Ada Insiden Kesehatan, Kunjungan Wapres AS Kamala Harris ke Vietnam Sempat Tertunda

Kompas.com - 25/08/2021, 14:19 WIB
Wakil Presiden AS Kamala Harris menghadiri konferensi pers bersama dengan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong di Singapura Senin, 23 Agustus 2021. AP PHOTO/EVELYN HOCKSTEINWakil Presiden AS Kamala Harris menghadiri konferensi pers bersama dengan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong di Singapura Senin, 23 Agustus 2021.

HANOI, KOMPAS.com – Wakil Presiden Kamala Harris melanjutkan perjalanannya dari Singapura ke Vietnam pada Selasa (24/8/2021) setelah sempat tertunda selama tiga jam.

Tertundanya jadwal kunjungan tersebut disebabkan karena kekhawatiran atas insiden kesehatan yang kemungkinan terkait dengan sindrom Havana yang misterius.

Penundaan tersebut terjadi karena pemerintah AS melaporkan adanya dugaan seseorang di Hanoi, Vietnam, yang mungkin terkena sindrom Havana.

Baca juga: Lawan Pengaruh China, Wapres AS Kamala Harris Temui Pemimpin Singapura

Sindrom Havana merupakan gangguan kesehatan misterius dan belum diketahui penyebabnya dengan beberapa gejala seperti pusing, mual, migrain, dan penyimpangan memori.

Sekretaris Pers Gedung Putih Jen Psaki mengatakan, muncul kasus sindrom Havana di Vietnam yang belum sepenuhnya terkonfirmasi sebelum Harris bertolak dari Singapura.

Sehingga, untuk menjaga keamanan Harris, tim dari AS melakukan penilaian keselamatan sebelum Wapres AS tersebut berangkat.

Baca juga: Wapres AS Yakinkan Negara-negara Asia Tidak Harus Memilih antara AS dan China

"Kantor Wakil Presiden diberitahu tentang laporan kemungkinan insiden kesehatan anomali baru-baru ini di Hanoi," kata Kedutaan Besar AS di Vietnam.

Insiden itu terjadi ketika Washington menghadapi hubungan dingin dengan pesaing globalnya, China.

Pada Selasa, Harris bahkan menuduh Beijing melakukan pemaksaan dan intimidasi untuk mendukung klaim di Laut China Selatan.

Baca juga: Wapres AS: China Gunakan Intimidasi untuk Klaim Laut China Selatan

Ditikung China

Ketika kunjungan Harris ke Vietnam tertunda, China langsung menikung dengan menggelar pertemuan antara duta besarnya dengan petinggi Vietnam.

Halaman:

Video Pilihan

Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

AS Peringatkan Belarus untuk Tidak Bantu Rusia Menginvasi Ukraina

AS Peringatkan Belarus untuk Tidak Bantu Rusia Menginvasi Ukraina

Global
Israel Beri Kode Ingin Normalisasi Hubungan dengan Indonesia dan Arab Saudi

Israel Beri Kode Ingin Normalisasi Hubungan dengan Indonesia dan Arab Saudi

Global
Terungkap Sanksi yang Mungkin Akan Dijatuhkan AS ke Rusia jika Nekat Serang Ukraina

Terungkap Sanksi yang Mungkin Akan Dijatuhkan AS ke Rusia jika Nekat Serang Ukraina

Global
POPULER GLOBAL: Jet Tempur F-35 Kecelakaan | 3 Vaksin Terbaik sebagai Booster Sinovac

POPULER GLOBAL: Jet Tempur F-35 Kecelakaan | 3 Vaksin Terbaik sebagai Booster Sinovac

Global
Ketika El Chapo Pakai Viagra dan Pesan Makanan Mewah hingga Wanita Sampai ke Penjara

Ketika El Chapo Pakai Viagra dan Pesan Makanan Mewah hingga Wanita Sampai ke Penjara

Global
Latar Belakang Kudeta Militer Burkina Faso dan Penahanan Presiden Roch Kabore

Latar Belakang Kudeta Militer Burkina Faso dan Penahanan Presiden Roch Kabore

Global
Kisah Liu Xuezhou, Remaja China Dijual Orang Tua saat Bayi, Ditolak Setelah Bertemu Lagi hingga Bunuh Diri

Kisah Liu Xuezhou, Remaja China Dijual Orang Tua saat Bayi, Ditolak Setelah Bertemu Lagi hingga Bunuh Diri

Global
Omicron Melonjak, Kasus Harian Covid-19 Korea Selatan Capai 8.000 untuk Kali Pertama

Omicron Melonjak, Kasus Harian Covid-19 Korea Selatan Capai 8.000 untuk Kali Pertama

Global
AS Siapkan 8.500 Pasukan dalam Siaga Tinggi, Klaim Rusia Tak Niat Kurangi Eskalasi

AS Siapkan 8.500 Pasukan dalam Siaga Tinggi, Klaim Rusia Tak Niat Kurangi Eskalasi

Global
Media Asing Soroti Bentrokan di Sorong, Sebut Perkelahian Sudah Sering Terjadi di Sana

Media Asing Soroti Bentrokan di Sorong, Sebut Perkelahian Sudah Sering Terjadi di Sana

Global
Uji Coba Senjata Korea Utara Berlanjut, Dua Rudal Jelajah Dilaporkan Telah Ditembakkan

Uji Coba Senjata Korea Utara Berlanjut, Dua Rudal Jelajah Dilaporkan Telah Ditembakkan

Global
Lusinan Pejabat China Terbukti Tutupi Parahnya Bencana Banjir Zhengzhou yang Mematikan

Lusinan Pejabat China Terbukti Tutupi Parahnya Bencana Banjir Zhengzhou yang Mematikan

Global
Donor Ginjal untuk Pacar, Wanita Ini Dicampakkan Setelah Operasi Transplantasi Sukses

Donor Ginjal untuk Pacar, Wanita Ini Dicampakkan Setelah Operasi Transplantasi Sukses

Global
Buru-buru Evakuasi Warganya karena Khawatir Invasi Rusia ke Ukraina, AS Dinilai Berlebihan

Buru-buru Evakuasi Warganya karena Khawatir Invasi Rusia ke Ukraina, AS Dinilai Berlebihan

Global
Bug dalam OpenSea Memungkinkan Peretas Beli NFT dengan Harga Murah

Bug dalam OpenSea Memungkinkan Peretas Beli NFT dengan Harga Murah

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.