Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jepang Temukan Orang Ketiga yang Meninggal Setelah Terima Vaksin Covid-19 Terkontaminasi

Kompas.com - 07/09/2021, 15:51 WIB
Bernadette Aderi Puspaningrum

Penulis

Sumber Guardian

TOKYO, KOMPAS.com - Jepang mencatat orang ketiga yang meninggal setelah menerima suntikan dari salah satu dari tiga batch vaksin Covid-19 Moderna sejak diidentifikasi terkontaminasi.

Sementara, pihak berwenang mengatakan belum ada hubungan sebab akibat yang ditemukan.

Baca juga: Jepang Kembali Temukan Vaksin Moderna yang Terkontaminasi

Pria berusia 49 tahun itu mendapat disis kedua pada 11 Agustus dan meninggal pada hari berikutnya.

Satu-satunya masalah kesehatan yang diketahui di miliki adalah alergi terhadap soba, kata kementerian kesehatan Jepang, Senin (6/9/2021).

Seperti dua kematian sebelumnya, otoritas “Negeri Sakura” mengatakan belum menentukan apakah kematian terbaru terkait dengan vaksin Covid-19 yang terkontaminasi.

Dosis yang berasal dari batch yang sama yang ditemukan memiliki fragmen baja tahan karat di dalamnya. Atas temuan ini 1,63 juta dosis vaksin Covid-19 Moderna ditarik pada 26 Agustus.

Tiga batch diproduksi di Spanyol di bawah kontrak oleh Moderna. Perusahaan belum mengomentari kematian terbaru, tetapi minggu lalu mengeluarkan pernyataan bersama dengan distributor lokal Takeda Pharmaceutical.

“Kehadiran partikel stainless steel yang langka dalam vaksin Moderna Covid-19 tidak menimbulkan risiko yang tidak semestinya bagi keamanan pasien, dan tidak memengaruhi profil manfaat/risiko produk,” klaim pernyataan itu melansir Guardian pada Selasa (7/9/2021).

Baca juga: Jepang Terus Selidiki Vaksin Covid-19 yang Diduga Terkontaminasi

Awal bulan lalu, dua pria berusia 30-an tanpa penyakit bawaan, meninggal dalam beberapa hari setelah mendapatkan dosis kedua vaksin Moderna.

Kontaminan diyakini sebagai potongan karet dari sumbat botol yang masuk ke cairan vaksin karena jarum dimasukkan secara tidak benar. Itu ditemukan di Okinawa, Gunma dan Kanagawa pada akhir Agustus dan awal September.

Tidak ada masalah yang dilaporkan di antara mereka yang disuntik dengan vaksin yang terkontaminasi, yang berasal dari batch yang berbeda dengan yang ditarik sebelumnya.

Lebih dari 500.000 orang telah disuntik dengan vaksin dari tiga batch yang salah, menurut menteri yang bertanggung jawab atas program vaksin, Taro Kono.

Sebagian besar vaksin yang digunakan di Jepang dibuat oleh Pfizer, meskipun setidaknya 12,2 juta dosis Moderna telah diberikan.

Hampir total 136 juta dosis virus corona telah diberikan di Jepang, di mana 48 persen populasinya telah divaksinasi penuh dan lebih dari 59 persen telah menerima setidaknya satu suntikan.

Infeksi baru di Tokyo turun di bawah 1.000 pada Senin (6/9/2021 untuk pertama kalinya sejak pertengahan Juli.

Baca juga: Dua Orang Meninggal Setelah Terima Vaksin Moderna Terkontaminasi, Jepang Gelar Penyelidikan

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Baca tentang
Video rekomendasi
Video lainnya

Terkini Lainnya

Rangkuman Hari Ke-847 Serangan Rusia ke Ukraina: Putin ke Korut | Pertempuran di Toretsk

Rangkuman Hari Ke-847 Serangan Rusia ke Ukraina: Putin ke Korut | Pertempuran di Toretsk

Global
[POPULER GLOBAL] Israel Akan Serang Lebanon | Putin Peluk Kim Jong Un

[POPULER GLOBAL] Israel Akan Serang Lebanon | Putin Peluk Kim Jong Un

Global
Presiden Taiwan Tegaskan Negaranya Tak Akan Tunduk pada Tekanan China

Presiden Taiwan Tegaskan Negaranya Tak Akan Tunduk pada Tekanan China

Global
11 Perenang yang Terlibat Skandal Doping Masuk Tim Olimpiade China

11 Perenang yang Terlibat Skandal Doping Masuk Tim Olimpiade China

Global
Strategi 'Landak', Taktik Asimetris Taiwan jika Diserang China

Strategi "Landak", Taktik Asimetris Taiwan jika Diserang China

Global
Indonesia Kirimkan Delegasi Terbesar ke SelectUSA Investment Summit 2024

Indonesia Kirimkan Delegasi Terbesar ke SelectUSA Investment Summit 2024

Global
Wanita Ini Akhirnya Melahirkan Anak Perempuan Setelah Punya 9 Anak Laki-laki

Wanita Ini Akhirnya Melahirkan Anak Perempuan Setelah Punya 9 Anak Laki-laki

Global
Peramal India Pertahankan Prediksi, Klaim Perang Dunia III Tinggal Menghitung Hari

Peramal India Pertahankan Prediksi, Klaim Perang Dunia III Tinggal Menghitung Hari

Global
Rusia Tingkatkan Serangan di Dekat Toretsk, Kota Garis Depan Ukraina

Rusia Tingkatkan Serangan di Dekat Toretsk, Kota Garis Depan Ukraina

Global
China Ganti Nama Ratusan Desa dan Kota Uighur yang Berbau Agama dan Budaya Tertentu

China Ganti Nama Ratusan Desa dan Kota Uighur yang Berbau Agama dan Budaya Tertentu

Global
Hampir 2.000 Anak Meninggal Setiap Hari Akibat Polusi Udara

Hampir 2.000 Anak Meninggal Setiap Hari Akibat Polusi Udara

Global
21 Drone Rusia Serang Ukraina, Rusak Fasilitas Energi Dekat Perbatasan

21 Drone Rusia Serang Ukraina, Rusak Fasilitas Energi Dekat Perbatasan

Global
Warga Gaza Terpaksa Hidup Berdampingan dengan Sampah dan Hewan Pengerat

Warga Gaza Terpaksa Hidup Berdampingan dengan Sampah dan Hewan Pengerat

Internasional
Menerka Tujuan Putin Bertemu Kim Jong Un di Korea Utara

Menerka Tujuan Putin Bertemu Kim Jong Un di Korea Utara

Global
Mengapa Kunjungan Putin ke Korea Utara Kali Ini Sangat Penting?

Mengapa Kunjungan Putin ke Korea Utara Kali Ini Sangat Penting?

Internasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com