Mnet Berulah Lagi, Remix Adzan untuk Pembuka Acara Survival Dance

Kompas.com - 09/09/2021, 14:54 WIB
Mnet minta maaf atas remix suara azan. KoreabooMnet minta maaf atas remix suara azan.

SEOUL, KOMPAS.com - Mnet kembali mengundang kecaman dari masyarakat setelah diduga melakukan remix adzan untuk latar musik pembukaan acara survival dance Korea Selatan "Street Woman Fighter".

Saat ini, di media sosial Twitter tengah ramai dengan tagar #Mnetapologize, #MNETDisrespectAdzan, #ADZANBUKANMAINAN.

Tagar tersebut ramai setelah sejumlah penonton yang beragama Muslim menyadari bahwa musik pembuka acara survival dance Korea Selatan itu adalah potongan adzan, panggilan untuk Muslim ibadah shalat.

Baca juga: 11 Juli 1995: Pembantaian Srebrenica Tewaskan Ribuan Muslim Bosnia

Musik yang diduga remix adzan itu menjadi latar mantan anggota Wanna One Kang Daniel membuka acara, yang menampilkan 8 kru tari wanita saling berkompetisi menang.

Salah satu warganet yang menyadari potongan suara adzan remix itu men-tweet, "Adzan bukan lagu estetik. Cabut lagu itu, ciptakan intro baru. Anda mempercepat dan mencampur adzan. Ini adalah penghinaan".

Warganet tersebut juga mengunggah video dirinya berbahasa Melayu yang menerangkan kesalahan Mnet dan menyerukan warganet lainnya meramaikan tagar #Mnetapologize.

Ada pun warganet lainnya yang mengatakan, "Saya hanya ingin bilang: 'Jahanam menunggumu'" disertai tagar tagar #Mnetapologize, #MNETDisrespectAdzan.

Baca juga: Israel Ingin Jalin Hubungan dengan Indonesia dan Negara Muslim Asia Tenggara Lainnya

"Tolong Mnet...#Mnetapologize, #MNETDisrespectAdzan terserah lagu apa yang Anda remix...kami tidak peduli sama sekali, tetapi ini Adzan, adalah melodi indah kami...tidak perlu untuk remix...tolong," ungkap warganet lainnya.

"Adzan adalah doa bagi Muslim, adzan bukan musik atau candaan. Anda punya otak untuk berpikir kan?" tandas lainnya.

Warganet lain berkata, "Menunggu @MnetKR minta maaf!! AGAMA SAYA DATANG PERTAMA!! Jangan gunakan adzan sebagai hiburan! ADZAN BUKAN MUSIK! Minta maaf SEKARANG!!!! Ganti intro!" yang disertai tagar #Mnetapologize #MNETDisrespectAdzan.

Ini bukan kasus pertama Mnet menunjukkan sikap yang tidak pantas terhadap pihak lain dalam siarannya.

Masih ingat dalam siaran pembukaan Olimpiade Tokyo 2020 pada Agustus lalu, Mnet menampilkan gambar tragedi Chernobyl untuk merepresentasikan Ukraina, menggunakan gambar kerusuhan untuk Haiti, Salmon untuk Norwegia, dan Pizza untuk Italia. 

Baca juga: Jaringan TV Korea Selatan Minta Maaf Setelah Pakai Ikon dan Keterangan Tak Pantas dalam Olimpiade Tokyo 2020

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Seorang Personel Garda Nasional Ukraina Serang Pabrik, 5 Tentara Tewas

Seorang Personel Garda Nasional Ukraina Serang Pabrik, 5 Tentara Tewas

Global
Kronologi Bunuh Diri Liu Xuezhou yang Gemparkan China: Dijual Saat Kecil lalu Ditolak Orangtua Kandung

Kronologi Bunuh Diri Liu Xuezhou yang Gemparkan China: Dijual Saat Kecil lalu Ditolak Orangtua Kandung

Global
Akhir Sedih Choomba, Gorila Tertua Atlanta yang Terpaksa Diakhiri Hidupnya

Akhir Sedih Choomba, Gorila Tertua Atlanta yang Terpaksa Diakhiri Hidupnya

Global
Dalam Bayang Invasi Rusia, Ini Daftar Negara yang Kirim Senjata ke Ukraina

Dalam Bayang Invasi Rusia, Ini Daftar Negara yang Kirim Senjata ke Ukraina

Global
Mengintip Ajang Lari Maraton Terdingin di Dunia, Berjam-jam Terjang Suhu di Bawah Nol

Mengintip Ajang Lari Maraton Terdingin di Dunia, Berjam-jam Terjang Suhu di Bawah Nol

Global
Pernikahan Putri Sultan Brunei Digelar Meriah, Pesta 10 Hari Berturut-turut

Pernikahan Putri Sultan Brunei Digelar Meriah, Pesta 10 Hari Berturut-turut

Global
Beli Kursi di Toko Loak Seharga Rp 90 Ribuan, Tak Disangka Harga di Pelelangan Bernilai Miliaran

Beli Kursi di Toko Loak Seharga Rp 90 Ribuan, Tak Disangka Harga di Pelelangan Bernilai Miliaran

Global
Kisah Alison Parker, Reporter yang Diberondong Tembakan saat Laporan On-Air

Kisah Alison Parker, Reporter yang Diberondong Tembakan saat Laporan On-Air

Global
Jika Rusia-Ukraina Perang, Turki Nyatakan Siap Lakukan Apa Pun

Jika Rusia-Ukraina Perang, Turki Nyatakan Siap Lakukan Apa Pun

Global
Wanita Ini Dipukuli Pacarnya karena Sebut Ronaldo Kurang Menarik

Wanita Ini Dipukuli Pacarnya karena Sebut Ronaldo Kurang Menarik

Global
Ditolak Orangtua yang Menjualnya, Liu Xuezhou Disebut Minta Dibelikan Rumah dan Pinjam Uang

Ditolak Orangtua yang Menjualnya, Liu Xuezhou Disebut Minta Dibelikan Rumah dan Pinjam Uang

Global
Kenapa Rusia Tidak Masuk NATO? Ini 5 Alasannya

Kenapa Rusia Tidak Masuk NATO? Ini 5 Alasannya

Internasional
Update Covid-19 Dunia: WHO Catat Infeksi Mingguan Tertinggi, tapi Angka Kematian Stabil

Update Covid-19 Dunia: WHO Catat Infeksi Mingguan Tertinggi, tapi Angka Kematian Stabil

Global
Militer Myanmar Tak Melunak, Protes Pukul Panci dan Wajan Kini Dianggap Pengkhianatan

Militer Myanmar Tak Melunak, Protes Pukul Panci dan Wajan Kini Dianggap Pengkhianatan

Global
27 Januari 1988: National Geography Society Berdiri

27 Januari 1988: National Geography Society Berdiri

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.