Taliban Ingin Jaringan Haqqani Dihapus dari Daftar Teroris AS

Kompas.com - 09/09/2021, 21:59 WIB
Foto yang dirilis dari Taliban memperlihatkan mantan presiden Afghanistan, Hamid Karzai (kiri tengah); pemimpin senior kelompok Haqqani, Anas Haqqani (kanan tengah); Kepala Dewan Rekonsiliasi Nasional Afghanistan dan mantan negosiator pemerintah dengan Taliban, Abdullah Abdullah (kedua dari kanan); serta para delegasi Taliban lainnya, dalam pertemuan di Kabul, Rabu (18/8/2021). TALIBAN via APFoto yang dirilis dari Taliban memperlihatkan mantan presiden Afghanistan, Hamid Karzai (kiri tengah); pemimpin senior kelompok Haqqani, Anas Haqqani (kanan tengah); Kepala Dewan Rekonsiliasi Nasional Afghanistan dan mantan negosiator pemerintah dengan Taliban, Abdullah Abdullah (kedua dari kanan); serta para delegasi Taliban lainnya, dalam pertemuan di Kabul, Rabu (18/8/2021).

KABUL, KOMPAS.com - Taliban disebutkan ingin supaya Jaringan Haqqani dihapus dari daftar teroris AS, setelah mengumumkan pemerintahan.

Berdasarkan laporan CNN-News18, milisi mengeklaim daftar hitam AS itu merupakan pelanggaran dari Kesepakatan Doha.

Baca juga: China Janjikan Bantuan Rp 441,6 Miliar untuk Afghanistan di Bawah Pemerintahan Taliban

Sumber milisi menuturkan, Jaringan Haqqani merupakan bagian dari Emirat Afghanistan, nama resmi pemerintahan Taliban.

Mereka tak bisa menerima jika organisasi yang dipimpin Sirajuddin Haqqani tersebut masuk ke dalam daftar teroris AS.

Karena itu, milisi mengaku tak bisa menerimanya. Mereka juga menuntut Washington supaya membuka hubungan diplomatik dengan mereka.

Dilansir India.com Kamis (9/9/2021), awal pekan ini Taliban mengumumkan pemerintahan yang mereka klaim "inklusif".

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Hanya saja, setidaknya lima pejabat tinggi yang ditunjuk ternyata berada dalam sanksi PBB. Taliban sendiri juga dalam hukuman AS.

Kepala juru bicara Zabihullah Mujahid dikutip TOLO News menegaskan, mereka takkan membiarkan intervensi asing.

"Kami takkan membiarkan siapa pun mengintervensi kami. Apa pun nama pemerintahannya adalah keputusan rakyat Afghanistan," tegasnya.

Menurut Taliban, pemerintahan yang mereka umumkan belum final, dan akan segera menetapkan posisi lainnya secepatnya.

Baca juga: Taliban Larang Wanita Terjun ke Olahraga, Alasannya Wajah dan Tubuhnya Terbuka

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang

Video Pilihan

Sumber india.com
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Buntut Klaim Batik, Lavanya Sivaji Miss World Malaysia 2021 Tutup Kolom Komentar dan Minta Maaf

Buntut Klaim Batik, Lavanya Sivaji Miss World Malaysia 2021 Tutup Kolom Komentar dan Minta Maaf

Global
Hasil Investigasi, Tesla yang Tabrak Pohon dan Terbakar Ada Pengemudinya

Hasil Investigasi, Tesla yang Tabrak Pohon dan Terbakar Ada Pengemudinya

Global
Kapalnya Dibajak oleh Bajak Laut, Nelayan Ini Tewas Dimangsa Buaya

Kapalnya Dibajak oleh Bajak Laut, Nelayan Ini Tewas Dimangsa Buaya

Global
Terobosan Ahli Bedah AS: Transplantasi Ginjal Babi pada Manusia

Terobosan Ahli Bedah AS: Transplantasi Ginjal Babi pada Manusia

Global
Bermain Permainan di Squid Game, 5 Anak Dilarikan ke Rumah Sakit

Bermain Permainan di Squid Game, 5 Anak Dilarikan ke Rumah Sakit

Global
Persaingan Perang Dingin di Berbagai Bidang: Ekonomi, Atom, hingga Luar Angkasa

Persaingan Perang Dingin di Berbagai Bidang: Ekonomi, Atom, hingga Luar Angkasa

Internasional
Kakak Tiri Kim Jong Un yang Tewas Diracun Diduga adalah Mata-mata Korea Selatan

Kakak Tiri Kim Jong Un yang Tewas Diracun Diduga adalah Mata-mata Korea Selatan

Global
Mantan Raja Spanyol Juan Carlos Disuntik Hormon Wanita untuk Menekan Gairah Seks

Mantan Raja Spanyol Juan Carlos Disuntik Hormon Wanita untuk Menekan Gairah Seks

Global
Intelijen AS Peringatkan Perubahan Iklim Berdampak pada Keamanan Dunia

Intelijen AS Peringatkan Perubahan Iklim Berdampak pada Keamanan Dunia

Global
Zanziman Ellie, 'Mowgli Dunia Nyata' Kini Pakai Jas dan Pergi ke Sekolah

Zanziman Ellie, "Mowgli Dunia Nyata" Kini Pakai Jas dan Pergi ke Sekolah

Global
Ledakan Terjadi di Afghanistan, Kabul Mati Listrik

Ledakan Terjadi di Afghanistan, Kabul Mati Listrik

Global
Ambisi India Punya Jet Tempur Siluman Buatan Dalam Negeri pada 2025

Ambisi India Punya Jet Tempur Siluman Buatan Dalam Negeri pada 2025

Global
Keluarga Pemain Voli yang Diisukan Tewas Dipenggal Taliban Buka Suara

Keluarga Pemain Voli yang Diisukan Tewas Dipenggal Taliban Buka Suara

Global
Ditanya Apakah Bakal Melindungi Taiwan dari China, Biden: Yes

Ditanya Apakah Bakal Melindungi Taiwan dari China, Biden: Yes

Global
Berulang Tahun 22 Oktober, Ini Kisah Hidup Arsene Wenger

Berulang Tahun 22 Oktober, Ini Kisah Hidup Arsene Wenger

Global

Video Pilihan

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.