Kompas.com - 19/08/2021, 14:23 WIB
Mantan wakil presiden AS Mike Pence ketika seekor lalat hinggap di kepalanya. Saat itu, Pence tengah membahas mengenai isu ketidakadilan rasial dalam debat dengan kandidat wakil presiden dari Partai Demokrat, Kamala Harris, di Salt Lake City, Utah, pada 7 Oktober 2020. US NETWORK POOL via APMantan wakil presiden AS Mike Pence ketika seekor lalat hinggap di kepalanya. Saat itu, Pence tengah membahas mengenai isu ketidakadilan rasial dalam debat dengan kandidat wakil presiden dari Partai Demokrat, Kamala Harris, di Salt Lake City, Utah, pada 7 Oktober 2020.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Mantan Wakil Presiden Mike Pence mengklaim pada Selasa (17/8/2021), bahwa Presiden AS Joe Biden mengingkari kesepakatan gencatan senjata yang disetujui pendahulunya.

Mantan presiden Donald Trump, sebelumnya meneken perjanjian dengan Taliban pada Februari 2020.

Tapi Biden, dilansir New York Post, menyiapkan panggung untuk apa yang disebut Pence sebagai “penghinaan kebijakan luar negeri”.

Baca juga: Trump: Kehancuran Afghanistan Momen Paling Memalukan bagi AS

Dalam op-ed Wall Street Journal, Pence mengklaim bahwa pada saat Trump meninggalkan kantor, tak terjadi hal buruk.

“Pemerintah Afghanistan dan Taliban mengendalikan wilayah mereka masing-masing, tidak melakukan serangan besar, dan AS hanya memiliki 2.500 tentara, yang jadi kehadiran militer terkecil sejak perang dimulai pada 2001,” ujarnya.

Ketentuan utama dari perjanjian Trump, mencakup penarikan AS terhadap semua pasukan tempur dari Afghanistan pada Mei tahun ini.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pence memuji perjanjian itu dengan fakta bahwa AS, “tidak menderita satu pun korban pertempuran” di Afghanistan dalam 18 bulan.

Baca juga: 19 Agustus dalam Sejarah: Afghanistan Merdeka dari Inggris pada 1919

Namun, ketika Biden menjabat pada Januari, Pence berpendapat bahwa Biden melanggar perjanjian.

Biden disebut salah karena mengumumkan bahwa pasukan AS akan tetap berada di Afghanistan melewati batas waktu 1 Mei.

“Biden melakukannya tanpa alasan yang jelas,” ujar Pence.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Misteri “Gua Neraka” Tempat Lahirnya Pesta Halloween

Kisah Misteri “Gua Neraka” Tempat Lahirnya Pesta Halloween

Global
Cerita Mahasiswa Indonesia Betah Kuliah di Australia, Ini Berbagai Sebabnya...

Cerita Mahasiswa Indonesia Betah Kuliah di Australia, Ini Berbagai Sebabnya...

Global
Undian Petani Stroberi Australia Berhadiah Rp 1 Miliar Tidak Ada Pemenangnya

Undian Petani Stroberi Australia Berhadiah Rp 1 Miliar Tidak Ada Pemenangnya

Global
Bosan Dengar Komplain Istrinya, Suami Buat Rumah Bisa Berputar 360 Derajat

Bosan Dengar Komplain Istrinya, Suami Buat Rumah Bisa Berputar 360 Derajat

Global
Uni Eropa Denda Polandia Rp 17 Miliar per Hari, Ini Sebabnya

Uni Eropa Denda Polandia Rp 17 Miliar per Hari, Ini Sebabnya

Global
Deplu AS Terbitkan Paspor Gender-X untuk Non-Binari, Interseks, dan Tanpa Konformitas Gender

Deplu AS Terbitkan Paspor Gender-X untuk Non-Binari, Interseks, dan Tanpa Konformitas Gender

Global
Mengapa Socrates Membenci Demokrasi?

Mengapa Socrates Membenci Demokrasi?

Global
Sealand, Negara Terkecil di Dunia, Wilayahnya Seperti Kilang Minyak

Sealand, Negara Terkecil di Dunia, Wilayahnya Seperti Kilang Minyak

Global
Anechoic Chamber, Ruang Paling Sunyi di Dunia yang Bisa Membuat Gila

Anechoic Chamber, Ruang Paling Sunyi di Dunia yang Bisa Membuat Gila

Global
Jika Mau Tegas, ASEAN Harusnya Mengakui NUG Myanmar Bukan Junta Militer

Jika Mau Tegas, ASEAN Harusnya Mengakui NUG Myanmar Bukan Junta Militer

Global
Kasus Nur Sajat, Kenapa Buron di Malaysia dan Pindah ke Australia

Kasus Nur Sajat, Kenapa Buron di Malaysia dan Pindah ke Australia

Global
Tali Pengamannya Dipotong Seseorang, Dua Tukang Cat Tergantung Setinggi 26 Lantai di Luar Gedung

Tali Pengamannya Dipotong Seseorang, Dua Tukang Cat Tergantung Setinggi 26 Lantai di Luar Gedung

Global
Biden Salah Ucap soal Taiwan, Timbulkan Kekhawatiran di China dan Asia

Biden Salah Ucap soal Taiwan, Timbulkan Kekhawatiran di China dan Asia

Global
Sekitar 180.000 Nakes di Dunia Meninggal akibat Covid-19, 2.000 dari Indonesia

Sekitar 180.000 Nakes di Dunia Meninggal akibat Covid-19, 2.000 dari Indonesia

Global
Iran Desak Taliban Agar Lebih Ramah Terhadap Negara Tetangga Afghanistan

Iran Desak Taliban Agar Lebih Ramah Terhadap Negara Tetangga Afghanistan

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.