Kenapa Batas Biden Menarik Pasukan dari Afghanistan 31 Agustus? Bagaimana jika Telat?

Kompas.com - 27/08/2021, 17:32 WIB

KABUL, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menetapkan 31 Agustus 2021 sebagai batas waktu penarikan pasukan dari Afghanistan.

Tak hanya personel militer, AS juga memulangkan staf-staf Kedutaan Besar, para warganya, dab warga Afghanistan yang bekerja untuk mereka.

Evakuasi dilakukan melalui jalur udara secara besar-besaran dan terus dikebut, mengingat tenggat waktu yang tak lama lagi akan berakhir.

Baca juga: Kenapa Amerika Meninggalkan Afghanistan sehingga Taliban Merajalela? Begini Ceritanya...

Lantas kenapa Biden menarik pasukan dari Afghanistan terakhir tanggal 31 Agustus, dan bagaimana jika deadline itu tidak ditepati?

Berikut penjelasannya dari AFP...

Bagaimana batas akhir 31 Agustus ditetapkan?

Mantan presiden AS Donald Trump membuat kesepakatan dengan Taliban pada Februari 2020, bahwa semua pasukan AS akan mundur dari Afghanistan pada 1 Mei tahun ini.

Biden lalu memerintahkan peninjauan kembali ketika dia mulai menjabat pada Januari.

Pada 14 April dia mengumumkan penundaan empat bulan dari tenggat waktu Trump, dengan mengatakan pasukan AS dan NATO "akan keluar dari Afghanistan sebelum kita menandai peringatan 20 tahun serangan 11 September."

Fokusnya adalah mengevakuasi sisa 2.500 tentara AS, beberapa ribu tentara NATO, dan sekitar 16.000 kontraktor sipil yang masih tinggal di Afghanistan.

Warga yang dievakuasi dari Afghanistan duduk di dalam pesawat militer selama evakuasi dari Kabul, di lokasi yang tak disebutkan, Kamis (19/8/2021). Situasi tegang dan konflik memanas melanda Kabul disertai ribuan orang berupaya melarikan diri dari wilayah tersebut setelah jatuhnya kekuasaan Afghanistan ke tangan rezim Taliban.ANTARA FOTO/US MARINES/HANDOUT Warga yang dievakuasi dari Afghanistan duduk di dalam pesawat militer selama evakuasi dari Kabul, di lokasi yang tak disebutkan, Kamis (19/8/2021). Situasi tegang dan konflik memanas melanda Kabul disertai ribuan orang berupaya melarikan diri dari wilayah tersebut setelah jatuhnya kekuasaan Afghanistan ke tangan rezim Taliban.
Para kritikus mengatakan, gabungan penarikan AS dan peringatan 20 tahun serangan 9/11 mungkin tidak terlihat bagus.

Akhirnya pada awal Juli, Biden menetapkan batas yang lebih awal dan lebih tepat.

"Misi militer kami di Afghanistan akan berakhir pada 31 Agustus," katanya.

Baca juga: Kenapa Taliban Tidak Membantu Palestina dan Tak Menyerang Israel?

Apa kendalanya?

Washington juga ingin memberi Pemerintah Afghanistan lebih banyak waktu untuk mengatur perangnya melawan Taliban, termasuk menyerahkan pangkalan dan peralatan yang sebelumnya dikuasai AS kepada pasukan Afghanistan.

Washington dan mitra NATO mengharapkan pasukan Afghanistan akan dapat memperlambat, jika tidak menghentikan, upaya Taliban melawan mereka.

Intelijen AS mengatakan, pasukan pemerintah harus dapat bertahan setidaknya enam bulan setelah kepergian AS.

Penundaan itu, menurut Kementerian Luar Negeri AS, juga merupakan waktu yang cukup untuk keberangkatan warga Amerika dan puluhan ribu warga Afghanistan dan keluarga mereka yang bekerja untuk pasukan AS dan dijanjikan "visa imigran khusus" (SIVs) untuk bermukim kembali di Amerika Serikat.

