Beijing dan Vietnam Harus Menahan Diri Ihwal Sengketa Laut China Selatan

Kompas.com - 11/09/2021, 17:01 WIB
Seorang pelaut China sedang memantau situasi dari atas geladak kapal induk Liaoning dalam sebuah latihan pada Nomber lalu di Laut China Selatan. AP PhotoSeorang pelaut China sedang memantau situasi dari atas geladak kapal induk Liaoning dalam sebuah latihan pada Nomber lalu di Laut China Selatan.

BEIJING, KOMPAS.com – China dan Vietnam harus menahan diri dari tindakan sepihak terkait sengketa Laut China Selatan yang dapat memperumit situasi dan memperbesar perselisihan.

Pernyatan tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri China Wang Yi kepada Wakil Perdana Menteri Vietnam Pham Binh Minh dalam kunjungannya ke Vietnam.

Kementerian Luar Negeri China pada Sabtu (11/9/2021) melaporkan, Beijing memiliki kedaulatan historis atas sebagian besar perairan tersebut.

Baca juga: Filipina Bersumpah Abaikan Hukum Maritim China yang Baru di Laut China Selatan

Namun, negara-negara di kawasan Laut China Selatan dan Amerika Serikat (AS) menolak klaim tersebut sebagaimana dilansir Reuters.

Mereka mengatakan, klaim “Negeri Panda” tersebut tidak memiliki dasar dalam hukum internasional, termasuk Konvensi PBB tentang Hukum Laut 1982 yang juga ditandatangani Beijing.

Wang mengatakan, Beijing dan Hanoi harus menghargai perdamaian dan stabilitas yang diraih dengan susah payah di Laut China Selatan.

Selain itu, Penasihat Negara China tersebut meminta kedua negara untuk melawan intervensi pasukan di luar kawasan itu.

Baca juga: China Buat Aturan Sendiri di Laut China Selatan, Kapal Masuk Harus Lapor

Sebelumnya, pada Jumat (10/9/2021), Hanoi mengatakan bahwa China akan menyumbangkan 3 juta lebih dosis vaksin Covid-19 ke Vietnam tahun ini.

Dengan demikian, total sumbangan vaksin virus corona dari China ke negara Asia Tenggara menjadi 5,7 juta dosis.

Pada pertengahan Agustus, India dan Vietnam menggelar latihan angkatan laut bersama di Laut Cina Selatan tepatnya pada 18 Agustus.

Baca juga: Wapres AS Kamala Harris Sebut Washington Tak Tinggal Diam Soal Laut China Selatan

Melansir The Times of India, latihan tersebut melibatkan dua kapal tempur India dan satu kapal Vietnam.

Dua kapal India masing-masing adalah kapal perusak berpeluru kendali INS Ranvijay dan korvet INS Kora. Sedangkan Vietnam menerjunkan kapal fregat VPNS Ly Thai To.

Latihan tersebut digelar menjelang latihan gabungan berskala besar yang melibatkan India, AS, Jepang, dan Australia yang dinamakan Malabar 2021 pada 26 hingga 29 Agustus.

Baca juga: Wapres AS: China Gunakan Intimidasi untuk Klaim Laut China Selatan

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cerita Warga UEA Kali Pertama Kerja Hari Jumat: Rasanya Aneh, Panjang, dan Sulit

Cerita Warga UEA Kali Pertama Kerja Hari Jumat: Rasanya Aneh, Panjang, dan Sulit

Global
Lagi, Dokter AS Sukses Cangkok Ginjal Babi ke Manusia

Lagi, Dokter AS Sukses Cangkok Ginjal Babi ke Manusia

Global
Jam Kiamat Tak Bergerak 3 Tahun, Bumi Tetap 100 Detik Menuju Kehancuran

Jam Kiamat Tak Bergerak 3 Tahun, Bumi Tetap 100 Detik Menuju Kehancuran

Global
Rekaman Rahasia Ungkap Kepanikan Diktator Tunisia Sebelum Ditumbangkan Arab Spring

Rekaman Rahasia Ungkap Kepanikan Diktator Tunisia Sebelum Ditumbangkan Arab Spring

Global
FOTO: Tumpahan Minyak Mengerikan yang Mencemari Puluhan Pantai di Peru

FOTO: Tumpahan Minyak Mengerikan yang Mencemari Puluhan Pantai di Peru

Global
Peru Tetapkan Status Darurat Lingkungan Atas Tumpahan Minyak Akibat Erupsi di Tonga

Peru Tetapkan Status Darurat Lingkungan Atas Tumpahan Minyak Akibat Erupsi di Tonga

Global
Bertubi-tubi Diterpa Skandal Pesta Miras, PM Inggris Boris Johnson di Ujung Tanduk

Bertubi-tubi Diterpa Skandal Pesta Miras, PM Inggris Boris Johnson di Ujung Tanduk

Global
Omicron Mengganas, Kasus Harian Covid-19 Singapura Kembali Tembus Angka Seribuan

Omicron Mengganas, Kasus Harian Covid-19 Singapura Kembali Tembus Angka Seribuan

Global
Terjebak di Rumah Saat Lockdown, Muda-mudi China Ini Jatuh Cinta lalu Bertunangan

Terjebak di Rumah Saat Lockdown, Muda-mudi China Ini Jatuh Cinta lalu Bertunangan

Global
Ukraina Sebut Agresi Rusia Nyata, Berharap Utamakan Diplomasi Damai

Ukraina Sebut Agresi Rusia Nyata, Berharap Utamakan Diplomasi Damai

Global
Jelang Pilpres Italia 24 Januari, Bisakah Silvio Berlusconi Jadi Presiden?

Jelang Pilpres Italia 24 Januari, Bisakah Silvio Berlusconi Jadi Presiden?

Global
ISIS Serang Barak Pasukan Irak, 11 Tentara Tewas

ISIS Serang Barak Pasukan Irak, 11 Tentara Tewas

Global
Pria Palestina Selundupkan Spermanya ke Luar Penjara Israel, Punya 4 Anak

Pria Palestina Selundupkan Spermanya ke Luar Penjara Israel, Punya 4 Anak

Global
Ketegangan di Ukraina Sangat Panas, AS-Rusia Gelar Rapat Darurat

Ketegangan di Ukraina Sangat Panas, AS-Rusia Gelar Rapat Darurat

Global
AS Dinilai Bergerak Terlalu Lambat dalam Mendorong Perdamaian Palestina-Israel

AS Dinilai Bergerak Terlalu Lambat dalam Mendorong Perdamaian Palestina-Israel

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.