Kompas.com - 31/08/2021, 22:44 WIB
Taliban berjaga-jaga di pintu perbatasan Pakistan, di Torkham, 21 Agustus 2021. IMAGO IMAGES/HUSSAIN ALI via DW INDONESIATaliban berjaga-jaga di pintu perbatasan Pakistan, di Torkham, 21 Agustus 2021.

KABUL, KOMPAS.com - Jatuhnya Kabul ke tangan Taliban menyisakan pertanyaan besar di antara warga Pakistan perihal masa depan hubungan diplomatik dengan AS.

Sebagian kaum garis keras sudah lebih dulu meramal datangnya tuduhan miring dari Gedung Putih terkait peran Islamabad di balik invasi kaum Islamis di Afganistan.

"Negara ini tidak akan lagi menerima dijadikan kambing hitam atas kegagalan pihak lain,” sindir Menteri Hak Asasi Manusia Pakistan, Shireen Mazari, dalam sebuah artikel, Selasa (24/8.2021).

Baca juga: Bukan Taliban, Warga Afghanistan Ternyata Lebih Takut akan Masalah Ini Setelah Pasukan Barat Pergi

Bill Emmott, bekas kepala editor mingguan The Economist, menulis dalam sebuah tajuk untuk platform editorial, Project Syndicate, betapa "kegagalan” di Afganistan dan kembalinya Taliban, diakibatkan oleh "ketidakmampuan Amerika dan Pakistan untuk bersepakat.”

Pakistan disebut sebagai donor terbesar bagi Taliban. Pada periode pertama kekuasaan Taliban antara 1996 dan 2001, Pakistan termasuk ke dalam kelompok tiga negara yang mengakui pemerintah Afganistan.

Husain Hawwani, Direktur Asia Tengah dan Selatan Hudson Institute, sebuah wadah pemikir di Washington, mengatakan kebijakan Pakistan di Afganistan selalu menimbulkan perpecahan dengan AS.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kebanyakan penduduk Amerika percaya dukungan tanpa henti dari Pakistan menyumbang peranan besar dalam keberhasilan Taliban,” katanya kepada DW. "Ada sentimen anti Pakistan terkait isu Afganistan yang mungkin tidak membantu memperbaiki hubungan Pakistan dan AS.”

Kepentingan berbalik arah

Di masa lalu, Pakistan banyak bergantung pada bantuan militer dan keuangan dari AS. Menurut sebuah estimasi, Islamabad menerima lebih dari USD 30 miliar atau lebih dari Rp 430 triliun dari Washington sejak 2001.

Pakistan juga menerima hujan bantuan dan duit sumbangan selama Perang Dingin karena beraliansi dengan Amerika.

Saat ini Haqqani mencatat, dukungan bagi Pakistan di Washington sedang menyusut, terutama "untuk melanjutkan bantuan ekonomi dan militer dalam skala besar.”

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Beruang Sirkus Serang Wanita Hamil di Tengah Pertunjukkan yang Ditonton Anak-anak

Beruang Sirkus Serang Wanita Hamil di Tengah Pertunjukkan yang Ditonton Anak-anak

Global
Collin Powell, Menteri Luar Negeri Kulit Hitam Pertama AS Meninggal karena Komplikasi Covid-19

Collin Powell, Menteri Luar Negeri Kulit Hitam Pertama AS Meninggal karena Komplikasi Covid-19

Global
Penembakan di Suriah Tandai Babak Baru Perang Israel

Penembakan di Suriah Tandai Babak Baru Perang Israel

Global
Malala Kirim Surat ke Taliban, Desak Perempuan Boleh Sekolah Lagi

Malala Kirim Surat ke Taliban, Desak Perempuan Boleh Sekolah Lagi

Global
Ketika Perang Lawan Kartel Malah Buat Geng Kriminal Makin Subur di Meksiko

Ketika Perang Lawan Kartel Malah Buat Geng Kriminal Makin Subur di Meksiko

Global
Apple Hapus Aplikasi Al Quran Populer di China Setelah Diduga Berisi Teks Agama Ilegal

Apple Hapus Aplikasi Al Quran Populer di China Setelah Diduga Berisi Teks Agama Ilegal

Global
Min Aung Hlaing Salahkan Oposisi Setelah Dikeluarkan dari KTT ASEAN

Min Aung Hlaing Salahkan Oposisi Setelah Dikeluarkan dari KTT ASEAN

Global
Australia Keluarkan Sertifikat Vaksin Covid-19 untuk Perjalanan Internasional

Australia Keluarkan Sertifikat Vaksin Covid-19 untuk Perjalanan Internasional

Global
Dukung Pencegahan dan Respons Covid-19 Indonesia, AS dan UNICEF Tanda Tangani Kesepakatan Baru

Dukung Pencegahan dan Respons Covid-19 Indonesia, AS dan UNICEF Tanda Tangani Kesepakatan Baru

Global
Israel Siap Hadapi 2.000 Roket Sehari jika Perang Lawan Hezbollah

Israel Siap Hadapi 2.000 Roket Sehari jika Perang Lawan Hezbollah

Global
Cari Petugas Kebersihan untuk Istana, Ratu Elizabeth Tawarkan Gaji Puluhan Juta Rupiah Per Bulan

Cari Petugas Kebersihan untuk Istana, Ratu Elizabeth Tawarkan Gaji Puluhan Juta Rupiah Per Bulan

Global
Taliban Beri Sinyal Anak Perempuan Afghanistan Dapat Kembali ke Sekolah

Taliban Beri Sinyal Anak Perempuan Afghanistan Dapat Kembali ke Sekolah

Global
Ratusan Model Telanjang Dicat Putih di Laut Mati untuk Foto Wisata

Ratusan Model Telanjang Dicat Putih di Laut Mati untuk Foto Wisata

Global
Junta Myanmar Akan Bebaskan Lebih dari 5.000 Orang yang Dipenjara akibat Demo Kudeta

Junta Myanmar Akan Bebaskan Lebih dari 5.000 Orang yang Dipenjara akibat Demo Kudeta

Global
Mengenal Legenda Kitsune, Rubah dari Mitologi Jepang Kuno

Mengenal Legenda Kitsune, Rubah dari Mitologi Jepang Kuno

Internasional

Video Pilihan

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.