Kompas.com - 06/09/2021, 10:25 WIB
Tiga anggota pasukan khusus Taliban berjaga di luar Bandara Internasional Hamid Karzai setelah militer Amerika Serikat (AS) menarik diri pada Selasa, 31 Agustus 2021. AP PHOTO/Khwaja Tawfiq SediqiTiga anggota pasukan khusus Taliban berjaga di luar Bandara Internasional Hamid Karzai setelah militer Amerika Serikat (AS) menarik diri pada Selasa, 31 Agustus 2021.

KABUL, KOMPAS.com - Pasukan khusus dilaporkan menangkap dan menutup mata seorang pria yang diduga anggota Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

Dalam gambar yang beredar, nampak terduga anggota ISIS itu dibawa menggunakan jip militer oleh pasukan Taliban.

Pecahan kelompok teroris itu, ISIS-K, mengeklaim sebagai dalang serangan bom bunuh diri di dekat bandara Kabul pada Agustus lalu.

Baca juga: Kenapa ISIS-K Bermusuhan dengan Taliban? Ini Sebabnya...

Dilansir The Sun Minggu (5/9/2021), sekitar 182 orang tewas dalam serangan itu, 13 di antaranya adalah tentara AS.

Presiden AS Joe Biden kemudian menyatakan akan memburu ISIS-K, yang tak lama kemudian muncul pengumuman serangan udara.

Berdasarkan keterangan Pentagon, mereka melancarkan dua serangan udara dengan salah satunya menyasar mobil di dekat bandara.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tetapi, terjangan drone tempur AS tersebut dilaporkan juga menewaskan warga sipil, karena mobil yang diserang disinyalir mengangkut bahan peledak.

Sementara itu, muncul kabar bahwa Taliban mulai memburu anggota pasukan pemerintah Afghanistan, dengan mendatangi satu persatu rumah.

Di Provinsi Ghor, seorang saksi kepada BBC mengungkapkan milisi menembak mati polisi wanita bernama Banu Negar.

Negar yang bekerja di fasilitas penjara lokal dilaporkan dibunuh di depan suami dan anaknya, dalam keadaan hamil tua.

Juru bicara Zabihullah Mujahid merespons dengan menyatakan mereka tidak membunuhnya, dan berjanji akan menyelidiki kabar tersebut.

Mujahid mengeklaim mereka sudah mengumumkan amnesti bagi siapa pun yang pernah bekerja bagi pemerintahan sebelumnya.

Karena itu, dia menduga pembunuhan terhadap si polisi wanita disebabkan masalah pribadi atau faktor lainnya.

Baca juga: Pelaku Penikaman di Selandia Baru Terinspirasi ISIS, Berasal dari Sri Lanka

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber The Sun
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.