Pasukan Taliban menduduki istana presiden Afghanistan di Kabul yang telah ditinggalkan Ashraf Ghani, Minggu (15/8/2021).AP PHOTO/ZABI KARIMI Pasukan Taliban menduduki istana presiden Afghanistan di Kabul yang telah ditinggalkan Ashraf Ghani, Minggu (15/8/2021).
Akan tetapi yang terjadi justru sebaliknya. Pasukan Afghanistan kalah berperang, dan Taliban dengan cepat merebut ibu kota provinsi satu demi satu pada Juli dan Agustus, lalu akhirnya memasuki Kabul pada 15 Agustus.

Tiba-tiba waktu terasa singkat.

Baca juga: Dulu Lawan Kini Kawan, Kenapa Rusia Berbalik Dukung Taliban?

Pengangkutan udara darurat

Kemenangan cepat Taliban membuat panik puluhan ribu warga Afghanistan dan orang asing, termasuk personel kedutaan, untuk melarikan diri secepat mungkin.

Pada 14 Agustus, militer AS mengerahkan ribuan tentara untuk menguasai Bandara Internasional Hamid Karzai di Kabul guna melakukan pengangkutan udara besar-besaran.

Pada Selasa (17/8/2021), total warga AS dan negara-negara lain yang diungsikan melampaui 71.000 sejak 14 Agustus, dengan lebih dari 21.000 diterbangkan dalam 24 jam terakhir.

Akan tetapi, ribuan orang masih di dalam dan luar bandara, terhambat oleh proses yang lambat dan makin kesulitan masuk bandara, karena blokade Taliban terhadap warga Afghanistan yang berusaha kabur.

Cukupkah waktu yang tersisa?

Pentagon, yang mengelola semua operasi bandara Kabul, mengatakan bahwa mereka sebenarnya harus menghentikan evakuasi beberapa hari sebelum 31 Agustus, untuk memindahkan lebih dari 6.000 tentaranya sendiri di darat, ratusan pejabat AS, 600 pasukan keamanan Afghanistan yang menjaga bandara, dan peralatan dalam jumlah yang signifikan.

Foto dari Marinir AS memperlihatkan seorang personel Angkatan Udara Amerika Serikat menggendong bayi ketika melakukan evakuasi warga di bandara internasional Hamid Karzai, Kabul, Afghanistan, Jumat (20/8/2021).US MARINE CORPS/SGT ISAIAH CAMPBELL via AP Foto dari Marinir AS memperlihatkan seorang personel Angkatan Udara Amerika Serikat menggendong bayi ketika melakukan evakuasi warga di bandara internasional Hamid Karzai, Kabul, Afghanistan, Jumat (20/8/2021).
Pejabat Inggris, Perancis, dan Jerman memberi isyarat bahwa mereka mungkin tidak dapat menyelesaikan semua evakuasi yang direncanakan pada 31 Agustus dan ingin AS memperpanjang hingga September.

Di Washington muncul kekhawatiran bahwa tenggat waktu tidak cukup untuk memindahkan semua warga AS yang tersisa - jumlah pastinya belum diketahui - serta pengungsi SIV Afghanistan.

Baca juga: Kenapa Taliban Tak Terkalahkan di Afghanistan 2021? Ini 3 Sebabnya

Pada Selasa (17/8/2021) para pemimpin negara-negara maju G7 mengadakan pertemuan video untuk membahas masa tinggal melebihi 31 Agustus.

Namun, jika mereka melakukannya, seorang petinggi Taliban sudah menyatakan mereka tidak akan menyetujui perpanjangan apa pun.

Beberapa jam kemudian Biden mengumumkan bahwa dia berpegang teguh pada target akhir Agustus, dan negaranya bakal segera menyelesaikan misi tersebut pada tanggal itu.

Meski begitu, Gedung Putih sedikit ragu, dengan menyatakan bahwa keluar pada 31 Agustus tergantung pada Taliban yang memungkinkan akses pengungsi ke bandara, termasuk warga Afghanistan yang memenuhi syarat SIV.

