Tentara Ukraina Tewas, Dua Terluka dalam Serangan Separatis Pro-Rusia

Kompas.com - 26/08/2021, 07:38 WIB
Tanks ride along Khreshchatyk Street, during a military parade to celebrate Independence Day in Kiev, Ukraine, Tuesday, Aug. 24, 2021. (AP Photo/Efrem Lukatsky) Efrem LukatskyTanks ride along Khreshchatyk Street, during a military parade to celebrate Independence Day in Kiev, Ukraine, Tuesday, Aug. 24, 2021. (AP Photo/Efrem Lukatsky)

KIEV, KOMPAS.com - Tentara Ukraina mengatakan pada Rabu (25/8/2021) seorang tentara telah tewas dan dua lainnya terluka di bagian timur separatis pro-Rusia di negara itu.

Insiden itu terjadi ketika bentrokan reguler berlanjut di wilayah yang dilanda konflik itu.

Baca juga: Teka-teki Pembajakan Pesawat Ukraina di Afghanistan, Ada 2 Versi

Korban itu adalah tentara Ukraina keempat yang terbunuh selama seminggu terakhir.

Tentara Ukraina terjebak dalam konflik yang membara dengan pejuang separatis di wilayah Donetsk dan Lugansk. Bentrokkan meletus setelah Moskwa mencaplok Krimea pada 2014.

Militer Ukraina mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa selama 24 jam terakhir, para milisi yang memisahkan diri telah melancarkan tiga serangan terhadap pasukannya dengan senjata ringan.

"Akibat tembakan musuh, satu prajurit Pasukan Gabungan tewas dan dua lainnya luka-luka," kata pernyataan itu melansir AFP.

Setelah peningkatan kekerasan pada awal tahun, Rusia mengumpulkan 100.000 tentara di perbatasan Ukraina pada April, meningkatkan kekhawatiran akan eskalasi besar dalam konflik yang telah berlangsung lama.

Rusia segera mengumumkan penarikan, tetapi baik Ukraina dan sekutunya Amerika Serikat (AS) mengatakan penarikan itu masih minim jumlahnya.

Baca juga: Peringatan 30 Tahun Kemerdekaan Ukraina, Ini Agenda Acaranya

Konflik, yang telah merenggut lebih dari 13.000 nyawa, menyebabkan sedikitnya 48 tentara Ukraina tewas sejak awal tahun.

Sementara sepanjang 2020, 50 tentara Ukraina gugur dalam penanganan konflik itu.

Kematian terbaru terjadi sehari setelah tentara Ukraina melakukan parade militer melalui Kiev bersama prajurit negara-negara anggota NATO, menandai peringatan 30 tahun kemerdekaannya dari Uni Soviet.

Kelompok separatis mengatakan lebih dari 30 pejuang mereka tewas.

Ukraina dan sekutu Baratnya menuduh Rusia mengirim pasukan dan senjata untuk mendukung separatis. Klaim itu dibantah Moskwa.

Baca juga: Rusia Seret Ukraina ke Pengadilan atas Jatuhnya MH17 dan Kematian Warga Sipil

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.