Kompas.com - 20/08/2021, 11:19 WIB
Petugas keamanan Afghanistan berjaga-jaga di dekat lokasi serangan di dekat markas akademi militer Marsekal Fahim di Kabul, pada Senin (29/1/2018). AFP PHOTO/WAKIL KOHSARPetugas keamanan Afghanistan berjaga-jaga di dekat lokasi serangan di dekat markas akademi militer Marsekal Fahim di Kabul, pada Senin (29/1/2018).

KABUL, KOMPAS.com - Lemahnya militer Afghanistan membuat negara itu kembali jatuh dalam kekuasaan Taliban, setelah pasukan asing pimpinan Amerika Serikat ditarik mundur.

Diwartakan AFP, tak berdayanya tentara Afghanistan turut disebabkan oleh kesalahan Pentagon selama 20 tahun berperang di sana.

Apa saja kesalahan Pentagon di Afghanistan? Berikut penjelasannya.

Baca juga: 5 Janji Taliban untuk Warga Afghanistan, dari Hak Perempuan hingga Industri Narkoba

1. Salah peralatan

AS menghabiskan 83 miliar dollar AS (Rp 1,2 kuadriliun) agar militer Afghanistan bisa sekuat mereka.

Artinya, AS juga menyuplai armada udara dan jaringan komunikasi berteknologi tinggi di Afghanistan yang hanya 30 persen penduduknya mendapat pasokan listrik memadai.

Pesawat terbang, helikopter, drone, kendaraan lapis baja, dan kacamata penglihatan malam contohnya. AS tidak tanggung-tanggung mengeluarkan biaya untuk memperkuat tentara Afghanistan.

Belum lama ini militer "Paman Sam" bahkan memberi Afghanistan helikopter serang Black Hawk terbaru.

Masalahnya, banyak pemuda Afghanistan buta huruf dan negaranya kekurangan infrastruktur untuk mendukung peralatan militer mutakhir.

Akibatnya tentara Afghanistan tetap kewalahan menghadapi musuh yang peralatannya kurang lengkap dan tampaknya kalah jumlah.

Konvoi tentara Afghanistan berhenti sejenak di garis depan pertempuran melawan Taliban, dekat kota Badakhshan, Afghanistan utara, Minggu (4/7/2021). Lebih dari 1.000 personel melarikan diri ke negara tetangga, Tajikistan, karena kalah bentrok melawan Taliban.AP PHOTO/NAZIM QASMY Konvoi tentara Afghanistan berhenti sejenak di garis depan pertempuran melawan Taliban, dekat kota Badakhshan, Afghanistan utara, Minggu (4/7/2021). Lebih dari 1.000 personel melarikan diri ke negara tetangga, Tajikistan, karena kalah bentrok melawan Taliban.
Kemampuan mereka dinilai terlalu tinggi, menurut John Sopko, inspektur jenderal khusus AS untuk rekonstruksi Afghanistan (SIGAR), kepada AFP.

Halaman:

Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.