Juru bicara Gedung Putih, Jen Psaki, menyampaikan bahwa Biden sudah meminta rencana darurat jika hingga 31 Agustus penarikan pasukan belum selesai.

Baca juga: Disebut Biden Sebagai Musuh Besar Taliban, Apa Itu ISIS-K?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Korea Selatan: Korea Utara Tembakkan 3 Rudal Balistik ke Arah Laut Jepang

Korea Selatan: Korea Utara Tembakkan 3 Rudal Balistik ke Arah Laut Jepang

Global
Cacar Monyet Menyebar ke Austria, Ceko, dan Slovenia

Cacar Monyet Menyebar ke Austria, Ceko, dan Slovenia

Global
Di Mana Persoalannya, Nuklir Iran atau Nuklir Israel?

Di Mana Persoalannya, Nuklir Iran atau Nuklir Israel?

Global
Penembakan di Sekolah Dasar Texas, 14 Siswa dan 1 Guru Tewas Jadi Korban

Penembakan di Sekolah Dasar Texas, 14 Siswa dan 1 Guru Tewas Jadi Korban

Global
Rangkuman Hari Ke-90 Serangan Rusia ke Ukraina, Putin Incar Konflik Panjang, Batas Usia Militer Rusia Diubah

Rangkuman Hari Ke-90 Serangan Rusia ke Ukraina, Putin Incar Konflik Panjang, Batas Usia Militer Rusia Diubah

Global
[POPULER GLOBAL] Zelensky Hanya Ingin Bertemu Putin | Ragam Kegagalan Rusia dalam Perang Ukraina

[POPULER GLOBAL] Zelensky Hanya Ingin Bertemu Putin | Ragam Kegagalan Rusia dalam Perang Ukraina

Global
Pendudukan Rusia di Melitopol Mendapat Perlawanan Sengit dari Penduduk Kota

Pendudukan Rusia di Melitopol Mendapat Perlawanan Sengit dari Penduduk Kota

Global
Mengapa Kasus Cacar Monyet Tiba-tiba Muncul di Seluruh Dunia, Mungkinkah Ada Mutasi Virus?

Mengapa Kasus Cacar Monyet Tiba-tiba Muncul di Seluruh Dunia, Mungkinkah Ada Mutasi Virus?

Global
Apa itu IPEF, Kerangka Ekonomi Baru yang Ditawarkan AS ke Asia?

Apa itu IPEF, Kerangka Ekonomi Baru yang Ditawarkan AS ke Asia?

Global
Busana Muslim Indonesia Disambut Antusias di Kazan Modest Fashion Show Rusia

Busana Muslim Indonesia Disambut Antusias di Kazan Modest Fashion Show Rusia

Global
Rusia Gunakan Senjata Ilegal di Ukraina, dari FAB-250 hingga Bom Tandan

Rusia Gunakan Senjata Ilegal di Ukraina, dari FAB-250 hingga Bom Tandan

Global
Indonesia Promosi Produk Halal ke Tatarstan melalui Russia Halal Expo 2022

Indonesia Promosi Produk Halal ke Tatarstan melalui Russia Halal Expo 2022

Global
Duterte ke Putin: Saya Membunuh Penjahat, Bukan Anak-anak dan Orang tua

Duterte ke Putin: Saya Membunuh Penjahat, Bukan Anak-anak dan Orang tua

Global
Seorang Pria Terobos Kedutaan Qatar di Paris dan Serang Penjaga hingga Tewas

Seorang Pria Terobos Kedutaan Qatar di Paris dan Serang Penjaga hingga Tewas

Global
Pembaca Berita Pria Afghanistan Ikut Tutupi Wajah, Protes Tuntutan Taliban bagi Rekan Wanita

Pembaca Berita Pria Afghanistan Ikut Tutupi Wajah, Protes Tuntutan Taliban bagi Rekan Wanita

Global
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.