Kompas.com - 02/09/2021, 18:12 WIB
Dalam foto yang disediakan oleh Kementerian Pertahanan Spanyol dan diambil di Kabul, Afghanistan, orang-orang menaiki pesawat A400 angkatan udara Spanyol sebagai bagian dari rencana evakuasi di bandara Kabul di Afghanistan, Rabu 18 Agustus 2021. SPANISH DEFENCE MINISTRY via APDalam foto yang disediakan oleh Kementerian Pertahanan Spanyol dan diambil di Kabul, Afghanistan, orang-orang menaiki pesawat A400 angkatan udara Spanyol sebagai bagian dari rencana evakuasi di bandara Kabul di Afghanistan, Rabu 18 Agustus 2021.

DOHA, KOMPAS.com – Qatar mengatakan, pihaknya tengah bekerja sama dengan Taliban untuk membuka kembali bandara Kabul sesegera mungkin.

Pernyataan tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri Qatar Syekh Mohammed bin Abdulrahman al-Thani dalam konferensi pers pada Kamis (2/9/2021).

Melansir AFP, dia juga mendesak kelompok tersebut untuk mengizinkan warga Afghanistan pergi.

Baca juga: Taliban Konvoi Pamer Alat-alat Militer AS yang Dirampas di Afghanistan

Saat ini, bandara Kabul tidak beroperasi karena banyak fasilitas dan infrastrukturnya rusak pasca-selesainya proses evakuasi dan penarikan dari sana.

"Kami bekerja sangat keras (dan) kami tetap berharap bahwa kami akan dapat mengoperasikan (bandara Kabul) sesegera mungkin," kata Syekh Mohammed.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Mudah-mudahan dalam beberapa hari ke depan kita akan mendengar kabar baik,” sambungnya dalam konferensi pers di Doha.

Tim teknis dari Qatar diterbangkan ke Kabul pada Rabu (1/9/2021) untuk membahas pembukaan kembali bandara Kabul.

Baca juga: Taliban Klaim Mengepung Panjshir, Minta Kelompok Perlawanan Letakkan Senjata

Sejak Taliban menduduki Kabul pada 15 Agustus, lebih dari 123.000 warga negara asing dan warga Afghanistan pergi dari negara itu dalam operasi pengangkutan udara.

"Sangat penting bahwa Taliban menunjukkan komitmen mereka untuk memberikan jalan yang aman dan kebebasan bergerak bagi rakyat Afghanistan," kata Syekh Mohammed.

Dalam konferensi pers tersebut, Syekh Mohammed dibersamai oleh Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab.

Baca juga: Kisah Hari-hari Pertama Kehidupan di Bawah Pemerintahan Taliban

Pada gilirannya, Raab menuturkan bahwa pihaknya perlu menyesuaikan diri dengan realita baru setelah Taliban menguasai Afghanistan.

Qatar sendiri sempat menjadi tuan rumah pembicaraan negosiasi antara Taliban dengan Amerika Serikat (AS) dalam beberapa tahun terakhir.

Negara di Teluk Arab tersebut juga merupakan titik transit bagi sekitar 43.000 pengungsi dari Afghanistan.

Baca juga: Penyiar TV Pertama yang Mewawancarai Taliban Akhirnya Kabur

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber AFP
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Minta Parlemen Didik Taliban agar Tidak Terlihat sebagai Teroris, Politisi Malaysia Tuai Hujatan

Minta Parlemen Didik Taliban agar Tidak Terlihat sebagai Teroris, Politisi Malaysia Tuai Hujatan

Global
Mantan Perdana Menteri Lesotho Didakwa atas Pembunuhan Istrinya

Mantan Perdana Menteri Lesotho Didakwa atas Pembunuhan Istrinya

Global
Apa Pentingnya Senjata Hipersonik?

Apa Pentingnya Senjata Hipersonik?

Global
Naik Motor Bebek Sampai ke Paris, Video Perjalanan Pasangan Malaysia Ini Jadi Viral

Naik Motor Bebek Sampai ke Paris, Video Perjalanan Pasangan Malaysia Ini Jadi Viral

Global
China “Memburu” Warga Negara Taiwan Melalui Deportasi Paksa, Menurut Laporan Safeguard Defenders

China “Memburu” Warga Negara Taiwan Melalui Deportasi Paksa, Menurut Laporan Safeguard Defenders

Global
Masuk Rumah Tiba-Tiba Menari Telanjang di Depan Lansia, Seorang Wanita Dituntut Pelecehan Seksual

Masuk Rumah Tiba-Tiba Menari Telanjang di Depan Lansia, Seorang Wanita Dituntut Pelecehan Seksual

Global
Bumi Bisa Punya “Cincin” seperti Planet Saturnus gara-gara Sampah Luar Angkasa

Bumi Bisa Punya “Cincin” seperti Planet Saturnus gara-gara Sampah Luar Angkasa

Global
Bagikan Trik Pandangan Mata yang Bisa Buat Orang Jatuh Cinta, Video Wanita Ini Viral

Bagikan Trik Pandangan Mata yang Bisa Buat Orang Jatuh Cinta, Video Wanita Ini Viral

Global
Kisah Unik Dr Robert Liston, Ahli Bedah Tercepat Abad Ke-19

Kisah Unik Dr Robert Liston, Ahli Bedah Tercepat Abad Ke-19

Global
Presiden Lukashenko Tawarkan Belarus Jadi Tuan Rumah untuk Senjata Nuklir Rusia

Presiden Lukashenko Tawarkan Belarus Jadi Tuan Rumah untuk Senjata Nuklir Rusia

Global
Kepala Dinas Rahasia Inggris MI6: 'Ancaman China Jadi Fokus Terbesar Kami'

Kepala Dinas Rahasia Inggris MI6: "Ancaman China Jadi Fokus Terbesar Kami"

Global
Orang Kepercayaan Duterte Mundur Jadi Calon Presiden Filipina

Orang Kepercayaan Duterte Mundur Jadi Calon Presiden Filipina

Global
Saingi China, AS Perbaiki Fasilitas Militer di Australia

Saingi China, AS Perbaiki Fasilitas Militer di Australia

Global
10 Diplomat Paling Berpengaruh dalam Peristiwa Diplomasi Bersejarah

10 Diplomat Paling Berpengaruh dalam Peristiwa Diplomasi Bersejarah

Internasional
Transisi Energi di Eropa Terhambat Minimnya Bahan Baku

Transisi Energi di Eropa Terhambat Minimnya Bahan Baku

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.