Saudara Presiden Afghanistan yang Terguling Bermanuver Gabung Taliban

Kompas.com - 21/08/2021, 21:49 WIB
Foto pada 21 Maret 2021 memperlihatkan Presiden Afghanistan, Ashraf Ghani, berpidato dalam perayaan Tahun Baru Persia, Nowruz, di Istana Presiden Afghanistan, Kabul. Ghani kabur ke luar negeri pada Minggu (15/8/2021) setelah Afghanistan dikuasai Taliban. AP PHOTO/RAHMAT GULFoto pada 21 Maret 2021 memperlihatkan Presiden Afghanistan, Ashraf Ghani, berpidato dalam perayaan Tahun Baru Persia, Nowruz, di Istana Presiden Afghanistan, Kabul. Ghani kabur ke luar negeri pada Minggu (15/8/2021) setelah Afghanistan dikuasai Taliban.

KABUL, KOMPAS.com – Hashmat Ghani Ahmadzai bermanuver dan bergabung dengan Taliban setelah kelompok tersebut merebut kekuasaan di Afghanistan.

Hashmat Ghani merupakan saudara laki-laki Presiden Afghanistan Ashraf Ghani yang terguling dan melarikan diri dari negara itu sejak Taliban menduduki Kabul.

Dia sebelumnya menjabat sebagai Ketua Dewan Agung Kuchis, salah satu kelompok etnik minoritas di Afghanistan.

Menurut sejumlah laporan yang dikutip India Today, Hashmat Ghani mengumumkan dukungannya untuk kelompok tersebut di hadapan sejumlah petinggi Taliban.

Baca juga: Pejuang Afghanistan Beri Perlawanan ke Taliban, Tiga Daerah Direbut Kembali

Video yang menunjukkan Hashmat Ghani memberikan dukungannya terhadap Taliban beredar luas di media sosial.

Sementara itu, melalui akun Twitter-nya, Hashmat Ghani menulis bahwa Taliban tak hanya mampu membawa keamanan.

“Tetapi menjalankan pemerintahan yang fungsional, membutuhkan masukan dan kolaborasi dari orang-orang Afghanistan yang berpendidikan lebih muda,” tulis Hashmat Ghani.

Dia menambahkan, para politikus yang sudah usang harusnya disisihkan.

Baca juga: Kisah Nadia Nadim, Pemain Denmark Kelahiran Afghanistan yang Ayahnya Dibunuh Taliban

“Yang disebut politikus usang harus dikesampingkan sepenuhnya sehingga pengalaman gagal pemerintah koalisi tidak terulang,” sambung Hashmat Ghani.

Sebelumnya, Ashraf Ghani membantah tudingan bahwa dirinya kabur dari Afghanistan dengan membawa segudang uang, ketika Kabul dikepung oleh milisi Taliban.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.