Kompas.com - 21/08/2021, 21:13 WIB
Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus berbicara di Jenewa, Swiss. VOA INDONESIADirektur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus berbicara di Jenewa, Swiss.

JENEWA, KOMPAS.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) meluncurkan penyelidikan kedua tentang asal-usul Covid-19, kali ini dengan kelompok penasihat independen baru.

Panel tersebut akan fokus memberi nasihat kepada badan PBB tentang "asal usul patogen yang muncul dan muncul kembali dari potensi epidemi dan pandemi," seperti MERS-CoV, Ebola dan flu burung, menurut sebuah pernyataan yang dirilis Jumat (20/8/2021).

Baca juga: Pakar WHO Duga Pasien Nol Covid-19 adalah Pekerja Lab Wuhan

Tim ini juga akan membantu menganalisis pekerjaan tim WHO sebelumnya yang menyelidiki asal-usul Covid-19 di Wuhan, dan memberi nasihat kepada organisasi saat memulai penyelidikan barunya.

"Ini sangat penting untuk membantu WHO, negara-negara anggota dan lembaga mitra untuk mempersiapkan ancaman limpahan di masa depan dan untuk meminimalkan risiko wabah penyakit yang berkembang menjadi pandemi," kata pernyataan itu.

Pernyataan itu mengumumkan panggilan terbuka untuk "berbagai ahli" untuk bergabung dengan panel, yang secara resmi disebut Kelompok Penasihat Ilmiah WHO untuk "Scientific Advisory Group for the Origins of Novel Pathogens" (SAGO).

Pembukaan lamaran akan jatuh tempo pada 10 September, dan hingga 25 ahli dapat dipilih untuk bergabung dalam SAGO, kata pernyataan itu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pada Maret, tim pakar internasional yang dipimpin WHO mengeluarkan laporan awal yang menganggap "sangat tidak mungkin" bahwa asal-usul Covid-19 terkait dengan laboratorium.

Para ilmuwan berpikir bahwa kemungkinan besar virus itu melompat ke manusia dari hewan.

Namun dalam beberapa bulan terakhir, teori bahwa laboratorium terlibat kembali mendapat sorotan, karena tinjauan intelijen yang diperintahkan oleh Presiden AS Joe Biden untuk memeriksa kemungkinan tersebut.

Baca juga: Ilmuwan WHO: Ada Lab Lain di Wuhan yang Dipindahkan Beberapa Hari Sebelum Temuan Awal Wabah

Para kritikus mengecam penilaian awal WHO, dengan mengatakan itu adalah upaya yang cacat. Terlebih semua anggota tim yang dikirim ke China membutuhkan persetujuan pemerintah China, seperti yang dilaporkan WHO.

Halaman:
Baca tentang

Video Pilihan

Sumber Newsweek
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.