JENEWA, KOMPAS.com – Akibat perubahan iklim, bencana yang terjadi di sleuruh dunia meningkat lima kali lipat dalam 50 tahun terakhir.
Laporan tersebut disampaikan Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) dalam publikasi terbarunya yang dirilis pada Rabu (1/8/2021).
Publikasi tersebut menyurvei sekitar 11.000 bencana yang terjadi antara 1979 hingga 2019 sebagaimana dilansir Reuters.
Baca juga: Ekonomi Korut Babak Belur, Kim Jong Un Desak Upaya Penanganan Bencana dan Pandemi
WMO juga meninjau tentang kematian dan kerugian ekonomi akibat cuaca, air, dan iklim ekstrem secara komprehensif dalam publikasi tersebut.
Bencana paling parah yang dicatat dalam kurun waktu 50 tahun salah satunya adalah kekeringan 1983 di Etiopia dengan 300.000 kematian.
Laporan tersebut menggarisbawahi tren bencana yang semakin meningkat di mana jumlah bencana meningkat hampir lima kali lipat sejak 1970-an hingga 10 tahun terakhir.
Ini juga mengindikasikan bahwa pemanasan global membuat bencana dan cuaca ekstrem menjadi lebih sering di seluruh dunia.
Baca juga: WMO: Banyak Terjadi Bencana Iklim, tapi Tingkat Kematian Lebih Sedikit
WMO juga mengaitkan bahwa semakin parah perubahan iklim maka semakin banyak bencana yang terjadi di seluruh dunia.
Akibat masifnya bencana yang terjadi selama 50 tahun terakhir, lebih dari 2 juta orang di seluruh dunia meninggal.
Lebih dari 91 persen dari 2 juta kematian akibat bencana selama 50 tahun terakhir terjadi di negara berkembang.
Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!
Syarat & Ketentuan
Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.
Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.
Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.