Israel Tangkap Keluarga Milisi Palestina yang Kabur dari Penjara

Kompas.com - 08/09/2021, 21:19 WIB
Polisi dan sipir penjara memeriksa lokasi pelarian enam milisi Palestina di luar Penjara Gilboa di utara Israel, Senin, 6 September 2021. Pasukan israel menggelar pencarian setelah para tahanan kabur dari lubang yang digali di toilet. AP PHOTO/Sebastian ScheinerPolisi dan sipir penjara memeriksa lokasi pelarian enam milisi Palestina di luar Penjara Gilboa di utara Israel, Senin, 6 September 2021. Pasukan israel menggelar pencarian setelah para tahanan kabur dari lubang yang digali di toilet.

RAMALLAH, KOMPAS.com - Pasukan Israel dikabarkan menangkap keluarga dari enam milisi Palestina yang kabur dari penjara berkeamanan tinggi mereka.

Keenam tahanan itu kabur dengan cara menggali terowongan di toilet sel mereka, di Penjara Gilboa pada Senin (6/9/2021).

Berdasarkan laporan Jerusalem Post dikutip ABC News, para narapidana membuka jalan menggunakan sendok yang berkarat.

Baca juga: Kabur dari Penjara Israel Berkeamanan Tertinggi, 6 Milisi Palestina Gali Lubang di Toilet

Israel mengerahkan drone, meningkatkan pemeriksaan perbatasan, dan mengirim pasukan ke kota Tepi Barat bernama Jenin.

Dilansir AFP Rabu (8/9/2021), Jenin merupakan kampung halaman bagi sebagian besar milisi Palestina yang melarikan diri.

Klub The Palestinian Prisoners' Club menyatakan, dua saudara dari terduga dalang pelarian, Mahmud Ardah, ditangkap.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Militer dilaporkan juga menangkap keluarga Dr Nidal Ardah, maupun ayah dari Munadel Infeiat. Ketiga tahanan itu adalah anggota Jihad Islam.

Juru bicara organisasi Amani Sarahneh mengatakan, kemungkinan ada anggota keluarga narapidana pelarian lain yang tertangkap.

Pasukan Israel juga menyatakan mereka membuat penangkapan lain semalaman, tanpa bersedia menjelaskannya lebih rinci.

Tel Aviv juga menerbitkan larangan untuk memublikasikan detil investigasi, dengan dugaan mereka malu atas insiden pelarian tersebut.

Penangkapan itu mendapatkan kecaman dari Direktur Human Rights Watch untuk Israel dan Palestina, Omar Shakir.

"Menahan kerabat untuk memaksa targetnya menyerahkan diri merupakan taktik gaya mafia," kecam Shakir di Twitter.

Banyak warga baik di Jenin maupun Jalur Gaza dilaporkan turun ke jalan dan merayakan kaburnya enam orang itu.

Baca juga: 6 Milisi Palestina Kabur dari Penjara Berkeamanan Tinggi Israel

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber AFP,ABC News
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Video Pilihan

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.