patrizia Reggiani, Istri dan Dalang Pembunuhan Pewaris Merek Gucci

Kisah Kelam Patrizia Reggiani, Istri dan Dalang Pembunuhan Pewaris Merek Gucci

Global
3 Film Indonesia Meriahkan Festival Film Terbesar di Belarus, Listapad 2021

3 Film Indonesia Meriahkan Festival Film Terbesar di Belarus, Listapad 2021

Global
Presiden Ukraina: Kami Siap Perang Lawan Rusia

Presiden Ukraina: Kami Siap Perang Lawan Rusia

Global
Selebgram China Bunuh Diri Saat Livestream, Abunya Dicuri Orang untuk Pernikahan Hantu

Selebgram China Bunuh Diri Saat Livestream, Abunya Dicuri Orang untuk Pernikahan Hantu

Global
5 Senjata Nuklir Mematikan Era Perang Dingin

5 Senjata Nuklir Mematikan Era Perang Dingin

Internasional
Seminggu Ditutup karena Polusi, Sekolah di New Delhi India Akan Buka Lagi 29 November

Seminggu Ditutup karena Polusi, Sekolah di New Delhi India Akan Buka Lagi 29 November

Global
Enggan Vaksin, Seorang Pria Ikut 'Pesta Covid-19' Berharap Bisa Dapat Kekebalan, Akhirnya Begini…

Enggan Vaksin, Seorang Pria Ikut "Pesta Covid-19" Berharap Bisa Dapat Kekebalan, Akhirnya Begini…

Global
Terinspirasi Legenda Cinta Abadi, Pria India Bangun Taj Mahal Mini untuk Kekasihnya

Terinspirasi Legenda Cinta Abadi, Pria India Bangun Taj Mahal Mini untuk Kekasihnya

Global
Punya Putri Bernama Mara dan Dona, Pasangan Ini Namai Anak Barunya 'Diego'

Punya Putri Bernama Mara dan Dona, Pasangan Ini Namai Anak Barunya "Diego"

Global
Dipecat karena Selalu Pulang-Pergi Tepat Waktu, Keluh Kesah Wanita Ini Viral

Dipecat karena Selalu Pulang-Pergi Tepat Waktu, Keluh Kesah Wanita Ini Viral

Global
Mengenal Peter yang Agung, Sosok Pembaharu Rusia

Mengenal Peter yang Agung, Sosok Pembaharu Rusia

Global
Covid-19 Memburuk, Belanda Lockdown Parsial dan Tutup Total Saat Malam

Covid-19 Memburuk, Belanda Lockdown Parsial dan Tutup Total Saat Malam

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.