Zarifa Ghafari, Wali Kota Wanita Pertama Afghanistan, Putus Asa Taliban Akan Membunuhnya

Kompas.com - 20/08/2021, 09:53 WIB
Zarifa Ghafari, wali kota wanita pertama di Afghanistan dalam penghargaan departemen luar negeri Amerika Serikat pada 2020. [SS/YOUTUBE/TOLONEWS] SS/YOUTUBE/TOLONEWSZarifa Ghafari, wali kota wanita pertama di Afghanistan dalam penghargaan departemen luar negeri Amerika Serikat pada 2020. [SS/YOUTUBE/TOLONEWS]

KABUL, KOMPAS.com - Zarifa Ghafari (29 tahun) memiliki luka yang dalam di kakinya karena ia harus lari dari kantornya saat Taliban mendekati Kabul.

Selama 10 kilometer "di bawah sinar matahari yang mematikan", dia terus berlari ke tempat yang lebih aman, mengumpulkan saudara perempuannya dari universitas di jalan.

Dengan kondisi Afghanistan sekarang, rencana pesta pernikahan, dan kelulusan saudara perempuannya gagal.

"Kami yang baru saja hidup normal, mendadak, semuanya pergi 'boom'. Setiap orang, semua mimpi kami hancur. Hati kami berhenti. Semua orang sangat kesakitan," protesnya. 

Baca juga: Genjot Proses Evakuasi, AS Terjunkan Lebih Banyak Petugas Konsuler ke Afghanistan

Ghafari pada usia 26 tahun telah menjadi salah satu wali kota wanita pertama Afghanistan di kota konservatif Maidan Shar, barat daya Kabul.

Dia dilarang menjabat selama 9 bulan karena protes dan ancaman oleh politisi lokal tentang usia dan jenis kelaminnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Melansir Sydney Morning Herald pada Selasa (17/8/2021), ia juga tidak asing dengan upaya pembunuhan. Tiga kali dia coba dibunuh, syukurnya digagalkan oleh pihak keamanannya.

Namun, selama 3 tahun dia menjalankan pekerjaannya, baru pada Mei 2021, dia mengatakan kepada majalah Time bahwa "bekerja sebagai wali kota wanita, itu adalah upaya terus-menerus agar kekuatan wanita diterima".

Pada November 2020, ayahnya Jenderal Abdul Wasi Ghafari ditembak mati di depan rumahnya oleh Taliban, beberapa hari setelah diketahui ia adalah ayah dari wali kota wanita pertama Afghanistan.

"Taliban membunuh ayah saya hanya karena dia bekerja untuk pemerintah Afghanistan, hanya karena dia seorang tentara. Mereka membunuhnya hanya karena dia berjuang untuk bangsanya dan negara ini. Mereka membunuhnya hanya karena dia adalah ayahku, ayah dari seorang gadis yang berjuang untuk bangsanya, untuk negara ini,” terangnya.

Baca juga: POPULER GLOBAL: Presiden Afghanistan Ada di UEA | Pawang Buaya di AS Nyaris Dimangsa

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Undian Petani Stroberi Australia Berhadiah Rp 1 Miliar Tidak Ada Pemenangnya

Undian Petani Stroberi Australia Berhadiah Rp 1 Miliar Tidak Ada Pemenangnya

Global
Bosan Dengar Komplain Istrinya, Suami Buat Rumah Bisa Berputar 360 Derajat

Bosan Dengar Komplain Istrinya, Suami Buat Rumah Bisa Berputar 360 Derajat

Global
Uni Eropa Denda Polandia Rp 17 Miliar per Hari, Ini Sebabnya

Uni Eropa Denda Polandia Rp 17 Miliar per Hari, Ini Sebabnya

Global
Deplu AS Terbitkan Paspor Gender-X untuk Non-Binari, Interseks, dan Tanpa Konformitas Gender

Deplu AS Terbitkan Paspor Gender-X untuk Non-Binari, Interseks, dan Tanpa Konformitas Gender

Global
Mengapa Socrates Membenci Demokrasi?

Mengapa Socrates Membenci Demokrasi?

Global
Sealand, Negara Terkecil di Dunia, Wilayahnya Seperti Kilang Minyak

Sealand, Negara Terkecil di Dunia, Wilayahnya Seperti Kilang Minyak

Global
Anechoic Chamber, Ruang Paling Sunyi di Dunia yang Bisa Membuat Gila

Anechoic Chamber, Ruang Paling Sunyi di Dunia yang Bisa Membuat Gila

Global
Jika Mau Tegas, ASEAN Harusnya Mengakui NUG Myanmar Bukan Junta Militer

Jika Mau Tegas, ASEAN Harusnya Mengakui NUG Myanmar Bukan Junta Militer

Global
Kasus Nur Sajat, Kenapa Buron di Malaysia dan Pindah ke Australia

Kasus Nur Sajat, Kenapa Buron di Malaysia dan Pindah ke Australia

Global
Tali Pengamannya Dipotong Seseorang, Dua Tukang Cat Tergantung Setinggi 26 Lantai di Luar Gedung

Tali Pengamannya Dipotong Seseorang, Dua Tukang Cat Tergantung Setinggi 26 Lantai di Luar Gedung

Global
Biden Salah Ucap soal Taiwan, Timbulkan Kekhawatiran di China dan Asia

Biden Salah Ucap soal Taiwan, Timbulkan Kekhawatiran di China dan Asia

Global
Sekitar 180.000 Nakes di Dunia Meninggal akibat Covid-19, 2.000 dari Indonesia

Sekitar 180.000 Nakes di Dunia Meninggal akibat Covid-19, 2.000 dari Indonesia

Global
Iran Desak Taliban Agar Lebih Ramah Terhadap Negara Tetangga Afghanistan

Iran Desak Taliban Agar Lebih Ramah Terhadap Negara Tetangga Afghanistan

Global
Carina Joe Ilmuwan Indonesia di Balik Vaksin AstraZeneca, Akan Wakili Tim Raih Penghargaan Pride of Britain

Carina Joe Ilmuwan Indonesia di Balik Vaksin AstraZeneca, Akan Wakili Tim Raih Penghargaan Pride of Britain

Global
Merck Lepas Paten Pil Covid-19 Miliknya, Izinkan Pembuat Obat Lain Produksi Molnupiravir

Merck Lepas Paten Pil Covid-19 Miliknya, Izinkan Pembuat Obat Lain Produksi Molnupiravir

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.