Mabuk dan Kunjungi Rumah Bordil saat Bertugas, 40 Polisi Paralimpiade Tokyo Dipulangkan

Kompas.com - 05/09/2021, 13:59 WIB
Seorang warga bermasker melihat simbol Paralimpiade yang menyala di area tepi laut Taman Laut Odaiba, menjelang upacara pembukaan Paralimpiade Tokyo 2020 yang telah ditunda hingga 2021 karena pandemi Covid-19, di Tokyo, Jepang, Jumat (20/8/2021). Panitia penyelenggara bersama Pemerintah Jepang akhirnya memutuskan kebijakan menggelar Paralimpiade Tokyo 2020 tanpa kehadiran penonton. ANTARA FOTO/REUTERS/ISSEI KATOSeorang warga bermasker melihat simbol Paralimpiade yang menyala di area tepi laut Taman Laut Odaiba, menjelang upacara pembukaan Paralimpiade Tokyo 2020 yang telah ditunda hingga 2021 karena pandemi Covid-19, di Tokyo, Jepang, Jumat (20/8/2021). Panitia penyelenggara bersama Pemerintah Jepang akhirnya memutuskan kebijakan menggelar Paralimpiade Tokyo 2020 tanpa kehadiran penonton.

TOKYO, KOMPAS.com - Sekitar 40 petugas polisi yang dikirim untuk memberikan keamanan di Paralimpiade Tokyo telah dipulangkan setelah mereka mabuk dan berkelahi dengan warga, menurut surat kabar Asahi.

Petugas polisi, yang merupakan anggota unit keamanan khusus dari Prefektur Yamanashi, melanggar larangan unitnya soal konsumsi alkohol saat bertugas.

Baca juga: Zheng Tao, Perenang Tanpa Lengan Asal China Sabet 4 Medali Emas Paralimpiade Tokyo 2020

Melansir Insider pada Sabtu (4/9/2021), 40 polisi itu dilaporkan mabuk di akomodasi mereka di Tokyo minggu lalu.

Petugas kemudian terlibat dalam pertengkaran fisik dengan warga sipil di dekat Stasiun JR Kinshicho di distrik Sumida Tokyo.

Akhirnya petugas polisi lainnya dipanggil ke tempat kejadian, di mana mereka menangkap rekan-rekan mereka sendiri yang mabuk.

Surat kabar Jepang melaporkan tidak ada luka serius yang diderita selama bentrokan tersebut.

Sumber surat kabar Asahi mengatakan beberapa petugas juga mengunjungi rumah bordil selama mereka tinggal di ibu kota “Negeri Sakura” tempat di mana mereka seharusnya menjalankan tugas pengamanan.

Baca juga: Menpora Malaysia Turun Tangan Usut Pencabutan Medali Emas Ziyad di Paralimpiade Tokyo

Seluruh unit diberhentikan dari tugas mereka di Tokyo, dan dikirim kembali ke Prefektur Yamanashi pada Senin (30/8/2021).

Departemen Kepolisian Metropolitan mengatakan polisi prefektur Yamanashi sedang menyelidiki masalah ini.

Sekitar 11.600 petugas polisi telah dikirim dari seluruh negeri untuk menjaga keamanan Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo.

Bekerja sama dengan petugas dari Departemen Kepolisian Metropolitan, mereka ditugaskan mengawasi di sekitar tempat dan lokasi lain di Tokyo dan mengontrol lalu lintas.

Baca juga: POPULER GLOBAL: Duduk Perkara Atlet Paralimpiade Malaysia Dicabut Medali Emasnya | Warga Korea Utara Culik Anak-anak Kaya

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

5 Bencana Kepunahan Massal di Bumi dalam 4,5 Miliar Tahun Sejarahnya

5 Bencana Kepunahan Massal di Bumi dalam 4,5 Miliar Tahun Sejarahnya

Internasional
Tak Hanya Pangeran Andrew, Ini Nama-nama Bangsawan Inggris yang Telah Dilucuti Gelarnya

Tak Hanya Pangeran Andrew, Ini Nama-nama Bangsawan Inggris yang Telah Dilucuti Gelarnya

Internasional
Delegasi Indonesia Dilaporkan Kunjungi Israel untuk Belajar Tangani Covid-19, Ini Jawaban Kemenkes RI

Delegasi Indonesia Dilaporkan Kunjungi Israel untuk Belajar Tangani Covid-19, Ini Jawaban Kemenkes RI

Global
China Danai Proyek 'Dubai Baru' di Sri Lanka, Akankah Jadi Pusat Ekonomi Dunia?

China Danai Proyek "Dubai Baru" di Sri Lanka, Akankah Jadi Pusat Ekonomi Dunia?

Global
Gambar-gambar Pertama dari Tonga Setelah Erupsi Perlihatkan Skala Kerusakan

Gambar-gambar Pertama dari Tonga Setelah Erupsi Perlihatkan Skala Kerusakan

Global
Eropa Diambang Perangan karena Konflik Rusia-Ukraina

Eropa Diambang Perangan karena Konflik Rusia-Ukraina

Global
Dua Remaja Ditangkap di Inggris Terkait Aksi Terorisme Sinagoga di AS

Dua Remaja Ditangkap di Inggris Terkait Aksi Terorisme Sinagoga di AS

Global
Kabel Bawah Laut Rusak, Komunikasi dari Tonga Bisa Masih Terputus Berminggu-minggu

Kabel Bawah Laut Rusak, Komunikasi dari Tonga Bisa Masih Terputus Berminggu-minggu

Global
China Perintahkan Seluruh Paket dari Luar Negeri Disemprot Desinfektan karena Kekhawatian Omicron

China Perintahkan Seluruh Paket dari Luar Negeri Disemprot Desinfektan karena Kekhawatian Omicron

Global
Sejarah Nuklir Korea Utara: Rudal Balistik, Hipersonik, hingga 16 Kali Bom Hiroshima

Sejarah Nuklir Korea Utara: Rudal Balistik, Hipersonik, hingga 16 Kali Bom Hiroshima

Internasional
Koleksi 10 Ribu Kantong Plastik Tua, Wanita Ini Pecahkan Rekor Dunia

Koleksi 10 Ribu Kantong Plastik Tua, Wanita Ini Pecahkan Rekor Dunia

Global
Pengintai UFO Mengklaim Lihat Penampakan UFO di Postingan Terbaru ISS

Pengintai UFO Mengklaim Lihat Penampakan UFO di Postingan Terbaru ISS

Global
Viral Foto Astronot Mengambang Tanpa Penambat, Fakta atau Hasil Editan?

Viral Foto Astronot Mengambang Tanpa Penambat, Fakta atau Hasil Editan?

Global
Nekat Selundupkan Narkoba dalam Kaleng Kacang, Pria Inggris Dijebloskan Penjara

Nekat Selundupkan Narkoba dalam Kaleng Kacang, Pria Inggris Dijebloskan Penjara

Global
Elon Musk: Saya Tidak Pernah Mencuit Sesuatu yang Kontroversial

Elon Musk: Saya Tidak Pernah Mencuit Sesuatu yang Kontroversial

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.