Taliban Cari Informasi Penting, Google Kunci Akun E-mail Pemerintah Afghanistan

Kompas.com - 04/09/2021, 06:38 WIB
Para milisi Taliban menguasai istana kepresidenan Afghanistan setelah Presiden Afghanistan Ashraf Ghani melarikan diri dari negara itu, di Kabul, Afghanistan, Minggu (15/8/2021) AP PHOTO/ZABI KARIMIPara milisi Taliban menguasai istana kepresidenan Afghanistan setelah Presiden Afghanistan Ashraf Ghani melarikan diri dari negara itu, di Kabul, Afghanistan, Minggu (15/8/2021)

WASHINGTON DC, KOMPAS.com – Google secara temporer mengunci sejumlah akun e-mail Pemerintah Afghanistan.

Hal itu disampaikan seorang sumber yang mengetahui masalah tersebut kepada Reuters.

Keputusan itu diambil atas kekhawatiran jejak digital yang ditinggalkan oleh mantan pejabat Afghanistan dan mitra internasional mereka.

Baca juga: Taliban Klaim Taklukkan Panjshir, Kuasai Afghanistan Secara Penuh

Sejak Taliban merebut Kabul pada 15 Agustus, sejumlah laporan menyoroti kekhawatiran database Afghanistan yang berpotensi dimanfaatkan penguasa baru untuk memburu musuh-musuh mereka.

Pada Jumat (3/9/2021), perusahaan induk Google, Alphabet, menyatakan bahwa pihaknya tengah memantau situasi di Afghanistan.

Perusahaan tersebut mengumumkan telah mengambil tindakan sementara untuk mengamankan akun yang relevan.

Seorang pegawai dari mantan Pemerintah Afghanistan mengatakan kepada Reuters bahwa Taliban sedang berusaha mendapatkan sejumlah e-mail mantan pejabat.

Baca juga: Mengapa Qatar Menjaga Hubungan Dekat dengan Taliban?

Akhir bulan lalu, karyawan tersebut menuturkan bahwa Taliban memintanya untuk menyimpan data yang disimpan di server kementerian tempat dia bekerja.

"Jika saya melakukannya, mereka akan mendapatkan akses ke data dan komunikasi resmi dari kepemimpinan kementerian sebelumnya," kata karyawan itu.

Karyawan itu menambahkan, dia tidak mematuhi perintah tersebut dan langsung bersembunyi sejak saat itu.

Halaman:

Video Pilihan

Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mentan RI-Australia Tandatangani MoU Kerja Sama Perdagangan Pertanian

Mentan RI-Australia Tandatangani MoU Kerja Sama Perdagangan Pertanian

Global
China Diam-diam Lockdown Area Dekat Ibu Kota Jelang Olimpiade Beijing

China Diam-diam Lockdown Area Dekat Ibu Kota Jelang Olimpiade Beijing

Global
Momen Pilu Meledaknya Pesawat Challenger, Peristiwa Bersejarah Berujung Petaka

Momen Pilu Meledaknya Pesawat Challenger, Peristiwa Bersejarah Berujung Petaka

Global
Elon Musk Bersedia Makan Happy Meal di TV, asal McDonald's Terima Pembayaran Dogecoin

Elon Musk Bersedia Makan Happy Meal di TV, asal McDonald's Terima Pembayaran Dogecoin

Global
Thailand Akan Bagikan Pil KB dan Kondom Gratis ke Remaja

Thailand Akan Bagikan Pil KB dan Kondom Gratis ke Remaja

Global
Sejumlah Negara yang Sukses Memindahkan Ibu Kota, dari Brasil sampai AS

Sejumlah Negara yang Sukses Memindahkan Ibu Kota, dari Brasil sampai AS

Global
Pria Ini Mengeklaim sebagai Donor Sperma Paling Produktif di Dunia, Sudah Jadi 'Ayah' 129 Anak

Pria Ini Mengeklaim sebagai Donor Sperma Paling Produktif di Dunia, Sudah Jadi "Ayah" 129 Anak

Global
ART Asal Indonesia Dipenjara di Singapura karena Sebar Video Saat Memandikan Majikannya

ART Asal Indonesia Dipenjara di Singapura karena Sebar Video Saat Memandikan Majikannya

Global
Keunikan Methuselah, Ikan Akuarium Tertua, Hidup sejak 1930-an

Keunikan Methuselah, Ikan Akuarium Tertua, Hidup sejak 1930-an

Global
Studi: Kasus Omicron Sebagian Besar Menjangkiti Orang yang Pernah Terinfeksi Covid-19

Studi: Kasus Omicron Sebagian Besar Menjangkiti Orang yang Pernah Terinfeksi Covid-19

Global
Inggris Sebut Vaksin Booster Bisa Cegah Kematian akibat Omicron hingga 95 Persen

Inggris Sebut Vaksin Booster Bisa Cegah Kematian akibat Omicron hingga 95 Persen

Global
Dituduh Pungut Kepingan F-35, China: Kami Tidak Tertarik

Dituduh Pungut Kepingan F-35, China: Kami Tidak Tertarik

Global
Lagu-lagu Neil Young Dihapus dari Spotify, Imbas Ultimatum Disinformasi Covid-19

Lagu-lagu Neil Young Dihapus dari Spotify, Imbas Ultimatum Disinformasi Covid-19

Global
Korea Utara Mengaku Luncurkan Rudal Lagi, Total 6 Uji Coba dalam Sebulan

Korea Utara Mengaku Luncurkan Rudal Lagi, Total 6 Uji Coba dalam Sebulan

Global
Israel Sediakan Vaksin Covid-19 Dosis Keempat untuk Orang Rentan 18 Tahun ke Atas

Israel Sediakan Vaksin Covid-19 Dosis Keempat untuk Orang Rentan 18 Tahun ke Atas

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.