NAYPYIDAW, KOMPAS.com - Sedikitnya 20 orang tewas dalam pertempuran antara milisi dan pasukan keamanan Myanmar, menurut saksi mata dan media Myanmar, dalam kekerasan terburuk sejak penentang pemerintah militer menyerukan "perang defensif rakyat" minggu ini.
Kekerasan terbaru terjadi ketika para aktivis dan pasukan anti-militer mendesak masyarakat internasional pada Sabtu (11/9/2021) untuk mengambil tindakan.
Baca juga: Pemerintah Bayangan Myanmar Serukan Pemberontakan Nasional Lawan Junta Militer
Menurut mereka, kurangnya "intervensi luar yang berarti" telah menyebabkan perlawanan bersenjata.
“Orang-orang muda Myanmar (tidak punya) pilihan selain untuk melawan dengan apa yang mereka miliki,” kata Gerakan Pembangkangan Sipil dalam sebuah pernyataan pada Sabtu (11/9/2021) pagi melansir Al Jazeera.
Mereka menyerukan agar Perserikatan Bangsa-Bangsa (AS) dan perwakilan dari Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) untuk “secara langsung terlibat” dengan oposisi Pemerintah Persatuan Nasional (NUG).
Menjelang pertemuan Majelis Umum PBB untuk memutuskan siapa yang mewakili Myanmar sebagai utusan khusus, pasukan oposisi juga meluncurkan kampanye akhir pekan ini untuk mendesak pengakuan NUG sebagai perwakilan pemerintah yang sah.
NUG dibentuk untuk melawan pengambilalihan militer Myanmar pada 1 Februari sebelumnya.
Kelompok ini telah menyerukan pemberontakan melawan kekuasaan militer, dalam upaya nyata untuk mengoordinasikan kelompok-kelompok yang memerangi tentara, dan meyakinkan tentara dan pejabat negara untuk beralih pihak.
Myanmar berada dalam kekacauan sejak penggulingan pemerintahan Aung San Suu Kyi, yang mengakhiri satu dekade demokrasi tentatif dan memicu kemarahan, pemogokan dan protes nasional.
Kelompok-kelompok milisi kemudian muncul dan telah melakukan perlawanan pada pasukan keamanan.
Baca juga: ASEAN Sukses Dorong Gencatan Senjata di Myanmar sampai Akhir 2021
Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!
Syarat & Ketentuan
Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.
Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.
Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.