Sebut Taliban Berbohong, Perancis Enggan Jalin Hubungan dengan Pemerintah Baru Afghanistan

Kompas.com - 12/09/2021, 13:30 WIB
Para pejabat Taliban diwawancarai oleh wartawan di dalam Bandara Internasional Hamid Karzai setelah penarikan AS di Kabul, Afghanistan, Selasa, 31 Agustus 2021. AP PHOTO/KATHY GANNONPara pejabat Taliban diwawancarai oleh wartawan di dalam Bandara Internasional Hamid Karzai setelah penarikan AS di Kabul, Afghanistan, Selasa, 31 Agustus 2021.

PARIS, KOMPAS.com – Menteri Luar Negeri Perancis Jean-Yves Le Drian menuding bahwa Taliban telah berbohong.

Oleh karena itu, Le Drian menyatakan, Perancis tidak akan menjalin hubungan apa pun dengan pemerintahan interim Afghanistan yang baru saja dibentuk Taliban.

Pernyataan tersebut disampaikan Le Drian pada Sabtu (11/9/2021) malam waktu setempat sebelum bertolak ke Qatar untuk membahas evakuasi lanjutan dari Afghanistan.

Baca juga: Pria Afghanistan yang Dievakuasi dari Kabul Ditangkap sebagai Tersangka Teroris Taliban di Inggris

“Mereka mengatakan mereka akan membiarkan beberapa orang asing dan warga Afghanistan pergi dengan bebas dan (berbicara) tentang pemerintahan yang inklusif dan representatif, tetapi mereka berbohong,” kata Le Drian di France 5 TV.

Dia menambahkan, Perancis menolak untuk mengakui atau menjalin hubungan apa pun dengan pemerintahan di Afghanistan yang baru dibentuk sebagaimana dilansir Reuters.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Kami menginginkan tindakan dari Taliban dan mereka akan membutuhkan opsi utang barudan hubungan internasional. Terserah mereka,” lanjut Le Drian.

Baca juga: Unjuk Rasa Tandingan oleh Ratusan Wanita Pro-Taliban di Afghanistan: Kami Mendukung Pemerintah dengan Segenap Kekuatan

Sejak Taliban menduduki Kabul, Paris telah mengevakuasi sekitar 3.000 orang dan telah mengadakan pembicaraan teknis dengan kelompok tersebut.

Le Drian menuturkan, masih ada beberapa warga negara Perancis dan beberapa ratus warga Afghanistan yang memiliki hubungan dengan Perancis yang masih tertinggal di Afghanistan.

Taliban pada7 September mengumumkan nama-nama pejabat yang mengisi pos pemerintahan baru Afghanistan.

Baca juga: Milisi Taliban Penggal Kepala Tentara Afghanistan Saat Juru Bicara Bilang: Fokus Bangun Negara Sejahtera

Nama Mullah Mohammad Hassan Akhund dijadikan sebagai Perdana Menteri interim Afghanistan.

Selain itu, Abdul Ghani Baradar akan menjadi wakilnya bersama dengan Abdul Salam Hanafi.

Untuk pos Kementerian Dalam Negeri Afghanistan, Taliban mengumumkan Sirajuddin Haqqani sebagai menteri interimnya.

Baca juga: 150 Lebih Anggota Taliban Kini Tempati Istana Mewah Mantan Wapres Afghanistan yang Ditinggalkan

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Sumber Reuters
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Video Pilihan

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.