Kompas.com - 16/08/2021, 13:57 WIB
Asap mengepul setelah milisi Taliban dan personel keamanan Afghanistan bentrok di Kandahar, barat daya Kabul, Afghanistan, Kamis (12/8/2021). AP PHOTO/SIDIQULLAH KHANAsap mengepul setelah milisi Taliban dan personel keamanan Afghanistan bentrok di Kandahar, barat daya Kabul, Afghanistan, Kamis (12/8/2021).

LONDON, KOMPAS.com – Ketika ibu kota Afghanistan, Kabul, jatuh ke tangan Taliban, Inggris dan NATO tidak akan kembali ke negara tersebut.

Pernyataan itu disampaikan Menteri Pertahanan Inggris Ben Wallace kepada Sky News pada Senin (16/8/2021).

Baca juga: Pemerintahan Biden Akui Salah Perhitungan Tarik Pasukan AS dari Afghanistan

"Saya mengakui bahwa Taliban mengendalikan negara itu. Maksud saya, Anda tidak perlu menjadi ilmuwan politik untuk mengetahui itu,” kata Wallace.

Ketika ditanya apakah Inggris dan NATO akan kembali ke Afghanistan, Wallace menjawab, “Itu tidak akan terjadi.”

Dia mengatakan, Inggris melakukan segala cara untuk mengevakuasi warga Inggris dan warga Afghanistan yang memiliki hubungan dengan Inggris.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Kabul Jatuh ke Tangan Taliban, Maskapai Penerbangan Hindari Afghanistan

Melansir Reuters, Wallce menuturkan bahwa fokus utama negaranya saat ini adalah mengevakuasi orang tersebut dari Afghanistan.

Selain itu, Wallace menuturkan bahwa Inggris telah memindahkan kedutaannya dari Kabul.

Wallace juga ditanya bagaimana perasaannya melihat bendera Taliban berkibar di atas bekas gedung kedutaan Inggris di Kabul.

Baca juga: Pemerintahan Baru di Afghanistan Berisi Warga Non-Taliban

"Secara simbolis, itu bukan yang kita inginkan,” jawab Wallace menanggapi pertanyaan tersebut.

Wallace berujar, sekarang masih belum saat yang tepat untuk memutuskan apakah akan mengakui Taliban sebagai pemerintah Afghanistan.

"Saya pikir masih banyak lagi yang akan datang sebelum keputusan itu dibuat," kata Wallace.

Baca juga: Penguasaan Taliban di Afghanistan di Depan Mata, Begini Reaksi Pemimpin Dunia

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.