Warga Sikh AS Masih Berjuang Hadapi Diskriminasi Pasca-serangan 11 September

Kompas.com - 12/09/2021, 22:05 WIB
Pria menari di samping kendaraan hias Sikh Amerika selama perayaan Hari Kemerdekaan Empat Juli di Washington, AS, 4 Juli 2019. REUTERS via VOA INDONESIAPria menari di samping kendaraan hias Sikh Amerika selama perayaan Hari Kemerdekaan Empat Juli di Washington, AS, 4 Juli 2019.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Lelaki Sikh biasanya berjenggot dan mengenakan serban khas sebagai penanda identitas keamanan mereka.

Bagi orang-orang yang tidak mengerti, mereka kerap keliru diduga lelaki Muslim. Setelah serangan teroris pada 11 September 2001 di Amerika Serikat (AS), lelaki Sikh masih sering menghadapi diskriminasi dan serangan terhadap mereka, mulai dari perundungan (bullying) hingga kejahatan berbasis kebencian.

Setelah 20 tahun serangan teroris itu, warga Sikh ternyata masih juga menghadapi hal serupa.

Baca juga: Serangan 11 September 2001, Ini Kata-kata Terakhir Pramugari Sebelum Pesawat Tabrak WTC

Raghuvinder Singh tidak pernah membayangkan ayahnya akan berada dalam bahaya, sewaktu sang ayah berkunjung sebagai seorang pendeta tamu ke sebuah kuil Sikh di Oak Creek, Wisconsin, pada Agustus 2012.

Namun sang ayah termasuk satu di antara tujuh umat Sikh yang akhirnya meninggal dunia karena peristiwa pembantaian pada 5 Agustus tahun tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Mereka tewas di tangan seorang veteran Angkatan Darat AS pendukung supremasi kulit putih yang melepaskan tembakan ke arah kuil. Ayah Singh terkena tembakan di bagian kepala dan kemudian tubuhnya lumpuh separuh.

“Ia selalu dalam keadaan lumpuh dan semikoma. Ia tak dapat berbicara. Ia tak dapat bergerak. Ia tak dapat berjalan. Hidupnya berubah total," kata Singh.

Baca juga: Dokumen Rahasia Serangan 11 September Ungkap Keterlibatan 15 WN Arab Saudi

Ayah Singh menderita karena cedera yang dialaminya selama tujuh tahun lebih, dan akhirnya meninggal dunia pada 2 Maret 2020.

Orang-orang muda Sikh Amerika masih berjuang satu generasi kemudian. Mereka menghadapi diskriminasi yang dipicu oleh peristiwa 11 September 2001 berupa serangan terhadap orang tua mereka maupun mereka sendiri.

Serangan-serangan itu beragam, mulai dari perundungan di sekolah hingga ke profil rasial sampai ke kejahatan berdasarkan kebencian – terutama terhadap kaum lelaki Sikh, yang biasanya memelihara jenggot dan serban untuk menunjukkan kepercayaan mereka.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Video Pilihan

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.