Wapres AS Kamala Harris Sebut Washington Tak Tinggal Diam Soal Laut China Selatan

Kompas.com - 26/08/2021, 17:17 WIB
Wakil Presiden AS Kamala Harris berbicara kepada tentara saat mengunjungi USS Tulsa di Singapura, Senin, 23 Agustus 2021. AP PHOTO/EVELYN HOCKSTEINWakil Presiden AS Kamala Harris berbicara kepada tentara saat mengunjungi USS Tulsa di Singapura, Senin, 23 Agustus 2021.

HANOI, KOMPAS.com – Amerika Serikat (AS) menyambut baik persaingan dengan China dan tidak berniat untuk mencari konflik dengan negara tersebut.

Namun, Washington tidak akan tinggal diam mengenai sejumlah isu seperti contohnya sengketa maritim di Laut China Selatan.

Pernyataan itu disampaikan Wakil Presiden AS Kamala Harris pada Kamis (26/8/2021) saat mengunjungi Vietnam, kunjungan terakhirnya dalam serangkaian lawatan ke Asia Tenggara.

Baca juga: Ada Insiden Kesehatan, Kunjungan Wapres AS Kamala Harris ke Vietnam Sempat Tertunda

"Kami menyambut persaingan yang ketat, kami tidak mencari konflik, tetapi pada isu-isu seperti Laut Cina Selatan, kami akan angkat bicara," kata Harris di ibu kota Vietnam, Hanoi.

"Kami akan angkat bicara ketika ada tindakan yang diambil Beijing mengancam tatanan internasional berbasis aturan," tambah Harris sebagaimana dilansir Reuters.

Lawatan Harris ke Singapura dan Vietnam yang berlangsung selama tujuh hari adalah bagian dari strategi AS yang lebih luas untuk menghadapi China secara global.

China, Vietnam, Brunei, Malaysia, Filipina, dan Taiwan maisng-masing mengeklaim bagian mereka di perairan Laut China Selatan yang disengketakan.

Baca juga: Lawan Pengaruh China, Wapres AS Kamala Harris Temui Pemimpin Singapura

Perairan tersebut dilintasi oleh jalur pelayaran vital dan menyimpan sumber daya melimpah seperti gas dan ikan.

Sebelumnya, dalam pertemuan dengan para pemimpin Vietnam pada Rabu (25/8/2021), Harris mengatakan penindasan dan klaim maritim berlebihan China di Laut China Selatan harus ditentang.

Harris lantas menawarkan dukungan AS untuk meningkatkan keamanan maritim Vietnam, termasuk lebih banyak kunjungan kapal perang Washington ke negara itu.

Halaman:

Video Pilihan

Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jet Tempur F-35 Kecelakaan Saat Mendarat di Kapal Induk AS, 7 Pelaut Terluka

Jet Tempur F-35 Kecelakaan Saat Mendarat di Kapal Induk AS, 7 Pelaut Terluka

Global
Penembakan di Universitas Heidelberg Jerman Lukai Beberapa Orang, Pelaku Tewas

Penembakan di Universitas Heidelberg Jerman Lukai Beberapa Orang, Pelaku Tewas

Global
Piala Afrika: 6 Orang Tewas Terinjak-injak Saat Berebut Masuk Stadion Olembe

Piala Afrika: 6 Orang Tewas Terinjak-injak Saat Berebut Masuk Stadion Olembe

Global
POPULER GLOBAL: Penumpang Gelap di Roda Pesawat | Presiden Armenia Mundur

POPULER GLOBAL: Penumpang Gelap di Roda Pesawat | Presiden Armenia Mundur

Global
Temui Perwakilan Barat di Norwegia, Taliban Minta Aset Dicairkan

Temui Perwakilan Barat di Norwegia, Taliban Minta Aset Dicairkan

Global
Efek Ghozali: Bagaimana Cara Menjual NFT dan Apakah Transaksinya Aman?

Efek Ghozali: Bagaimana Cara Menjual NFT dan Apakah Transaksinya Aman?

Internasional
Wanita Ini Memaksa Seorang Ibu untuk Menjual Anaknya dengan Menawarkan Rp7,1 Miliar

Wanita Ini Memaksa Seorang Ibu untuk Menjual Anaknya dengan Menawarkan Rp7,1 Miliar

Global
Setelah Kisahnya Tersebar, Rohana Mengaku Dapat Tawaran Kuliah dari 2 Universitas di Malaysia

Setelah Kisahnya Tersebar, Rohana Mengaku Dapat Tawaran Kuliah dari 2 Universitas di Malaysia

Global
NASA: Letusan Gunung Api Tonga Ratusan Kali Lebih Kuat dari Bom Atom Hiroshima

NASA: Letusan Gunung Api Tonga Ratusan Kali Lebih Kuat dari Bom Atom Hiroshima

Global
China Cabut Lockdown di Xi'an Jelang Olimpiade Beijing

China Cabut Lockdown di Xi'an Jelang Olimpiade Beijing

Global
Pemburu Harta Karun Amatir Berhasil Gali Tumpukan Emas Celtic Berusia 2.000 Tahun

Pemburu Harta Karun Amatir Berhasil Gali Tumpukan Emas Celtic Berusia 2.000 Tahun

Global
Jean-Jacques Savin, Petualang Perancis Tewas dalam Misi Mendayung Solo Melintasi Atlantik

Jean-Jacques Savin, Petualang Perancis Tewas dalam Misi Mendayung Solo Melintasi Atlantik

Global
Selama 2021, China Menghukum Lebih dari 600.000 Pejabat, Ini Alasannya

Selama 2021, China Menghukum Lebih dari 600.000 Pejabat, Ini Alasannya

Global
UEA Cegat 2 Rudal Balistik yang Ditembakkan Houthi dari Yaman

UEA Cegat 2 Rudal Balistik yang Ditembakkan Houthi dari Yaman

Global
China Terbangkan 39 Pesawat Tempur ke ADIZ Taiwan, Terbanyak Kedua yang Tercatat

China Terbangkan 39 Pesawat Tempur ke ADIZ Taiwan, Terbanyak Kedua yang Tercatat

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.