Kompas.com - 09/09/2021, 14:13 WIB
Sekitar 1.000 orang, termasuk orang Amerika Serikat (AS), terjebak di Afghanistan selama berhari-hari di bandara Mazar-i-Sharif, utara Afghanistan. 
DANIEL LIPPMAN/MAXAR via TWITTERSekitar 1.000 orang, termasuk orang Amerika Serikat (AS), terjebak di Afghanistan selama berhari-hari di bandara Mazar-i-Sharif, utara Afghanistan.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Sekretaris pers Gedung Putih Jen Psaki mengakui pada Rabu (8/9/2021) bahwa pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden memblokir penerbangan evakuasi dari Afghanistan karena mereka tidak mengetahui identitas semua orang di dalamnya.

Psaki menanggapi serangkaian pertanyaan Peter Doocy dari Fox News tentang hubungan AS dengan Taliban, dan tentang penerbangan sewaan yang membawa orang Amerika yang mencoba meninggalkan bandara Mazar-i-Sharif di Afganistan.

Baca juga: Lebih dari 1.000 Orang Terjebak di Bandara Afghanistan Tak Dapat Izin Terbang dari Taliban

"Kami tidak akan mengizinkan penerbangan yang memiliki ratusan orang yang kami tidak tahu siapa mereka, yang belum melalui protokol keamanan, di mana kami belum melihat manifesnya, untuk mendarat di pangkalan militer AS," kata Psaki.

Dia mengonfirmasi laporan dari Politico yang mengatakan bahwa Taliban menghentikan penerbangan tersebut dari lepas landas untuk melihat dokumen dari penumpang dan manifes penerbangan.

Namun menurutnya, itu dilakukan karena Departemen Luar Negeri AS menginginkan pemeriksaan itu dilakukan.

“Jadi sejumlah pesawat ini, mereka mungkin memiliki segelintir warga negara Amerika, tetapi mereka mungkin memiliki beberapa ratus orang di mana kami tidak memiliki manifes untuk mereka, kami tidak tahu apa protokol keamanan untuk mereka, kami tidak tidak tahu dokumentasi mereka,” kata Psaki melansir Daily Mail pada Selasa (8/9/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Lebih lanjut kata dia, ada pertanyaan mendasar dan merupakan salah satu pilihan sulit yang dihadapi pemerintahan. Yakni terkait apakah negara akan mengizinkan pesawat dengan ratusan orang, tanpa tahu siapa mereka, dan protokol keamanan apa yang harus diberikan, untuk mendarat di pangkalan militer AS.

Baca juga: Protes Pecah di Kabul, Taliban Kunci Perempuan Afghanistan di Ruang Bawah Tanah

Psaki juga dihadapkan pada pertanyaan terkait banyaknya teroris yang masuk daftar FBI dalam pemerintahan Afghanistan yang baru daripada wanita.

“Pertama-tama, tidak seorang pun dalam pemerintahan ini (AS), bukan presiden, atau siapa pun di tim keamanan nasional, akan menyarankan Taliban dihormati dan dihargai sebagai anggota komunitas global,” jawab Psaki.

“Mereka tidak mendapatkan itu dengan cara apapun,” tegasnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Video Pilihan

Sumber Daily Mail
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.