Kompas.com - 12/09/2021, 18:07 WIB
Aref (51 tahun) adalah seorang pria Kurdi dan mantan pemimpin masjid di Masjid As-Salam di Albany, ibu kota negara bagian New York, yang ditangkap pada 2007 atas tuduhan konspirasi yang diajukan oleh FBI dalam operasi penyergapan.
KARHASHOFFICIAL via TWITTERAref (51 tahun) adalah seorang pria Kurdi dan mantan pemimpin masjid di Masjid As-Salam di Albany, ibu kota negara bagian New York, yang ditangkap pada 2007 atas tuduhan konspirasi yang diajukan oleh FBI dalam operasi penyergapan.

CHAMCHAMAL, KOMPAS.com - Bagi Yassin M Aref, peringatan 20 tahun serangan 9/11 adalah pengingat menyedihkan dari 15 tahun yang hilang yang dihabiskan di penjara Amerika.

Aref (51 tahun) adalah seorang pria Kurdi dan mantan pemimpin masjid di Masjid As-Salam di Albany, ibu kota negara bagian New York.

Dia ditangkap pada 2007 atas tuduhan konspirasi yang diajukan oleh FBI dalam "operasi penyergapan". Dia dituduh membantu "terorisme" berdasarkan bukti "rahasia".

Kasusnya menuai kritik dari American Civil Liberties Union dan kritik lainnya terhadap kebijakan kontra terorisme pasca 9/11 di Amerika Serikat.

Baca juga: 20 Tahun Usai Serangan 9/11, George W Bush Khawatir dengan Masa Depan AS

Al Jazeera pada Sabtu (11/9/2021) melaporkan bahwa Aref adalah korban hidup dari Islamofobia dan ujaran kebencian, setelah serangan 11 September 2001 yang menewaskan hampir 3.000 orang, dan kemudian digunakan sebagai dalih pemerintahan George W Bush untuk menyerang Afghanistan dan Irak.

Peringati 20 tahun kampanye kontra terorisme AS, tahun ini menjadi unik karena pasukan AS dan koalisi telah ditarik dari Afghanistan, dan dijadwalkan meninggalkan Irak pada akhir tahun ini – mengakhiri “perang global melawan teror”.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Aref dideportasi ke wilayah Kurdi di Irak utara pada 2019 setelah pembebasannya.

Al Jazeera berbicara dengan Aref di rumah mungilnya di distrik Chamchamal di daerah Garmian, barat provinsi Sulaimaniyah, di wilayah Kurdi di Irak utara.

Aref dan istrinya, Zuhur, tinggal bersama sementara empat anak mereka, dua laki-laki dan dua perempuan, belajar di AS.

Pada 2 Juli tahun ini dia menerbitkan kenangannya dalam sebuah buku berbahasa Kurdi. Buku ini lebih dari 1.000 halaman dan mencakup rincian penangkapannya dan kehidupannya di penjara. “Son of Mountains” adalah versi bahasa Inggris dari memoar yang diterbitkan di AS pada 2008 ini.

Halaman:

Video Pilihan

Sumber Al Jazeera
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.