Kompas.com - 05/09/2021, 13:37 WIB
Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern dan Komisaris Polisi Andrew Coster menjawab pertanyaan selama konferensi pers setelah serangan teror supermarket Auckland di parlemen di Wellington, Selandia Baru, Sabtu, 4 September 2021. AP PHOTO/MARK MITCHELLPerdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern dan Komisaris Polisi Andrew Coster menjawab pertanyaan selama konferensi pers setelah serangan teror supermarket Auckland di parlemen di Wellington, Selandia Baru, Sabtu, 4 September 2021.

WELLINGTON, KOMPAS.com - Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern berjanji memperketat undang-undang kontraterorisme setelah seorang pria yang telah menjadi perhatian pihak berwenang menikam dan melukai tujuh orang di sebuah supermarket dengan pisau.

"Saya berkomitmen, bahwa segera setelah parlemen dilanjutkan, kami akan menyelesaikan pekerjaan itu - itu berarti bekerja untuk meloloskan undang-undang sesegera mungkin, dan paling lambat akhir bulan ini," kata Ardern pada konferensi pers pada Sabtu (4/9/2021) melansir Al Jazeera.

Baca juga: Teroris Penikaman Supermarket Selandia Baru Diungkap, Ini Sosoknya

Polisi menembak mati penyerang berusia 32 tahun, beberapa saat setelah dia melancarkan aksi penusukannya pada Jumat (3/9/2021).

Pelaku adalah seorang warga negara Sri Lanka, yang telah dihukum dan dipenjarakan selama sekitar tiga tahun sebelum dibebaskan pada Juli.

Ardern mengatakan sebelumnya bahwa pria itu terinspirasi oleh kelompok bersenjata ISIL (ISIS) dan diawasi terus-menerus, tetapi tidak dapat ditahan lagi oleh hukum.

RUU Perundang-undangan Kontra Teror Selandia Baru yang akan di proses, mengatur kriminalisasi perencanaan dan persiapan yang mungkin mengarah pada serangan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Itu diharap dapat menutup apa yang dikatakan para kritikus sebagai celah yang memungkinkan komplotan teror tetap bebas.

Tetapi Ardern mengatakan tidak adil untuk berasumsi bahwa undang-undang yang lebih ketat akan membuat perbedaan dalam kasus ini.

“Ini adalah individu yang sangat termotivasi menggunakan kunjungan supermarket sebagai tameng untuk serangan. Itu adalah situasi yang sangat sulit,” katanya.

Baca juga: Pelaku Penikaman di Selandia Baru Terinspirasi ISIS, Berasal dari Sri Lanka

Menurutnya, pelaku menjadi perhatian polisi pada 2016 karena dukungannya terhadap ideologi kekerasan yang terinspirasi oleh ISIS.

Halaman:

Video Pilihan

Sumber Al Jazeera
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.